- Pemprov Dukung Pemeriksaan Tematik BPK RI Perkuat Ketahanan Energi
- PM-AAS dan POC Dongkrak Produktivitas Padi, Gubernur Mirza Perkuat Kemandirian Petani
- Teknologi Pertanian Modern Dorong Produktivitas Padi di Lampung Tengah
- Pemprov Lampung Perkuat Pengawasan Infrastruktur
- Dukung Pendidikan Berkualitas, Gubernur Mirza Perkuat Infrastruktur Sekolah
- Prosedur Permohonan Jawaban Informasi Publik ke Komisi Informasi Provinsi Lampung
- Pesawaran Perkuat Integrasi Data Pertanahan dan Pajak Melalui Layanan SPLP
- Ombudsman RI Lakukan Penilaian Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik
- Wabup Pringsewu Buka Gerakan Penetrasi Pasar di Gadingrejo
- Wabup Azwar Hadi Pimpin Finalisasi SOP dan Persiapan MRC Pekerja Migran
PM-AAS dan POC Dongkrak Produktivitas Padi, Gubernur Mirza Perkuat Kemandirian Petani

LAMPUNG TENGAH, MFH,-- Gubernur Lampung Rahmat
Mirzani Djausal menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk
memperkuat sektor pertanian melalui kolaborasi dengan Pemerintah Pusat, salah
satunya melalui penerapan Program Pertanian Modern Advanced Agricultural System
(PM-AAS).
Hal tersebut disampaikan Gubernur saat
menghadiri Panen Padi Model Program Pertanian Modern PM-AAS yang dilaksanakan
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Lampung di Desa Rama Nirwana,
Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah, Kamis (20/08/2026).
Panen tersebut menjadi momentum penting bagi
pengembangan pertanian modern di Lampung. Demfarm PM-AAS seluas 100 hektare
yang melibatkan empat kelompok tani dan sekitar 77 petani.
Baca Lainnya :
- Teknologi Pertanian Modern Dorong Produktivitas Padi di Lampung Tengah0
- Pemprov Lampung Perkuat Pengawasan Infrastruktur0
- Dukung Pendidikan Berkualitas, Gubernur Mirza Perkuat Infrastruktur Sekolah0
- Plt. Bupati Ajak Masyarakat Jadikan Semangat Kemerdekaan sebagai Modal Pembangunan0
- Kajari Lampung Tengah Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI0
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal mengatakan
hasil tersebut membuktikan bahwa penerapan teknologi pertanian modern mampu
meningkatkan produktivitas padi secara signifikan.
"Alhamdulillah, modeling PM-AAS yang
dilakukan di Provinsi Lampung hari ini sudah dipanen dan ubinannya juga luar
biasa, 11,4 ton. Tentunya piloting ini berhasil," ujar Gubernur.
Menurut Gubernur, keberhasilan demfarm tersebut
tidak boleh berhenti sebagai proyek percontohan. Pemprov Lampung akan mendorong
perluasan penerapan PM-AAS di berbagai wilayah agar peningkatan produktivitas
dapat dirasakan semakin banyak petani.
"Piloting ini berhasil. Kita akan
ekstensifikasi bagaimana ini akan sebanyak-banyaknya ditanam di Provinsi
Lampung," tegasnya.
Gubernur menjelaskan, Kementerian Pertanian
menargetkan penerapan PM-AAS di Provinsi Lampung mencapai 35.000 hektare hingga
Desember 2026.
Untuk mencapai target tersebut, Pemerintah
Provinsi Lampung akan memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Pertanian serta
pemerintah kabupaten/kota.
"Kita akan fokus, kita akan bantu, kita
akan berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian supaya target 35.000 ini bisa
tercapai," kata Gubernur.
Ia menilai peningkatan produktivitas pertanian
merupakan salah satu kunci dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung.
Dengan peningkatan produktivitas yang signifikan, pendapatan petani diharapkan
ikut meningkat.
"Kalau petani makmur, insyaallah Provinsi
Lampung makmur. Kalau petani maju, insyaallah Lampung maju," ujarnya.
Gubernur juga menekankan bahwa keberhasilan
pembangunan pertanian harus memberikan manfaat langsung kepada petani dan
keluarganya, termasuk dalam meningkatkan kemampuan mereka memenuhi kebutuhan
pendidikan dan kehidupan yang lebih layak.
Selain mendukung penerapan PM-AAS, Pemprov
Lampung juga mengembangkan program Pupuk Organik Cair (POC) sebagai bagian dari
upaya meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kemandirian sarana
produksi pertanian.
Gubernur mengatakan program POC yang
dikembangkan Pemprov Lampung merupakan hasil riset yang telah dilakukan sejak
2017 dan kemudian diadopsi menjadi program pemerintah daerah.
"Tahun ini sudah saya selesaikan, tahun
kemarin 500 titik desa, tahun ini 2.000 desa. Berarti nanti ada 2.500 desa.
Total semuanya 4 juta liter saya bagikan kepada seluruh petani," jelasnya.
Gubernur menargetkan seluruh lahan pertanian
Lampung secara bertahap dapat memperoleh dukungan POC.
Ia juga menyebutkan bahwa penerapan PM-AAS yang
dipadukan dengan POC menunjukkan hasil positif terhadap produktivitas tanaman.
"Ini kita sudah kolaborasi dengan PM-AAS
dengan metode penanaman Pak Amran dan alhamdulillah ada peningkatan
produktivitas, naik 10 persen lebih. Jadi ini adalah program pemerintah pusat
berkolaborasi dengan program Pemerintah Provinsi Lampung dan manfaatnya
langsung dirasakan oleh petani," ungkapnya.
Gubernur menambahkan, Pemprov Lampung menargetkan
produksi padi pada 2026 dapat mencapai sekitar 3,5 juta ton.
Target tersebut akan didukung melalui berbagai
strategi, antara lain peningkatan produktivitas, peningkatan indeks pertanaman
(IP), penguatan irigasi, penggunaan benih unggul, serta perluasan penerapan
teknologi pertanian modern.
Dengan semakin luasnya penerapan PM-AAS dan
peningkatan indeks pertanaman, Gubernur optimistis produksi padi Lampung dapat
terus meningkat.
"Ketika PM-AAS ini lebih banyak diterapkan
di seluruh sawah di Provinsi Lampung, dan IP juga naik tahun depan, saya yakin
kita bisa sampai 4 juta ton," ujarnya.
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal juga menegaskan
Lampung Tengah memiliki posisi strategis dalam pembangunan pertanian Lampung.
Sekitar 20 persen petani di Provinsi Lampung berada di Kabupaten Lampung
Tengah.
"Kalau memajukan Provinsi Lampung,
tengahnya Lampung yaitu Lampung Tengah ini harus didongkrak, harus
dimajukan," tegasnya.
Karena itu, Pemprov Lampung juga tengah mencari
mekanisme agar dapat turut berkontribusi dalam mendukung pembangunan
infrastruktur jalan desa yang menjadi penunjang aktivitas masyarakat dan sektor
pertanian.
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan
Pemprov Lampung akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan
seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan pertanian yang produktif, modern,
dan berkelanjutan.
"Ini adalah kesempatan emas bagi Provinsi
Lampung untuk meningkatkan kesejahteraannya," pungkas Gubernur.
Penanggung Jawab Luas Tambah Tanam (LTT) dan
Swasembada Pangan Provinsi Lampung Tin Latifah menyampaikan bahwa Lampung
merupakan salah satu dari lima besar provinsi pendukung produksi pangan
nasional.
Karena itu, keberhasilan peningkatan
produktivitas di Lampung memiliki arti strategis bagi pencapaian swasembada
pangan nasional.
"Lampung menjadi salah satu penyokong
capaian produksi nasional, masuk lima besar provinsi pendukung produksi
nasional. Jadi kalau Lampung terpuruk, nasional juga ikut terpuruk,"
ujarnya.
Tin mengapresiasi dukungan Gubernur Lampung
melalui program pupuk organik cair yang dinilai menunjukkan keberpihakan
pemerintah daerah terhadap petani.
Ia berharap keberhasilan PM-AAS di Seputih
Raman dapat menjadi penyemangat untuk memperluas penerapan teknologi tersebut
di wilayah lain.
"Selama ini kita meragukan produktivitas
padi itu tidak bisa lebih dari 10 ton kalau bukan benih padi hibrida. Ternyata
ini bisa," katanya.
Sementara itu, Plt. Bupati Lampung Tengah I
Komang Koheri mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Lampung dan pemerintah
pusat terhadap pengembangan sektor pertanian di Lampung Tengah.
Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian
Lampung Endro Gunawan mengatakan pelaksanaan demfarm PM-AAS di Rama Nirwana
mendapat dukungan berbagai pihak, mulai dari Pemprov Lampung, Pemkab Lampung
Tengah, Kementerian Pertanian, Pupuk Indonesia, BBWS Mesuji Sekampung, PLN,
penyuluh, hingga kelompok tani dan gapoktan.
Selain penerapan teknologi budidaya, dukungan
juga diberikan melalui bantuan combine harvester, drone sprayer, irigasi
perpompaan, listrik masuk sawah, benih unggul, serta sarana produksi pertanian.
Ia menyebut produktivitas rata-rata 11,2 ton
per hektare menjadi hasil yang sangat menjanjikan, terutama karena pelaksanaan
demfarm berlangsung pada kondisi kemarau.
Keberhasilan tersebut
diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah lain di Provinsi
Lampung. [MFH/Pemerintah Provinsi Lampung]











3.jpg)