- Klarifikasi Video Beredar, Agus Munada Minta Publik Tak Terburu-buru Menghakimi
- Cegah Kejahatan Keuangan Digital, Pemkab Pesawaran Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat
- Semarakkan HUT ke-81 RI, Pemkab Gelar Lomba Senam Lampung Timur Makmur
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tinjau Saluran Irigasi di Desa Tegal Ombo
- SLB Insan Madani Metro Lepas Sembilan Peserta Didik, Dorong Lulusan Mandiri dan Berdaya
- Disporapar dan Ekraf Kota Metro Dorong Kalender Event 2027 untuk Dongkrak PAD
- Pemkab Lamteng Perkuat Pemahaman Hukum Camat dan Kepala Kampung
- Pemkab Lamteng Perkuat Penanganan Anak Tidak Sekolah melalui FGD Wajar 13 Tahun
- Semarak HUT ke-81 RI, Pemkab Pesisir Barat Perkuat Semangat Konservasi
- Evaluasi Pokbinwil TP-PKK Tanggamus, Siti Mahmudah Tekankan Sinergi dan Inovasi Kader
Polsek Pulau Panggung Identifikasi Balita Tenggelam di Kolam Penampungan


TANGGAMUS, MFH,-- Peristiwa tragis menimpa
seorang balita di wilayah Kecamatan Ulu Belu, Kabupaten Tanggamus. Seorang anak
berusia 3 tahun ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di kolam penampungan
air di area perkebunan kopi, Rabu (8/4/2026) siang.
Kapolsek Pulau Panggung Iptu Suamin mengatakan
korban diketahui bernama Ahmad Alwi (3), putra dari Supriono (42) warga Dusun
Karang Sari, Pekon Gunung Sari, Kecamatan Ulu Belu.
Baca Lainnya :
- Polsek Kota Agung Ungkap Kasus Pencurian Handphone di Way Gelang0
- Polsek Wonosobo Identifikasi Puting Beliung di Pekon Banyu Urip0
- Polsek Pulau Panggung Identifikasi dan Evakuasi Penemuan Mayat di Pekon Tekad0
- Polres Tanggamus Gelar Penandatanganan Pakta Integritas Penerimaan Polri 2026 0
- Bupati dan Wakil Hadiri Upacara Memperingati HUT ke-29 Kabupaten Tanggamus0
"Korban ditemukan dalam kondisi mengambang
di bak penampungan air yang digunakan untuk penyemprotan kebun, dengan
kedalaman sekitar 60 sentimeter," kata Iptu Suamin mewakili Kapolres
Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H., Kamis 9 April 2026.
Kapolsek menjelaskan, kronologi kejadian
berdasarkan keterangan saksi, sebelumnya korban ikut bersama kedua orang tua
dan neneknya yang sedang bekerja sebagai buruh petik kopi di kebun milik warga
setempat.
Sekitar pukul 10.00 WIB, pemilik kebun sempat
menghampiri para pekerja dan melihat korban berada di sekitar gubuk kebun.
Korban kemudian diberi jajanan sebelum
ditinggal kembali oleh pemilik kebun untuk melanjutkan aktivitasnya. Saat itu,
korban berada tidak jauh dari kedua orang tuanya yang tengah memetik kopi.
Namun, sekitar pukul 11.00 WIB, saksi pemilik
kebun dikejutkan dengan kondisi korban yang sudah mengambang di dalam bak
penampungan air. Saksi kemudian berteriak memanggil orang tua korban dan
bersama-sama mengevakuasi korban dari dalam bak air tersebut.
Korban sempat dibawa ke bidan terdekat
menggunakan sepeda motor untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun setelah
dilakukan pemeriksaan, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
"Dari hasil pemeriksaan awal, tidak
ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," jelasnya.
Kapolsek mengungkapkan, pihaknya telah
mendatangi lokasi kejadian dan melakukan pemeriksaan serta meminta keterangan
dari para saksi. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, peristiwa tersebut
murni merupakan musibah.
Pihak keluarga korban menerima kejadian ini
sebagai takdir dan telah membuat surat pernyataan menolak dilakukan autopsi.
"Jenazah korban kemudian dibawa pulang ke
rumah duka untuk dimakamkan di TPU Pekon Gunung Sari," ungkapnya.
Kesempatan itu, Kapolsek mengimbau kepada
masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan
terhadap anak-anak.
"Tingkatkan pengawasan kepada anak-anak,
terlebih di area berisiko seperti perkebunan dan tempat penampungan air, guna
mencegah kejadian serupa terulang kembali," tandasnya. [MFH/Din/rils]











3.jpg)