- Dilantik di Tengah Pasar, Bupati Egi Ingatkan Pejabat soal Realitas Pengabdian
- Siswa SMK PGRI 1 Semaka Tampilkan Tari Kreasi Adat Lampung di Musrenbang
- BPRS Diminta Tingkatkan Inovasi Program
- Laksanakan Musrenbang Hybrid, Bupati Tegaskan Akses Menuju Lokasi Pendidikan jadi Skala Perioritas
- Pemprov Lampung Tegaskan Jembatan Way Bungur akan Dibangun Ulang
- Hadiri Rakornas 2026, Bupati–Wakil Bupati Lambar Tegaskan Siap Jalankan Arahan Presiden
- Sekda Lampung Barat Tegaskan SPPG Harus Sajikan Makanan Layak Konsumsi
- Pemkab Lamteng Evaluasi Belanja Produk Dalam Negeri Tahun 2025
- Pemkab Bahas Kesepakatan PBJT Tenaga Listrik dengan PT PLN (Persero)
- Bupati dan Wakil Bupati Tanggamus Hadiri Rapat Koordinasi Nasional di Bogor
Bupati Ela Dorong Kakao Ramah Lingkungan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

WAY JEPARA, MFH,-- Pemerintah
Kabupaten Lampung Timur terus memperkuat upaya pemberdayaan masyarakat sekitar
kawasan hutan melalui pengembangan Cocoa Agroforestry Berkelanjutan. Komitmen
ini ditegaskan dalam kegiatan Diskusi Program Cocoa Agroforestry Berkelanjutan
yang berlangsung di KTH 5 Desa Sidomulyo, Kecamatan Way Jepara.
Diskusi tersebut dihadiri oleh
pimpinan PT Olam Indonesia/OFI Abdillah beserta jajaran, tim Palladium dan
Partnering for Forests (P4F), perwakilan UK FCDO, para mitra internasional,
serta Kepala OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur.
Dalam sambutannya, Bupati Lampung
Timur Ela Siti Nuryamah menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada
seluruh mitra yang telah memilih Lampung Timur sebagai lokasi pengembangan
program agroforestry kakao berkelanjutan.
Baca Lainnya :
- Gubernur Lampung Dorong Penanganan Terpadu Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas0
- Pemkab Lamtim Perkuat Langkah Turunkan Stunting Demi Generasi Sehat0
- Haul KH Abdul Chalim Maftuhin dan Haul KH Maksum Ahmad Lasem0
- Investor Asing Tertarik Berinvestasi PLTS dan Dermaga di Lampung Timur0
- Presiden Prabowo: Konflik Gajah–Manusia di Way Kambas Menuju Solusi Permanen0
“Ini merupakan sebuah kehormatan
dan kepercayaan yang sangat berharga bagi kami, khususnya bagi masyarakat
pengelola perhutanan sosial di Kecamatan Way Jepara dan sekitarnya,” ujar
Bupati Ela.
Ia menjelaskan bahwa Lampung Timur
memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan. Namun di
sisi lain, daerah ini juga menghadapi tantangan serius berupa tekanan kawasan
hutan, perubahan iklim, degradasi lahan, serta kesejahteraan masyarakat sekitar
hutan yang masih perlu terus ditingkatkan.
Menurutnya, perhutanan sosial dan
agroforestry merupakan solusi strategis yang mampu menjembatani kepentingan
pelestarian lingkungan dengan peningkatan ekonomi masyarakat.
“Agroforestry kakao bukan sekadar
sistem budidaya, tetapi pendekatan terpadu yang mampu merehabilitasi hutan,
menjaga keanekaragaman hayati, mengurangi risiko perubahan iklim, sekaligus
memberikan pendapatan berkelanjutan bagi petani,” jelasnya.
Bupati Ela juga menegaskan bahwa
program Cocoa Agroforestry Berkelanjutan sejalan dengan visi pembangunan
daerah, yakni membangun Lampung Timur yang berkelanjutan, berdaya saing, dan
berkeadilan dengan menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan.
Melalui praktik agroforestry yang
baik, kakao diharapkan dapat menjadi komoditas unggulan yang ramah lingkungan,
bernilai ekonomi tinggi, serta membuka akses pasar global bagi petani Lampung
Timur.
Lebih lanjut, Bupati Ela menekankan
pentingnya kolaborasi multipihak dalam menyukseskan program ini, mulai dari
pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga donor, mitra internasional, pengelola
hutan, hingga masyarakat dan kelompok tani hutan.
Ia mengapresiasi pendekatan
kolaboratif yang dilakukan PT Olam Indonesia (OFI), Palladium, dan P4F yang
tidak hanya berfokus pada aspek produksi, tetapi juga pendampingan masyarakat,
penguatan kelembagaan KTH, peningkatan kapasitas petani, serta keberlanjutan
lingkungan.
“Pemerintah Kabupaten Lampung Timur
berkomitmen penuh mendukung program ini melalui kebijakan, sinergi lintas OPD,
dan fasilitasi yang dibutuhkan agar program berjalan optimal dan
berkelanjutan,” tegasnya.
Melalui diskusi tersebut, Bupati
berharap terbangun pemahaman bersama terkait arah dan tujuan program, tersusun
langkah-langkah konkret yang bisa segera diterapkan di lapangan, serta terjalin
kemitraan jangka panjang yang adil dan saling menguntungkan.
Ia juga mendorong KTH Sidomulyo dan
kelompok perhutanan sosial lainnya untuk menjadi contoh praktik baik (best
practice) pengelolaan agroforestry kakao di Lampung Timur, bahkan di tingkat
Provinsi Lampung.
Kepada para petani dan
anggota KTH, Bupati Ela berpesan agar kesempatan ini dimanfaatkan
sebaik-baiknya untuk belajar, berdiskusi, dan berinovasi, sehingga program ini
benar-benar memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat
sekitar hutan. [MFH/Komdigi Lamtim]











3.jpg)