- Dilantik di Tengah Pasar, Bupati Egi Ingatkan Pejabat soal Realitas Pengabdian
- Siswa SMK PGRI 1 Semaka Tampilkan Tari Kreasi Adat Lampung di Musrenbang
- BPRS Diminta Tingkatkan Inovasi Program
- Laksanakan Musrenbang Hybrid, Bupati Tegaskan Akses Menuju Lokasi Pendidikan jadi Skala Perioritas
- Pemprov Lampung Tegaskan Jembatan Way Bungur akan Dibangun Ulang
- Hadiri Rakornas 2026, Bupati–Wakil Bupati Lambar Tegaskan Siap Jalankan Arahan Presiden
- Sekda Lampung Barat Tegaskan SPPG Harus Sajikan Makanan Layak Konsumsi
- Pemkab Lamteng Evaluasi Belanja Produk Dalam Negeri Tahun 2025
- Pemkab Bahas Kesepakatan PBJT Tenaga Listrik dengan PT PLN (Persero)
- Bupati dan Wakil Bupati Tanggamus Hadiri Rapat Koordinasi Nasional di Bogor
Sekda Lampung Barat Tegaskan SPPG Harus Sajikan Makanan Layak Konsumsi

LAMPUNG BARAT, MFH,-- Sekretaris
Daerah (Sekda) Lampung Barat, Drs. Nukman, MM., menegaskan pentingnya
pengawasan ketat terhadap kualitas makanan yang disajikan Satuan Pelayanan
Pemenuhan Gizi (SPPG), agar tidak ditemukan makanan yang tidak layak konsumsi
oleh anak-anak di sekolah.
Hal itu disampaikannya saat
meresmikan SPPG Bumasya Cooking Pasar Liwa 2, Kecamatan Balik Bukit, Selasa
(3/2/2026).
SPPG Bumasya Cooking Pasar Liwa 2
yang berlokasi di Jl. Gajah Mada, Perumahan Seranggas Permai No. 99 Seranggas,
Kelurahan Pasar Liwa, Kecamatan Balik Bukit, resmi beroperasi di bawah naungan
Yayasan Pengembangan Potensi Sumber Daya Pertahanan (YPPSDP).
Baca Lainnya :
- Diskominfo Hadirkan Aplikasi Bakas untuk Permudah Pelayanan Administrasi Pegawai0
- Bupati Parosil: Seni Perekat Perbedaan0
- Bupati Parosil: Belajar Mengaji Tak Cukup Dari Medsos0
- Bupati Parosil: Program 5 Aksi PM dan 4 Komitmen PM Fondasi Peningkatan Kualitas Pendidikan0
- Mad Hasnurin Lantik 23 Pejabat Fungsional Pemkab Lambar0
Peresmian tersebut ditandai dengan
pengguntingan pita oleh Sekda Lampung Barat, dilanjutkan dengan peninjauan
langsung fasilitas dapur SPPG.
Acara grand launching turut
disaksikan perwakilan Forkopimda, perangkat daerah Lampung Barat, Ketua SPPG
Lampung Barat Drs. Ahmad Hikami yang juga menjabat sebagai Asisten Bidang
Pemerintahan dan Kesra, Camat Balik Bukit, serta para perwakilan guru di wilayah
setempat.
Dalam sambutannya, Nukman
menekankan bahwa SPPG merupakan ujung tombak pelaksanaan Program Makan Bergizi
Gratis (MBG) sehingga kualitas makanan harus benar-benar dijaga.
“Makanan yang disajikan harus
berkualitas. Jangan sampai lengah dari apa yang sudah menjadi tugas dan
tanggung jawab. Beberapa waktu lalu sempat beredar di media sosial adanya SPPG
yang menyajikan makanan berulat dan tidak layak konsumsi. Jangan sampai hal
seperti ini terjadi,” tegasnya.
Ia menambahkan, pengawalan dan pengawasan
harus dilakukan secara ketat agar tujuan program MBG benar-benar tercapai.
“Jangan sampai anak di sekolah
menemukan makanan tidak layak konsumsi. SPPG harus memastikan makanan higienis,
berkualitas, dan sesuai standar gizi yang telah ditetapkan pemerintah,” lanjut
Nukman.
SPPG Pasar Liwa 2 merupakan SPPG
kelima yang beroperasi di wilayah Kecamatan Balik Bukit dan diharapkan dapat
menjangkau pelayanan MBG bagi siswa dan siswi yang selama ini belum terlayani
secara optimal.
Dengan diresmikannya dapur SPPG
ini, capaian SPPG di Kabupaten Lampung Barat terus bertambah.
“Saat ini SPPG yang sudah
beroperasi berjumlah 18 dari target 29 SPPG. Ini menunjukkan komitmen kita
dalam menyukseskan program nasional hingga ke daerah,” ujarnya.
Selain berdampak pada peningkatan
gizi anak, Nukman berharap keberadaan dapur SPPG juga mampu mendorong
pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
“Adanya SPPG ini diharapkan membuka
lapangan kerja baru, memanfaatkan bahan baku lokal, dan menggerakkan
perekonomian masyarakat setempat,” kata dia.
Menurutnya, Program MBG bukan
sekadar penyediaan makanan, melainkan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam
membangun sumber daya manusia Lampung Barat.
“Ini adalah upaya memastikan setiap
anak tumbuh sehat, belajar dengan semangat, dan memiliki masa depan yang lebih
baik. Secara nasional, program MBG juga menjadi langkah strategis percepatan
penurunan stunting dan penyiapan Generasi Emas 2045,” pungkas Nukman. [MFH/Diskominfo Lambar]










3.jpg)