- Pemprov Lampung Dorong Pengelolaan Zakat Diperkuat Hingga Tingkat Desa
- Rakor Forkopimda Metro Petakan Persoalan Strategis, dari Sampah hingga Potensi Konflik
- Pesisir Barat Susun Strategi Besar Pembangunan Bandara dan Infrastruktur
- Komunitas Suzuki Katana Jimny (Skin) Jajaki Pembentukan Chapter Pesisir Barat
- Pemprov Lampung dan Kementerian PKP Perkuat Kolaborasi Percepatan Bedah Rumah
- Gubernur Mirza Tekankan Peran Kampus dalam Mendorong Hilirisasi Komoditas Lampung
- Buka Turnamen Domino ORADO, Bupati Sebut Bukan Lagi Sekadar Permainan Warung Kopi
- Parosil Soroti Lemahnya Bahasa Daerah dan Titipan Juri di LCT Lampung Barat
- Bupati Radityo Egi Pratama Buka Muskab VIII KADIN Lamsel
- HUT ke-81 PMI, Gubernur Mirza Dorong Semangat Donor Darah dan Kepedulian Sosial
Ketua Dekranasda Dukung Lampung Fashion Tendance Jadi Penggerak Industri Kreatif

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Ketua Dewan Kerajinan
Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza
menerima Audiensi dari APPMI bertempat di Ruang Rapat Dekranasda Provinsi
Lampung, Rabu (16/09/2026).
Dalam audiensi tersebut dibahas persiapan
terkait penyelenggaraan Lampung Fashion Tendance 2027 yang direncanakan akan
dilaksanakan pada 18 November 2026 Radisson Hotel Lampung.
Rombongan APPMI Lampung dipimpin Ketua APPMI
Lampung Ida Giriz. Dalam pertemuan tersebut, Perwakilan APPMI Lampung, dalam
paparannya menyampaikan bahwa konsep dan tujuan penyelenggaraan Lampung Fashion
Tendance tidak hanya diarahkan sebagai peragaan busana, tetapi menjadi bagian
dari upaya membangun ekosistem fesyen yang menghubungkan pelestarian budaya
dengan pengembangan industri kreatif.
Baca Lainnya :
- Pemprov Lampung Satukan Kekuatan Lintas Sektor Percepat Perhutanan Sosial0
- Pemprov Lampung Perluas Tim Inisiatif Karbon, Bidik Ekonomi Blue-Green0
- RDP Bersama Komisi II DPR RI, Gubernur Mirza Dorong Penataan HGU dan Kawasan Hutan di Lampung0
- Pemprov Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Perempuan0
- Gubernur Dorong Fatayat NU Lampung Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Kualitas SDM0
Lampung Fashion Tendance diharapkan dapat
menjadi ruang untuk mendorong pertumbuhan industri fesyen berbasis wastra,
meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap karya dan budaya lokal, membuka
ruang kolaborasi, serta memberikan panggung bagi para desainer muda Lampung.
Selain itu, kegiatan tersebut diarahkan untuk
memperkuat mata rantai industri fesyen, mulai dari desainer, pelaku usaha,
pengrajin wastra hingga sektor pendukung lainnya.
Rangkaian persiapan kegiatan telah diarahkan
pada penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk industri tekstil dan
tata rias, sebagai bagian dari upaya memperluas ekosistem industri fesyen di
Lampung.
Melalui kegiatan tersebut, APPMI berharap
Lampung Fashion Tendance dapat menjadi bagian dari upaya menjaga sekaligus
menghidupkan warisan budaya Lampung, membuka ruang bagi talenta generasi muda,
memperkuat ekosistem industri, serta memperluas peluang pasar bagi desainer dan
pelaku usaha fesyen, termasuk para pengrajin wastra.
Menanggapi pemaparan tersebut, Ketua Dekranasda
Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza menyambut baik rencana
penyelenggaraan Lampung Fashion Tendance.
Ia mengapresiasi konsistensi para desainer
Lampung yang terus menghadirkan karya dengan karakter dan ciri khas
masing-masing, sekaligus mengangkat kearifan lokal melalui pemanfaatan wastra
Lampung.
"Alhamdulillah hari ini Batin bisa
langsung tatap muka dengan desainer-desainer Lampung yang karya-karyanya sudah
dikenal dan memiliki warna serta ciri khas tersendiri. Dengan kecintaan
rekan-rekan desainer terhadap wastra kita, ini merupakan sumber daya yang tidak
ternilai," ujarnya.
Menurutnya, perjalanan tapis menunjukkan bahwa
wastra Lampung tidak hanya memiliki nilai sebagai identitas budaya, tetapi juga
berkembang menjadi bagian dari kehidupan sosial dan memiliki nilai ekonomi.
Karena itu, ia menilai pengembangan fesyen
berbasis wastra perlu terus didorong agar memberikan manfaat yang lebih luas,
khususnya bagi pelaku UMKM dan pengrajin lokal.
"Yang paling konkret dari kegiatan ini
adalah bagaimana output-nya turut mendongkrak dan mendukung UMKM. Artinya, ini
mesti kita kedepankan, merangkul dengan segmentasi yang berbeda-beda yang harus
kita hargai," katanya.
Batin Wulan, sapaan akrab Ketua Dekranasda
Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza juga berharap kolaborasi antara
Dekranasda dan APPMI dapat terus diperkuat sehingga pengembangan fesyen Lampung
tidak berhenti pada penyelenggaraan sebuah peragaan busana, tetapi mampu
memberikan dampak terhadap keberlanjutan pelaku ekonomi kreatif dan UMKM.
"Mudah-mudahan apa yang dilakukan ini kita
persembahkan untuk Lampung kita tercinta, untuk kita terus mengedepankan
identitas kita sebagai orang Lampung yang ada di Bumi Lampung ini,"
pungkasnya. [MFH/Pemerintah Provinsi Lampung]











3.jpg)