- RSUD Tubaba Jalani Verifikasi Lapangan Layanan Dialisis
- Pemkot Metro Serahkan Bantuan 7 Bentor dan 22 Unit Bin Kontainer Sampah Organik untuk SPPG
- Pemkot Metro Gelar Safari Ramadan Serahkan Bantuan Hibah ke Masjid Al Watoniah
- Serah Terima Jabatan Sekretaris Daerah Kota Metro, Kusbani Resmi Gantikan Bayana
- OJK Lampung dan Pemkot Metro Luncurkan EPIK untuk Tingkatkan Literasi Keuangan Santri
- Satu Tahun Kepemimpinan Ela–Azwar di Lampung Timur
- Bupati Ela Siti Nuryamah Teken Serah Terima Alat Cathlab dari Kemenkes RI untuk RSUD Sukadana
- Bupati Dedi Irawan Dorong Percepatan Akses Jalan RSUD KH. Muhammad Thohir Bersama BPKP
- Polda Bersama Bapanas RI dan Stakeholder Laksanakan Sidak Saber Pangan di RPH Terbesar Lampung
- Polda Lampung Gagalkan Penyelundupan 17,29 Kg Sabu di Bakauheni
Pemkot Metro Serahkan Bantuan 7 Bentor dan 22 Unit Bin Kontainer Sampah Organik untuk SPPG

METRO, MFH,-- Pemerintah Kota Metro
melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar kegiatan penyerahan bantuan
sarana dan prasarana persampahan yang dirangkaikan dengan peringatan Hari
Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 di Halaman Kantor DLH Kota Metro,
Jumat (20/02/2026)
Kegiatan tersebut menjadi momentum
penguatan komitmen bersama dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang
berkelanjutan, sekaligus mendukung tema nasional HPSN tahun ini, yakni
“Kolaborasi untuk Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah)”.
Kepala DLH Kota Metro, Yerri Ehwan,
dalam laporannya menyampaikan bahwa peringatan HPSN 2026 menekankan pentingnya
sinergi multipihak dalam tata kelola persampahan yang sesuai dengan kebijakan
nasional melalui Kementerian Lingkungan Hidup mendorong transformasi
pengelolaan sampah berbasis sumber serta penguatan peran pemerintah daerah.
Baca Lainnya :
- Pemkot Metro Gelar Safari Ramadan Serahkan Bantuan Hibah ke Masjid Al Watoniah0
- Serah Terima Jabatan Sekretaris Daerah Kota Metro, Kusbani Resmi Gantikan Bayana0
- OJK Lampung dan Pemkot Metro Luncurkan EPIK untuk Tingkatkan Literasi Keuangan Santri0
- Wali Kota Metro Pimpin Rakor Bulanan, Tekankan Stabilitas Harga dan Kesiapsiagaan Ramadan0
- Kota Metro Terpilih Sebagai Lokasi Uji Coba Digitalisasi Bansos0
“Sejalan dengan arahan Presiden
Republik Indonesia, pengelolaan sampah harus dilakukan secara sistematis mulai
dari pemilahan di sumber, pengurangan sampah organik, hingga pemanfaatan
kembali melalui pendekatan ekonomi sirkular,” ujar Yerri.
Menurutnya, pendekatan tersebut
mendorong penyelesaian persoalan sampah di tingkat kelurahan dan kecamatan,
guna mengurangi beban pengangkutan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), salah
satunya dengan melakukan penguatan teknologi pengolahan skala mikro yang ramah
lingkungan sebagai strategi untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah di tingkat
wilayah.
Dalam laporannya, Yerri menjelaskan
bahwa pada kegiatan hari ini DLH menyerahkan 7 unit kendaraan roda tiga
(bentor) yang terdiri dari enam unit untuk kelurahan dan satu unit untuk Satgas
Kebersihan DLH.“Enam bentor kami serahkan kepada enam kelurahan yang tersebar
di Metro Utara, Metro Barat, Metro Selatan, dan Metro Pusat, sedangkan satu
unit digunakan untuk Satgas DLH,” jelasnya.
Berdasarkan data, bentor diberikan
di Metro Utara kepada Kelurahan Banjarsari dan Karangrejo, di Metro Selatan
untuk Margodadi, di Metro Barat untuk Mulyosari dan Ganjarasri, serta di Metro
Pusat untuk Hadimulyo Barat.
Bantuan tersebut, lanjut Yerri,
bertujuan meningkatkan jangkauan layanan pengangkutan sampah di wilayah yang
belum optimal terlayani armada truk. “Bentor ini juga akan memperkuat peran
Satuan Operasi Penggerak Lingkungan (SOKLI) dalam pengangkutan sampah rumah ke
rumah secara terjadwal,” katanya.
Selain bentor, DLH juga menyerahkan
22 unit bin kontainer sampah organik kepada pengelola SPPG MBG/Sarjana
Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) MBG yang bersumber dari Kementerian
Lingkungan Hidup dan diperuntukkan bagi pengelolaan sisa makanan serta limbah
dapur secara higienis.
“Sampah organik dari dapur MBG
nantinya dikelola melalui pengomposan atau budidaya maggot , sehingga tidak
terbuang ke TPA dan bisa dimanfaatkan kembali,” ungkapnya.
Ia juga memaparkan bahwa lima unit
bentor berasal dari CSR Bank Lampung yang diserahkan pada akhir tahun 2025,
sementara dua unit lainnya bersumber dari DLH Kota Metro.
Terkait mekanisme retribusi, Yerri
menegaskan bahwa pihaknya saat ini tengah memperbaiki sistem penarikan dengan
mendorong pembayaran non-tunai melalui kerja sama dengan Dinas Kominfo.
“Ke depan, retribusi akan
menggunakan aplikasi e-billing yang kami beri nama e-Metro Asri. Jadi tidak ada
lagi setoran tunai, cukup bukti penyetoran ke rekening retribusi,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Metro
Bambang Iman Santoso menyampaikan bahwa tanggal 20 Februari menjadi momen
istimewa karena tepat satu tahun dirinya dan Wakil Wali Kota dilantik di Istana
Negara oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.
Ia mengungkapkan rasa syukur atas
satu tahun kepemimpinan yang telah dijalani dengan berbagai capaian kinerja,
meskipun dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat
yang membuat, salah satunya kinerja fisik kurang maksimal.
Pada kesempatan yang sama, Bambang
berpesan kepada para penerima bentor, manfaatkan bantuan ini sebaik-baiknya
untuk menunjang penyelesaian persoalan sampah yang tidak akan pernah berhenti
sehingga kita harus terus berusaha melakukan inovasi dan kreasi bersama camat,
lurah dan masyarakat agar dapat menciptakan lingkungan yang bersih.
Selanjutnya, Bambang juga mengajak
seluruh elemen masyarakat untuk menumbuhkan budaya malu membuang sampah
sembarangan dan memperkuat semangat gotong royong sebagaimana digaungkan dalam
Gerakan Indonesia ASRI.
“Sampaikan kepada siapa saja, mari
kita bangun budaya malu membuang sampah sembarangan. Lingkungan dapur MBG harus
bersih agar Kota Metro terhindar dari keracunan makanan, zero kasus,” tegasnya.
Sebagai Wali Kota Metro, Bambang
juga menyampaikan apresiasi kepada pasukan oranye dan seluruh petugas kebersihan
yang selama ini menjadi garda terdepan menjaga kebersihan Kota Metro.
[MFH/Diskominfo Metro]











3.jpg)