- Festival Literasi Lampung 2026 Dorong Perpustakaan jadi Ruang Edukasi dan Rekreasi Keluarga
- Koperindag Tanggamus dan PT Lingga Teknik Utama Teken Kesepahaman Bersama
- World Chocolate Day 2026 di Tanggamus, Bupati Dorong Hilirisasi Kakao dan Kopi
- Penutupan Manjau Jama Warga Berlangsung Meriah
- RSUD KH Ahmad Hanafiah Jalani Survei Akreditasi LAM-KPRS
- Pemkab Lamtim Matangkan Persiapan Peresmian Gedung Sekolah Rakyat Permanen
- Dinkes Metro Tegaskan Penanganan TBC di Sekitar TPAS Karangrejo Sesuai Standar
- Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pimpin Apel Mingguan
- Komisi VIII DPR RI Berikan Bantuan Sembako kepada Pondok Pesantren Jolo Sutro
- BRI dan Pemkab Lambar Perkuat Sinergi, Dorong Penambahan Unit Serta Pengembangan Wisata
Festival Literasi Lampung 2026 Dorong Perpustakaan jadi Ruang Edukasi dan Rekreasi Keluarga


BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Wakil Gubernur Lampung,
Jihan Nurlela membuka Festival Literasi Provinsi Lampung Tahun 2026 dengan Tema
"Semangat Literasi Membangun Rakyat Lampung Maju" yang dirangkaikan
dengan Rapat Koordinasi dan Pengukuhan Bunda Literasi , di Kantor Dinas
Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Selasa (28/07/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum strategis
bagi Pemerintah Provinsi Lampung untuk memperkuat budaya literasi melalui
kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi
Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Gemar Membaca (TGM).
Baca Lainnya :
- Hadiri HUT Ke-64 PWRI, Wagub Jihan Ajak Purna Tugas Terus Berkontribusi untuk Lampung0
- Pemprov Komitmen Selesaikan Kewajiban Iuran JKN dan Perkuat Tata Kelola Kepesertaan BPJS Kesehatan0
- Pemprov Lampung dan POGI Perkuat Sinergi Tingkatkan Kesehatan Ibu dan Anak0
- Lampung Perkuat Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak0
- Menteri PPPA Beri Pendampingan Langsung kepada Korban Kekerasan Seksual0
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur yang juga
menjabat sebagai Duta Baca Provinsi Lampung menegaskan bahwa keberhasilan
pembangunan daerah sangat bergantung pada semangat kolaborasi dan sinergi
seluruh pemangku kepentingan.
Acara ini menjadi wujud kolaborasi nyata antara
Pemerintah Provinsi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dinas Perpustakaan dan
Kearsipan, serta berbagai mitra dan komunitas dalam memperkuat ekosistem
literasi di masyarakat.
"Ini membuktikan sekali lagi bahwa modal
utama dalam membangun Lampung adalah kolaborasi dan sinergi," ujar Wagub.
Festival Literasi ini memiliki makna yang
sangat penting, bukan sekadar rangkaian acara tahunan, tetapi ruang bertemu,
ruang belajar, ruang berbagi inspirasi, dan ruang untuk menumbuhkan kebiasaan
membaca sebagai bagian dari budaya hidup masyarakat Lampung.
"Meskipun capaian IPLM dan TGM Provinsi
Lampung masih berada di bawah rata-rata nasional, tren peningkatannya terus
menunjukkan perkembangan positif dari tahun ke tahun," ucap Jihan.
Ia juga menyoroti tantangan baru di era
digital, khususnya pengaruh media sosial terhadap kemampuan literasi anak.
Menurutnya, paparan konten video berdurasi pendek di berbagai platform digital
telah memengaruhi rentang fokus anak dalam menerima informasi.
"Anak-anak kita memiliki privilege
teknologi, Tantangannya sekarang adalah bagaimana mengontrol informasi yang
masuk dan membedakan mana yang benar dan mana yang hoaks. Ini adalah pekerjaan
rumah besar bagi orang tua, guru, dan Bunda Literasi untuk seminimal mungkin
membatasi screen time anak di bawah umur," lanjutnya.
Pada kesempatan tersebut juga diluncurkan buku
kumpulan 15 cerita rakyat Lampung berjudul "Kisah dari Tanah Lado".
Peluncuran buku ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi Lampung dalam
menjaga memori sejarah, memperkuat identitas daerah, serta melestarikan
kearifan budaya lokal kepada generasi muda.
Pada kesempatan tersebut Wakil Gubernur juga
menginstruksikan kepada seluruh jajaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
kabupaten/kota agar segera membenahi administrasi penilaian IPLM dan TGM
sehingga mampu merepresentasikan capaian literasi daerah secara lebih akurat.
Sementara itu, Ketua TP. PKK Provinsi Lampung
yang juga menjabat Bunda Literasi Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza
dalam sambutannya menyampaikan bahwa Festival Literasi Provinsi Lampung Tahun
2026 tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga merupakan bentuk nyata
transformasi perpustakaan sebagai ruang publik yang edukatif dan rekreatif.
"Tujuan utama kegiatan ini bukan sekadar
pameran, melainkan wujud nyata sinergi kita bersama untuk mentransformasi Nuwo
Baca. Kami ingin perpustakaan tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat
meminjam buku, tetapi telah berevolusi menjadi destinasi rekreasi dan edukasi
keluarga favorit bagi masyarakat Lampung," ujarnya.
Festival Literasi Provinsi Lampung Tahun 2026
menghadirkan beragam kegiatan yang menyasar seluruh lapisan masyarakat, di
antaranya peluncuran buku, edukasi keuangan, bazar dan pameran, berbagai lomba
serta kelas pelatihan, hingga aksi sosial.
Purnama Wulan Sari Mirza menyampaikan apresiasi
kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya festival tersebut.
Menurutnya, keberhasilan acara merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah,
sektor perbankan, dunia usaha, akademisi, media, dan berbagai elemen masyarakat
dalam membangun ekosistem literasi di Provinsi Lampung. [MFH/Pemerintah
Provinsi Lampung]










3.jpg)