- Dampak Erupsi Menurun, Sekolah Kembali Dibuka dan Penerbangan Mulai Normal
- Pemprov Lampung Pastikan Kesiapsiagaan Destana Hadapi Dampak Erupsi GAK
- Bupati Pringsewu Sampaikan Perubahan APBD 2O26
- Wabup Pringsewu Buka Pesta Siaga dan Lomba Tingkat Kwarran Ambarawa
- 694 Warga Pekon Pamenang Terima Bantuan Pangan dari Pemerintah
- Pemkab Lamtim Sosialisasikan Dampak dan Penanganan Abu Vulkanik GAK
- Wabup Azwar Hadi Matangkan Persiapan Pencanangan Desa Tapis di Nibung
- Pemkot Metro Ikuti Rakor Penanganan Karhutla dengan Perusahaanan Pemegang HGU dan PBPH
- 290 Siswa Batu Brak Dapat Seragam Gratis di Tengah Produktivitas Kopi Menurun
- Program Tiga Setel Seragam Gratis Berhasil Pangkas Beban Orang Tua
Dampak Erupsi Menurun, Sekolah Kembali Dibuka dan Penerbangan Mulai Normal

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung memutuskan mengembalikan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di
sekolah mulai Rabu (9/9/2026), setelah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau
menunjukkan kecenderungan membaik dan paparan abu vulkanik berkurang.
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela
mengatakan, keputusan tersebut diambil berdasarkan perkembangan aktivitas
Gunung Anak Krakatau, kondisi kualitas udara, serta hasil pemantauan di
lapangan. Sekolah tetap diminta menerapkan protokol kesehatan dan mengurangi
aktivitas di luar ruangan.
"Karena adanya perbaikan kualitas udara,
kemudian erupsi dengan durasi yang semakin pendek dan lain sebagainya, maka
kami memutuskan besok untuk kembali melakukan pembelajaran di sekolah,"
ucap Wagub Jihan dalam konferensi pers di Pusdalops BPBD Provinsi Lampung,
Selasa (8/9/2026).
Baca Lainnya :
- Gunung Anak Krakatau Masih Fluktuatif, Pemprov Lampung Belum Terapkan WFH bagi ASN0
- Antisipasi Dampak Abu Vulkanik, Pemprov Lampung Perketat Kesiapsiagaan0
- Pertumbuhan Ekonomi Daerah Jadi Kunci, Pemda Diminta Ciptakan Mesin Pertumbuhan Baru0
- Entry Meeting BPK Dimulai, Marindo Tegaskan Pemeriksaan untuk Pastikan APBD Tepat Sasaran0
- Gubernur Lampung Imbau Mastarakat Waspada Pasca Erupsi Gunung Anak Krakatau0
Pada kegiatan tersebut Wagub Jihan menyampaikan
perkembangan penanganan dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau, termasuk kondisi
erupsi, kualitas udara, kesehatan masyarakat, transportasi, pendidikan, dan
langkah mitigasi di wilayah terdampak.
Berdasarkan hasil pemantauan, Gunung Anak
Krakatau tercatat mengalami erupsi sebanyak empat kali pada pagi hingga siang
hari. Erupsi terjadi sekitar pukul 05.00, 05.34, 07.49, dan 11.34 WIB dengan durasi
masing-masing kurang dari 20 detik.
Aktivitas erupsi tersebut terekam pada
seismogram dengan amplitudo maksimal sekitar 50 milimeter. Kondisi angin
bergerak menuju barat laut dan utara dengan kecepatan rendah sehingga arah
sebaran abu mengikuti kondisi angin, sementara paparan abu pada Selasa disebut
berkurang secara signifikan.
Dari sisi kualitas udara, pemantauan di Bandar
Lampung dan sekitarnya menunjukkan parameter PM10 dan PM2.5 berada dalam
kategori sedang. Konsentrasi sulfur dioksida (SO2) di sejumlah wilayah Bandar
Lampung masih berada pada kisaran 210 hingga 223 mikrogram per meter kubik,
sedangkan di Lampung Selatan tercatat jauh lebih rendah, yakni 39,6 mikrogram
per meter kubik.
Dengan kondisi tersebut, sekolah yang
sebelumnya menerapkan pembelajaran jarak jauh selama dua hari akan kembali
melaksanakan pembelajaran tatap muka. Kebijakan ini berlaku untuk jenjang SD,
SMP, dan SMA yang sebelumnya terdampak paparan abu vulkanik.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Thomas
Amirico menjelaskan, selama pembelajaran dialihkan secara daring, sekolah tidak
hanya melaksanakan kegiatan belajar dari rumah, tetapi juga melakukan
pembersihan lingkungan dan ruang kelas. Pembersihan dilakukan melalui
koordinasi kepala sekolah, guru, petugas kebersihan, serta BPBD setempat.
Pembersihan difokuskan pada enam wilayah yang
terdampak, yakni Bandar Lampung, Pringsewu, Pesawaran, Tanggamus, Lampung
Selatan, dan Pesisir Barat. Pemprov Lampung memastikan lingkungan sekolah dan
ruang kelas telah dibersihkan sebelum digunakan kembali untuk pembelajaran
tatap muka.
Di sektor kesehatan, Pemprov Lampung masih
menemukan peningkatan kunjungan masyarakat dengan keluhan infeksi saluran
pernapasan atas (ISPA). Namun, Wagub Jihan mengatakan kondisi tersebut masih
dalam kendali dan ketersediaan logistik, termasuk masker dan alat pelindung
diri di fasilitas kesehatan, masih mencukupi.
Data Dinas Kesehatan Lampung per Selasa
mencatat 2.416 kasus ISPA yang terhimpun. Selain itu, terdapat 23 kasus
pneumonia, 68 influenza, 67 asma, 79 penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), 23
heat stroke, serta 66 kasus penyakit kulit dan keluhan lainnya.
Pemprov Lampung juga telah membentuk tim krisis
kesehatan dan menyiapkan langkah distribusi obat-obatan maupun masker apabila
fasilitas kesehatan di wilayah pesisir membutuhkan tambahan logistik. Wilayah
yang paling dekat dengan Gunung Anak Krakatau, terutama kawasan pesisir Lampung
Selatan, menjadi perhatian dalam penanganan dampak erupsi.
Untuk mengurangi paparan abu vulkanik,
pemerintah juga mendistribusikan masker serta melakukan penyiraman di sejumlah
wilayah terdampak. Pusdalops BPBD Provinsi Lampung melakukan pemantauan dan
diseminasi informasi setiap enam jam, sementara BPBD kabupaten/kota
meningkatkan kesiapsiagaan serta koordinasi lintas sektor.
Pada sektor transportasi, kondisi penerbangan
di Bandara Radin Inten II berangsur normal. Bandara melakukan pembersihan
runway, taxiway, dan apron menggunakan kendaraan ARF serta water blasting
sebelum kembali melayani penerbangan.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung
Bambang Sumbogo mengatakan pelayanan pelayaran di Selat Sunda tetap berjalan
normal tanpa penundaan. Sementara itu, Bandara Radin Inten II kembali
beroperasi sekitar pukul 10.00 WIB setelah hasil pemeriksaan paparan abu
vulkanik dinyatakan negatif; pada hari yang sama diperkirakan terdapat sekitar
10 penerbangan yang melakukan aktivitas take off dan landing.
Meski kondisi membaik, Pemprov Lampung meminta
masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung
Anak Krakatau. Masyarakat juga diminta menggunakan masker saat berada di luar
ruangan, membatasi aktivitas fisik yang tidak mendesak, menutup pintu, jendela,
dan ventilasi rumah ketika terjadi paparan abu, serta segera mendatangi fasilitas
kesehatan jika mengalami gangguan pernapasan.
Wagub Jihan juga mengingatkan masyarakat agar
tidak panik atau melakukan panic buying, termasuk membeli masker secara
berlebihan. Di sisi lain, penjual masker dan alat kesehatan diminta tidak
menaikkan harga secara tidak wajar untuk mengambil keuntungan dari situasi
erupsi.
Dengan kembalinya pembelajaran tatap muka,
normalisasi penerbangan, pelayanan pelayaran yang tetap berjalan, serta
penguatan layanan kesehatan dan mitigasi abu vulkanik, Pemprov Lampung berharap
aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan secara bertahap tanpa mengabaikan
keselamatan. Pemerintah juga akan terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau
dan menyesuaikan langkah penanganan berdasarkan kondisi terbaru di lapangan. [MFH/Pemerintah
Provinsi Lampung]










3.jpg)