- 1.155 KPM PKH Palas Terindikasi Judol Rekening KPM Terblokir
- Bhabinkamtibmas Polsek Pugung Sambangi Rumah Duka Korban Perkelahian Maut
- Paripurna DPRD Tak Kuorum, Bupati Soroti Tanggung Jawab kepada 600 Ribu Warga
- Pemprov Lampung Jaga Kelancaran Pasokan Energi
- Polsek Limau Terima Penyerahan Gadis Kota Agung yang Dilaporkan Meninggalkan Rumah
- Kantor Pelayanan Haji dan Umroh Terpadu Lambar Mulai Dibangun
- Pemkot Metro dan Forkopimda Perkuat Kolaborasi Tata TPAS Karangrejo
- Rafieq: Persoalan TPAS Karangrejo Momentum Benahi Pengelolaan Sampah Metro
- Bupati Lamtim Dampingi Gubernur Tinjau Kebakaran Kawasan Way Kambas
- Pembangunan Gedung Cathlab RSUD Pesawaran Dimulai, Perkuat Akses Layanan Jantung
Pemprov Lampung Jaga Kelancaran Pasokan Energi
Penuhi Kebutuhan Masyarakat

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG bersubsidi
tetap aman dan terkendali. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya
pemerintah daerah menjaga kelancaran pasokan energi di tengah meningkatnya
kebutuhan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Lampung dalam
sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum,
dan Politik, Yanyan Ruchyansah, saat menjadi pembina apel mingguan di
lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Lampung, di Lapangan Korpri, Senin
(24/8/2026).
Gubernur menyampaikan bahwa Pemprov Lampung
terus melakukan pemantauan terhadap realisasi penyaluran sejumlah komoditas
energi bersubsidi untuk memastikan pasokan tetap tersedia dan kebutuhan
masyarakat dapat terpenuhi.
Baca Lainnya :
- Rakernas I APTISI 2026 di Lampung, Perguruan Tinggi Didorong Jadi Motor Pembangunan Daerah0
- Gubernur Mirza Dorong Perguruan Tinggi jadi Mitra Strategis Pembangunan Lampung0
- ILUNI UI Lampung Didorong Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah0
- Gubernur dan Pangdam Lepas Gerak Jalan Sehat HUT ke 81 Kemerdekaan RI0
- Pemprov Dukung Pemeriksaan Tematik BPK RI Perkuat Ketahanan Energi0
Berdasarkan data per 31 Juli 2026, realisasi
penyaluran sejumlah komoditas energi tercatat telah melampaui alokasi
proporsional periode berjalan.
Untuk LPG 3 kilogram, kuota yang tersedia
mencapai 219.740 metrik ton, dengan realisasi penyaluran sebesar 145.765 metrik
ton atau 66 persen. Jika dibandingkan dengan alokasi proporsional, realisasi
tersebut telah mencapai 115,99 persen.
Sementara itu, kuota Pertalite tercatat sebesar
695.210 kiloliter, dengan realisasi penyaluran mencapai 418.296 kiloliter atau
60,2 persen. Angka tersebut setara dengan 103,59 persen dari alokasi
proporsional.
Untuk Biosolar, dari total kuota 790.961
kiloliter, realisasi penyaluran hingga 31 Juli 2026 mencapai 490.544 kiloliter
atau 62 persen, atau 106,78 persen dari alokasi proporsional.
Pemprov
Antisipasi Kenaikan Konsumsi
Tingginya realisasi penyaluran tersebut
menunjukkan adanya peningkatan kebutuhan energi masyarakat. Karena itu, Pemprov
Lampung tidak hanya mengandalkan alokasi yang tersedia, tetapi juga menyiapkan
langkah antisipasi agar pasokan tetap mencukupi sampai penghujung tahun.
Gubernur mengatakan, berdasarkan tren konsumsi
hingga memasuki triwulan IV 2026, Pemprov Lampung akan melakukan langkah
penambahan kuota BBM bersubsidi untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat
terpenuhi.
“Secara keseluruhan, ketersediaan BBM dan LPG
bersubsidi di Provinsi Lampung masih aman dan terkendali. Namun, dengan melihat
tren konsumsi hingga triwulan IV-2026, kami akan melakukan penambahan kuota BBM
bersubsidi guna memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun,” ujar Gubernur dalam
sambutan tertulisnya.
Langkah tersebut sekaligus menunjukkan peran
Pemprov Lampung dalam menjaga kesinambungan pasokan energi, terutama komoditas
bersubsidi yang berkaitan langsung dengan kebutuhan rumah tangga, transportasi,
serta aktivitas ekonomi masyarakat.
Pemprov Lampung juga mengimbau masyarakat agar
tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying. Masyarakat
diminta menggunakan BBM dan LPG secara bijak serta memastikan penggunaannya
tepat sasaran.
Perkuat
Ketahanan dan Kemandirian Energi
Selain memastikan pasokan energi jangka pendek,
Pemprov Lampung juga terus mendorong penguatan ketahanan dan kemandirian energi
daerah dalam jangka panjang.
Upaya tersebut dinilai semakin penting di
tengah dinamika global dan ketidakpastian geopolitik yang dapat berdampak
terhadap sektor energi. Kebijakan tersebut juga sejalan dengan Astacita
Presiden Republik Indonesia yang mendorong terwujudnya swasembada energi
sekaligus pengembangan ekonomi hijau.
Lampung memiliki potensi besar dalam
pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT), dengan total potensi kapasitas
mencapai 124.486 MW. Potensi tersebut didominasi energi surya sebesar 121.480
MW, panas bumi 1.758 MW, dan energi angin 1.137 MW.
Namun, pemanfaatan potensi EBT tersebut saat
ini baru sekitar 501,8 MW. Kondisi tersebut menunjukkan masih terbukanya
peluang investasi dan pengembangan energi terbarukan di Lampung.
Dari sisi bauran energi, Lampung mencatat
capaian positif. Pada 2025, bauran energi EBT telah mencapai 36,89 persen,
melampaui target dalam Rencana Umum Energi Daerah (RUED) sebesar 36 persen.
Ke depan, capaian tersebut akan terus
ditingkatkan dengan target bauran EBT mencapai 47 persen pada 2050.
Dorong
Eksplorasi Sumber Energi Baru
Untuk memperkuat ketahanan energi daerah,
Pemprov Lampung juga mendorong eksplorasi dan pengembangan berbagai sumber
energi baru.
Di sektor minyak dan gas bumi, pengembangan
diarahkan antara lain melalui Wilayah Kerja (WK) Air Komering di Kabupaten Way
Kanan serta Survei Sistemik Sumatera Selatan Area 1 yang mencakup wilayah
Lampung Tengah, Lampung Timur, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, dan Way
Kanan.
Pengembangan energi panas bumi juga terus
didorong di sejumlah Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP), antara lain Danau Ranau,
Sekincau Selatan, Way Panas, Way Ratai, dan Rajabasa.
Khusus di Way Panas, pengembangan diarahkan
pada pilot plan Green Hydrogen sebagai salah satu langkah awal mempersiapkan
sumber energi masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Gubernur menegaskan bahwa ketahanan energi
merupakan bagian penting dari ketahanan daerah. Karena itu, upaya menjaga
pasokan energi saat ini harus berjalan beriringan dengan pengembangan sumber
energi baru dan terbarukan.
“Ketahanan energi adalah
bagian penting dari ketahanan daerah. Mari kita jaga ketersediaan energi ini
sekaligus mempercepat pengembangan energi terbarukan. Dengan kerja bersama dan
pengelolaan yang tepat, Lampung memiliki peluang besar untuk semakin mandiri
dan kuat dalam sektor energi,” pungkasnya. [MFH/Pemerintah Provinsi Lampung]











3.jpg)