- Kakanwil Kemenag Tekankan Penguatan Pelayanan Umat Saat Kunjungan ke KUA Gisting Tanggamus
- Petani Cabai Lamsel Keluhkan Biaya Produksi Melonjak, Harga Jual Justru Anjlok Saat Panen Raya
- PTPN I Polisikan Lansia 72 Tahun Kasus Pencurian Getah Karet
- Rekam Jejak Polwan Pertama jadi Kapolsek di Polres Tanggamus, dari Reskrim Hingga Humas
- SDN 1 Tekad Raih Juara 1 Tari Kreasi dan jadi Juara Umum FLS3N Kecamatan Pulau Panggung
- Kabidkeu dan Kabid Dokkes Polda Lampung Pimpin Apel Pamatwil Polres Tanggamus
- Diduga Lakukan Kekerasan Verbal terhadap Anak, Oknum Collector OTO Finance Resmi Dilaporkan
- Operasi Pasar Minyakita Digelar Serentak pada 15 Kabupaten/Kota di Lampung
- Pesawaran Tampilkan Produk Unggulan UP2K Dalam Kunjungan Kerja TP PKK Pusat di Lampung
- Bupati Pringsewu Audiensi dengan Ombudsman Lampung Bahas Pelayanan Publik
Gubernur Ajak Kader PMII Jaga Kebangsaan dan Dukung Penguatan Ekonomi Desa

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah
Provinsi Lampung menekankan pentingnya peran mahasiswa dan santri dalam menjaga
pilar kebangsaan melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pesan
tersebut disampaikan Gubernur Lampung yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi,
Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Lampung, Ganjar Jationo,
Minggu (28/12/2025).
Hal tersebut disampaikan Ganjar
Jationo saat menjadi keynote speaker dalam Istighosah untuk Keselamatan Bangsa
yang digelar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lampung di Pondok
Pesantren Madarijul ‘Ulum, Teluk Betung Barat, Bandar Lampung. Kegiatan
tersebut diikuti pengasuh pesantren, tokoh NU, serta alumni dan kader PMII.
Dalam sambutannya, Ganjar
menegaskan mahasiswa merupakan inti kekuatan pemuda yang memiliki tanggung
jawab sejarah bagi masa depan bangsa. Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan
Indonesia lahir dari tradisi intelektual dan keberanian kaum pergerakan.
Baca Lainnya :
- Pemprov Gelar Istighosah Kubro di Masjid Raya Al-Bakrie0
- Raih 18 Emas di Jabar Open 2025, Ketua FGI Lampung Apresiasi Perjuangan Atlet0
- Mabes Polri Turunkan Tim Supervisi Operasi Lilin Krakatau 2025 di Polda Lampung0
- BidPropam Polda Lampung Lakukan Pengawasan Intensif Posko Operasi Lilin Krakatau 20250
- 123 Bintara Polri Resmi Dilantik, Pendidikan Pembentukan 2025 di SPN Polda Lampung Ditutup0
“Mahasiswa adalah kekuatan
strategis. Bangsa ini merdeka karena kekuatan ilmu dan gagasan. Tradisi
keilmuan itu harus terus dijaga,” ujar Ganjar di hadapan Pengasuh Ponpes
Madarijul ‘Ulum, Dr KH Ihya Ulumuddin dan para peserta.
Menurut Ganjar, tradisi keilmuan
yang tumbuh di lingkungan Nahdlatul Ulama, termasuk melalui PMII, menjadi modal
penting dalam menjaga keutuhan bangsa. Spirit keagamaan keluarga santri dinilai
mampu memperkuat karakter generasi muda di tengah tantangan global.
“Tradisi keilmuan di NU wajib
dijaga. Modal motivasi dan spirit keagamaan keluarga santri adalah kekuatan
besar untuk masa depan Indonesia dan Lampung,” katanya.
Pada kesempatan itu, Ganjar juga
memaparkan arah kebijakan strategis Pemerintah Provinsi Lampung di sektor
pembangunan ekonomi, khususnya pertanian. Pemprov Lampung, menurutnya,
mendorong kebijakan hilirisasi agar nilai tambah komoditas pertanian dinikmati
petani dan masyarakat lokal.
Ia mencontohkan kebijakan Gubernur
Lampung yang mendorong agar gabah dan singkong tidak keluar dari daerah dalam
bentuk bahan mentah. Penetapan harga gabah Rp 6.500 per kilogram oleh Presiden
dinilai sudah menguntungkan petani, namun Gubernur Lampung memperkuatnya
melalui intervensi kebijakan daerah berupa penyediaan bed dryer untuk
meningkatkan kualitas gabah pascapanen.
Dengan dukungan fasilitas tersebut,
harga gabah di tingkat petani dapat meningkat hingga Rp 7.000 per kilogram,
yang berpotensi mendorong kenaikan pendapatan petani hingga sebesar 30 persen.
“Pak Gubernur ingin nilai tambah
komoditas tetap berputar di Lampung. Hilirisasi adalah kunci agar ekonomi
daerah semakin kuat dan petani semakin sejahtera,” ucap Ganjar.
Ganjar menambahkan, sektor
pertanian menjadi tulang punggung perekonomian Lampung karena menyangkut hajat
hidup sekitar 1,2 juta petani. Dengan sekitar 70 persen penduduk Lampung
tinggal di wilayah pedesaan, kebijakan yang fokus pada penguatan ekonomi
keluarga dan desa dinilai tepat sasaran.
Menutup sambutannya, Ganjar
menyoroti tantangan digitalisasi yang dihadapi generasi muda. Ia mengingatkan
santri dan mahasiswa untuk memiliki literasi digital yang kuat guna menangkal
dampak negatif teknologi, seperti penipuan daring, judi online, dan pinjaman
online ilegal.
“Teknologi itu alat, seperti pisau.
Sangat bergantung pada akhlak penggunanya. Saya berharap kader PMII dan
keluarga besar NU mampu menjadikan ruang digital sebagai sarana dakwah yang
positif dan mencerdaskan,” pungkas Ganjar. [MFH/Dinas Kominfotik Lampung]











3.jpg)