- Pemprov Dukung Pemeriksaan Tematik BPK RI Perkuat Ketahanan Energi
- PM-AAS dan POC Dongkrak Produktivitas Padi, Gubernur Mirza Perkuat Kemandirian Petani
- Teknologi Pertanian Modern Dorong Produktivitas Padi di Lampung Tengah
- Pemprov Lampung Perkuat Pengawasan Infrastruktur
- Dukung Pendidikan Berkualitas, Gubernur Mirza Perkuat Infrastruktur Sekolah
- Prosedur Permohonan Jawaban Informasi Publik ke Komisi Informasi Provinsi Lampung
- Pesawaran Perkuat Integrasi Data Pertanahan dan Pajak Melalui Layanan SPLP
- Ombudsman RI Lakukan Penilaian Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik
- Wabup Pringsewu Buka Gerakan Penetrasi Pasar di Gadingrejo
- Wabup Azwar Hadi Pimpin Finalisasi SOP dan Persiapan MRC Pekerja Migran
Teknologi Pertanian Modern Dorong Produktivitas Padi di Lampung Tengah

LAMPUNG TENGAH, MFH,-- Pemerintah Provinsi Lampung
terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui penerapan teknologi
modern, pemanfaatan Pupuk Hayati Cair (PHC), penguatan pengelolaan air, serta
kemandirian petani dalam penyediaan alat dan mesin pertanian (Alsintan).
Upaya tersebut terlihat saat peninjauan
produksi dan pemanfaatan Pupuk Hayati Cair (PHC) yang dimanfaatkan Gabungan
Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa Rama Nirwana, Kecamatan Seputih Raman,
Kabupaten Lampung Tengah, Kamis (20/08/2026).
Dalam peninjauan tersebut, petani menyampaikan
adanya perubahan positif pada pertumbuhan tanaman padi setelah menggunakan PHC.
Tanaman yang sebelumnya terlihat kekuningan mulai menunjukkan pertumbuhan lebih
baik setelah mendapatkan perlakuan PHC.
Baca Lainnya :
- Pemprov Lampung Perkuat Pengawasan Infrastruktur0
- Dukung Pendidikan Berkualitas, Gubernur Mirza Perkuat Infrastruktur Sekolah0
- Plt. Bupati Ajak Masyarakat Jadikan Semangat Kemerdekaan sebagai Modal Pembangunan0
- Kajari Lampung Tengah Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI0
- Semarak HUT ke-81 RI Bersama GGF, Plt. Bupati Lamteng Ajak Perkuat Kebersamaan0
Petani dari Gapoktan Sri Rezeki 3, Surono,
mengatakan perubahan tanaman mulai terlihat sekitar satu hingga 10 hari setelah
penggunaan PHC. Daun tanaman menjadi lebih hijau, batang lebih kuat, dan
pertumbuhan bulir dinilai lebih baik.
"Waktu sebelum dikasih PHC, daunnya agak
kuning-kuning. Setelah satu minggu sampai 10 hari, sudah bisa hijau benar.
Batangnya kuat, sekarang helainya sampai ujung dan bulirnya juga
bertambah," ujar Surono.
Petani lain, Misrani juga mengatakan, tanaman
padi yang mendapatkan perlakuan PHC saat ini masih dalam proses menuju panen.
Ubinan dijadwalkan dilakukan dalam beberapa hari mendatang untuk mengetahui
hasil produktivitas secara lebih terukur.
Menurutnya, penerapan teknologi pertanian
tersebut memberikan optimisme terhadap peningkatan hasil panen. Pengalaman pada
musim sebelumnya juga menunjukkan adanya peningkatan produktivitas setelah
petani menerapkan PHC.
Sementara itu, petani lainnya, Suyono,
menyampaikan bahwa produktivitas padi yang sebelumnya berada pada kisaran
5,2–5,5 ton per hektare dapat meningkat menjadi sekitar 6,5 ton per hektare
setelah menggunakan PHC, termasuk pada musim rendeng.
"Rendeng kemarin biasanya 5,2 sampai 5,5
ton, setelah menggunakan ini bisa 6,5 ton. Hasilnya bagus," kata Suyono.
Ia menjelaskan, pemanfaatan PHC juga terus
dikembangkan di tingkat kelompok tani. Setelah sebelumnya memproduksi sekitar
10 drum, kelompoknya kembali memproduksi empat drum untuk memenuhi kebutuhan
petani dan kelompok tani di wilayah sekitar.
Selain pemanfaatan teknologi, kekompakan petani
menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan pertanian di Rama Nirwana.
Surono mengatakan, petani di wilayah tersebut
terbiasa melakukan pengendalian hama secara bersama-sama. Penanganan tikus dan
belalang tidak hanya dilakukan di lahan masing-masing, tetapi secara serentak
dalam satu hamparan.
"Masalah kekompakan di sini. Kalau satu
hamparan dikerjakan bersama-sama, insyaallah bisa berhasil. Untuk masalah tikus
dan belalang juga kita kerjakan bersama. Kalau ada lubang tikus, tidak peduli
itu sawah siapa, tetap kita tangani," jelasnya.
Kekompakan tersebut juga terlihat dari
tingginya tingkat pemanfaatan lahan. Surono menyebut sekitar 95 persen lahan
pertanian di wilayah Rama Nirwana dapat ditanami. Kondisi tersebut membuat
kawasan tersebut menjadi salah satu lokasi yang banyak dikunjungi kelompok tani
dari berbagai daerah untuk mempelajari praktik budidaya padi modern.
"Selama empat bulan ini sudah banyak yang
datang berkunjung. Ada dari Lampung Selatan, Tulang Bawang dan daerah lainnya.
Mereka datang untuk belajar menanam Arkansas," ungkapnya.
Penerapan Program Pertanian Modern–Advanced
Agricultural System (PM-AAS) juga memberikan sejumlah dukungan bagi petani,
termasuk pemanfaatan unsur silika, pestisida, hormon dan molybdenum sebagai
bagian dari teknologi budidaya.
Petani menyebut penggunaan teknologi tersebut
dapat membantu mempercepat masa panen hingga sekitar 10 hari. Selain itu, tahun
ini petani juga mendapatkan dukungan untuk mengetahui kondisi pH tanah sebagai
bagian dari upaya meningkatkan ketepatan dalam pengelolaan lahan.
Pemerintah Provinsi Lampung menilai penerapan
teknologi tersebut memiliki potensi besar apabila dapat diterapkan secara luas.
Peningkatan produktivitas satu ton gabah per hektare saja dinilai mampu
memberikan tambahan pendapatan yang cukup signifikan bagi petani.
Di sisi lain, ketersediaan air masih menjadi
salah satu tantangan yang dihadapi petani di sejumlah wilayah persawahan Rama
Nirwana.
Kondisi saluran irigasi dan perbedaan elevasi
menyebabkan air sulit masuk ke beberapa areal persawahan, terutama ketika musim
kemarau. Karena itu, pemerintah mendorong pemanfaatan sumur bor dan pompa
sebagai solusi pendukung.
Namun, keterbatasan bantuan pemerintah membuat
tidak semua kelompok tani dapat memperoleh bantuan pompa secara bersamaan.
Gubernur Lampung menekankan pentingnya
mekanisme gotong royong agar petani yang belum mendapatkan bantuan tetap dapat
memperoleh akses air.
"Pemerintah memang membantu pompa, tetapi
bantuannya terbatas dan tidak bisa semuanya sekaligus. Sambil menunggu, kita
dorong gotong royong. Ada yang dapat bantuan, ada yang belum, yang belum kita
bantu bersama. Yang penting semuanya kebagian air," ujar Gubernur.
Menurutnya, mekanisme pembayaran setelah panen
atau yarnen juga dapat didiskusikan di tingkat Gapoktan sebagai bentuk usaha
bersama untuk mendukung operasional pompa.
Selain air, pemerintah juga mendorong Gapoktan
agar mulai membangun kemandirian dalam penyediaan Alsintan.
Kepemilikan traktor, combine harvester, maupun
peralatan pertanian lainnya di tingkat Gapoktan dinilai dapat membantu petani
mengatasi keterbatasan akses terhadap alat saat musim tanam dan panen.
Gubernur berharap Gapoktan tidak hanya menjadi
wadah kelompok tani, tetapi juga dapat berkembang menjadi unit usaha yang mampu
menyediakan layanan Alsintan bagi anggotanya.
Menurutnya, kemandirian Alsintan juga dapat
mengurangi ketergantungan terhadap bantuan pemerintah yang jumlah dan
penyalurannya dilakukan secara bertahap.
Pemerintah Provinsi Lampung akan terus
mendorong kolaborasi antara pemerintah, Gapoktan dan petani dalam memperkuat
ekosistem pertanian, mulai dari penyediaan air, penggunaan pupuk hayati,
pengendalian hama secara terpadu, hingga kemandirian Alsintan. [MFH/Pemerintah
Provinsi Lampung]











3.jpg)