- Kakanwil Kemenag Tekankan Penguatan Pelayanan Umat Saat Kunjungan ke KUA Gisting Tanggamus
- Petani Cabai Lamsel Keluhkan Biaya Produksi Melonjak, Harga Jual Justru Anjlok Saat Panen Raya
- PTPN I Polisikan Lansia 72 Tahun Kasus Pencurian Getah Karet
- Rekam Jejak Polwan Pertama jadi Kapolsek di Polres Tanggamus, dari Reskrim Hingga Humas
- SDN 1 Tekad Raih Juara 1 Tari Kreasi dan jadi Juara Umum FLS3N Kecamatan Pulau Panggung
- Kabidkeu dan Kabid Dokkes Polda Lampung Pimpin Apel Pamatwil Polres Tanggamus
- Diduga Lakukan Kekerasan Verbal terhadap Anak, Oknum Collector OTO Finance Resmi Dilaporkan
- Operasi Pasar Minyakita Digelar Serentak pada 15 Kabupaten/Kota di Lampung
- Pesawaran Tampilkan Produk Unggulan UP2K Dalam Kunjungan Kerja TP PKK Pusat di Lampung
- Bupati Pringsewu Audiensi dengan Ombudsman Lampung Bahas Pelayanan Publik
Pemprov Lampung Perkuat Stabilitas Harga Bahan Pangan Lewat Operasi Pasar

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Sekretaris Daerah
Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor)
Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 secara virtual di Ruang Command Center
Lantai II Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Senin (11/05/2026).
Rakor dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian
Dalam Negeri, Tomsi Tohir. Dalam arahannya, Ia menyoroti kenaikan harga bahan
pokok diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) di sejumlah daerah. Sekjen Kemendagri
menegaskan bahwa HET merupakan aturan yang harus dipatuhi seluruh daerah.
“HET adalah patokan kita, suatu peraturan yang
dibuat untuk tidak dilanggar dan harus tetap berada di bawah HET. Kenaikan
harga sedikit saja di atas HET harus segera dikendalikan,” tegas Tomsi.
Baca Lainnya :
- Pemprov Lampung Perkuat Ekonomi Syariah Melalui LaSEF 20260
- Pemprov Lampung Dorong Desa jadi Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi0
- Pornas Korpri 2027, Peluang Dongkrak UMKM dan Pariwisata Lampung0
- Lampung Siap jadi Kekuatan Pangan Nasional, Gubernur Libatkan ISPI Perkuat Sektor Peternakan0
- Pemprov Lampung Perkuat SPMB, Wujudkan Pendidikan Inklusif dan Berkualitas0
Sementara itu, Direktur Badan Pusat Statistik
(BPS), Sarpono, menjelaskan bahwa perkembangan inflasi Indonesia pada April
2026 secara bulanan (month to month/m-to-m) berada pada angka 0,13 %.
“Sampai dengan April 2026, Indonesia mengalami
satu kali deflasi pada Januari sebesar 0,15 %, kemudian tiga kali inflasi pada
Februari, Maret, dan April masing-masing sebesar 0,68 %, 0,41 %, dan 0,13 %.
Secara kalender atau year-to-date, inflasi Indonesia hingga April 2026 sebesar
1,06 %,” ujar Sarpono.
Sarpono juga menegaskan sejumlah komoditas yang
memberikan andil tertinggi terhadap inflasi tahun kalender April 2026, di
antaranya emas perhiasan, minyak goreng, beras, tarif angkutan udara, dan
tomat.
Berdasarkan Indeks Perkembangan Harga (IPH) bulan
Mei, Provinsi Lampung mengalami kenaikan harga sebesar 0,69 %. Sementara
Kabupaten Lampung Barat masuk dalam 10 besar daerah dengan kenaikan IPH
tertinggi secara nasional sebesar 3,16 %.
Menindaklanjuti arahan Sekjen Kemendagri,
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan menegaskan komitmen
Pemerintah Provinsi Lampung untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap
terkendali dan stok komoditas mencukupi di seluruh kabupaten/kota.
Sekda juga menginstruksikan fokus pengendalian
pada komoditas prioritas, khususnya Minyakita dan minyak goreng premium yang
sebelumnya sempat mengalami kelangkaan akibat dialokasikan untuk bantuan
pangan.
Selain itu, intervensi juga dilakukan melalui
penyaluran beras SPHP dari Bulog serta pengendalian harga komoditas lain
seperti gula pasir, cabai rawit, bawang merah, daging ayam ras, dan daging
sapi.
Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan,
Pemerintah Provinsi Lampung akan melaksanakan Operasi Pasar secara serentak di
15 kabupaten/kota mulai Selasa (12/05/2026).
Kegiatan ini merupakan bentuk intervensi
pemerintah daerah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan angka
inflasi di Provinsi Lampung.
Pelaksanaan operasi pasar akan dipusatkan di 20
titik pasar pantauan utama berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan
Kebutuhan Pokok (SP2KP).
Melalui gerakan serentak ini, ditargetkan harga
minyak goreng dan kebutuhan pokok lainnya yang berada di atas HET dapat segera
turun dan terjangkau oleh seluruh masyarakat Lampung. [MFH/Dinas Kominfotik
Provinsi Lampung]











3.jpg)