- Pemprov Tangani Kerusakan Infrastruktur dan Siapkan Perbaikan Permanen Ruas Jalan di Pesawaran
- TP. PKK Provinsi Lampung Salurkan Bantuan di Sejumlah Kecamatan Kota Metro
- Diguyur Hujan, Aksi Berbagi Takjil TP. PKK dan DWP Pemprov Lampung Tetap Disambut Antusias Warga
- Polsek Kota Agung Tangkap Pencuri 3 HP di Kota Agung Timur
- Polres Tanggamus Gelar Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama Organisasi Mahasiswa
- Polda Lampung Siapkan Delay System pada Arus Mudik- Balik Lebaran 2026
- Perkuat Sinergi, Kapolda Lampung Buka Puasa Bersama BEM
- Pamapta Polres Tanggamus Identifikasi dan Evakuasi Pengendara Korban Ranting Patah di Kotim
- Kolaborasi TP. PKK, DWP, dan OPD Provinsi Lampung Bagikan Ratusan Takjil untuk Masyarakat
- Wagub Jihan Ajak Pengurus Ciptakan Kader Pramuka yang Unggul, Inklusif, dan Berdaya Saing
Pengukuhan Bunda Literasi, Tim Literasi dan IPI Kota Metro Perkuat Gerakan Literasi Daerah

METRO, MFH,-- Pemerintah Kota Metro
menggelar Pelantikan Tim Literasi Kota Metro, Pengukuhan Bunda Literasi
Kecamatan dan Kelurahan, serta Pelantikan Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan
Indonesia (IPI) Kota Metro Tahun 2026 di Ruang Auditorium UIN Jurai Siwo
Lampung, Rabu (25/02/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum
strategis dalam memperkuat komitmen bersama membangun budaya literasi yang
berkelanjutan di Bumi Sai Wawai.
Kepala Dinas Perpustakaan dan
Kearsipan Daerah Kota Metro, Dra. Farida, M.Si, dalam laporannya menyampaikan
bahwa kegiatan ini merupakan bentuk penguatan sinergi antar pemangku
kepentingan dalam mendukung gerakan literasi daerah.
Baca Lainnya :
- Pemkot Metro Gelar Safari Ramadan 1447 H, Pererat Silaturahmi dengan Masyarakat0
- Plh Sekda Kota Metro Pimpin Safari Ramadan 1447 H di Purwosari0
- Gubernur Lampung Tinjau Jalan Pattimura, 10 Miliar Siap Digunakan untuk Perbaikan0
- Perombakan Besar Pemkot Metro, 17 Pejabat Resmi Dilantik Wali Kota0
- Pemkot Metro Serahkan Bantuan 7 Bentor dan 22 Unit Bin Kontainer Sampah Organik untuk SPPG0
Farida menjelaskan bahwa di era
transformasi digital saat ini masyarakat dituntut memiliki kecakapan literasi
yang lebih luas, termasuk literasi informasi dan literasi digital.
“Diperlukan upaya yang terstruktur,
kolaboratif, dan berkelanjutan untuk membangun budaya literasi di seluruh
lapisan masyarakat, mulai dari keluarga, satuan pendidikan, hingga komunitas,”
ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan
kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam mendukung keberhasilan
pembangunan daerah, dan salah satu indikator pentingnya adalah tingkat literasi
masyarakat.
Menurutnya, Kota Metro dengan visi
“Metro Kota Cerdas Berbasis Jasa dan Budaya yang Religius” memiliki potensi
besar dalam pengembangan gerakan literasi.
Namun demikian, Farida menegaskan
bahwa penguatan ekosistem literasi membutuhkan peran aktif pemerintah daerah,
organisasi profesi, komunitas, dan keluarga.
Farida juga menyebut keberadaan
Bunda Literasi di tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan sangat strategis
dalam menumbuhkan budaya baca sejak usia dini hingga masyarakat umum.
“Bunda Literasi diharapkan menjadi
figur penggerak, inspirator, sekaligus teladan dalam membangun kebiasaan
membaca di lingkungan keluarga dan masyarakat,” katanya.
Selain itu, pembentukan dan
pengukuhan Tim Literasi Kota Metro dilakukan sebagai wadah koordinasi serta
pelaksana program-program literasi yang terarah dan terukur.
Di sisi lain, Ikatan Pustakawan
Indonesia (IPI) disebut memiliki peran penting dalam meningkatkan kompetensi
dan profesionalisme pustakawan sebagai pengelola layanan informasi dan agen
perubahan.
Farida menerangkan bahwa kegiatan
ini memiliki landasan hukum yang kuat, di antaranya Undang-Undang Nomor 43
Tahun 2007 tentang Perpustakaan serta sejumlah peraturan daerah dan peraturan
wali kota terkait penyelenggaraan perpustakaan.
Ia juga menyampaikan bahwa maksud
kegiatan ini adalah mengukuhkan secara resmi Bunda Literasi, Tim Literasi, dan
Pengurus IPI sebagai penggerak literasi daerah.
“Kami ingin memperkuat komitmen dan
sinergi antar pemangku kepentingan serta menegaskan peran strategis
masing-masing unsur dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui
gerakan literasi,” jelasnya.
Adapun tujuan kegiatan ini, lanjut
Farida, antara lain meningkatkan koordinasi antara pemerintah daerah,
organisasi profesi, komunitas literasi, dan masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini juga
bertujuan mendorong tumbuhnya budaya baca di lingkungan keluarga, sekolah, dan
masyarakat, serta mengoptimalkan program literasi yang terarah dan
berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 5
Bunda Literasi Kecamatan, 44 anggota Tim Literasi Kota Metro, dan 38 Pengurus
IPI Kota Metro resmi dikukuhkan dan dilantik.
Farida mengungkapkan bahwa
pelaksanaan kegiatan ini tidak menggunakan anggaran APBD, melainkan melalui
partisipasi dan dukungan sukarela dari berbagai pihak sebagai bentuk komitmen
bersama.
“Melalui kolaborasi yang kuat, kami
optimis gerakan literasi di Kota Metro akan semakin masif, inovatif, dan
berdampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ungkapnya.
Sementara itu, Wali Kota Metro, Hi.
Bambang Iman Santoso, S.Sos., M.Pd.I. dalam sambutannya menyampaikan rasa
syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dalam keadaan sehat dan penuh
kebersamaan.
Ia juga mengajak seluruh hadirin
untuk senantiasa bershalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
serta meneladani nilai-nilai yang diajarkan.
Dalam arahannya, Wali Kota
menegaskan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis,
melainkan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan
berkarakter.
“Kota Metro sebagai Kota Pendidikan
memiliki tanggung jawab moral untuk terus memperkuat budaya literasi di tengah
masyarakat,” tegas Bambang.
Ia menyebut pengukuhan Bunda
Literasi, Tim Literasi, dan IPI bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen
bersama untuk menggerakkan budaya literasi dan meningkatkan kualitas layanan
perpustakaan.
Menurutnya, peran Bunda Literasi
sangat strategis sebagai penggerak dan inspirator dalam membangun kebiasaan
membaca sejak dini.
Sebagai Wali Kota Metro, ia juga
menekankan pentingnya peran Tim Literasi sebagai motor penggerak program
berbasis komunitas serta IPI dalam memperkuat profesionalisme pustakawan.
“Saya berharap akan lahir berbagai
program kreatif dan berkelanjutan yang mampu menjangkau seluruh lapisan
masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa literasi harus
menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, dunia pendidikan,
komunitas, dunia usaha, dan keluarga.
Di akhir sambutannya, Wali Kota
mengucapkan selamat kepada seluruh Bunda Literasi, Tim Literasi, dan Pengurus
IPI yang telah dikukuhkan, seraya mengajak semua pihak menjadikan literasi
sebagai gerakan nyata demi kemajuan dan daya saing Kota Metro. [MFH/Diskominfo
Metro]











3.jpg)