- Kabel Wifi Semrawut di Candipuro dan Sidomulyo, Warga Sesalkan Adanya Korban Luka
- Gubernur Kukuhkan Dewan Pendidikan Lampung 2025–2030
- Musrenbang 2026 jadi Momentum Perkuat Ekonomi Rakyat dan Pemerataan Pembangunan Lampung
- Inflasi Terkendali, Pemprov Lampung Perkuat Sinergi Pusat-Daerah dan Program Perumahan
- Babak Final UMKM Award Kategori Pemula 2026 Digelar, Ajang Lahirkan Wirausaha Muda Lampung Timur
- Wabup Lambar Hadiri Pengajian Akbar dan Zikir Manakib Pondok Pesantren Daruth Tholibin
- Muscab PKB Perkuat Konsolidasi Politik dan Sinergi Pembangunan Daerah
- Bupati Lampura Hadiri Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah di Kantor Gubernur
- Bupati Dedi Irawan Tutup Turnamen Pelita Jaya Cup Ke-XIV Tahun 2026 di Pesisir Barat
- Wagub Jihan Nurlela Pimpin Apel di RSUD Bandar Negara Husada
Gubernur Kukuhkan Dewan Pendidikan Lampung 2025–2030
Dorong Reformasi Sistem dan Kualitas Pengajaran


BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi Lampung
terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses dan meningkatkan kualitas
pendidikan. Hal ini ditegaskan dalam pengukuhan Dewan Pendidikan Provinsi
Lampung masa bakti 2025–2030 yang digelar di Aula Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan, Senin (13/4/2026).
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal,
menyampaikan apresiasi kepada jajaran Dewan Pendidikan yang baru dikukuhkan. Ia
berharap keberadaan dewan ini dapat menjadi motor penggerak sekaligus pengawas
dalam pembangunan sektor pendidikan di daerah.
Baca Lainnya :
- Musrenbang 2026 jadi Momentum Perkuat Ekonomi Rakyat dan Pemerataan Pembangunan Lampung0
- Inflasi Terkendali, Pemprov Lampung Perkuat Sinergi Pusat-Daerah dan Program Perumahan0
- Korve PKOR Way Halim Jadi Momentum Pembenahan Kawasan dan Ruang Publik0
- Kunker Komisi VI DPR RI di Lampung, Gubernur Tekankan Pemerataan Ekonomi Berbasis Digital0
- Birokrat Purnabakti Utama Provinsi Lampung Gelar Halal Bihalal 0
“Selamat kepada 13 profesional yang hari ini
dilantik. Saya yakin saudara-saudara dapat menyumbangkan pemikiran terbaik
untuk memajukan pendidikan di Provinsi Lampung,” ujar Gubernur.
Menurut Gubernur, pendidikan merupakan amanat
konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus kunci utama kemajuan
daerah. Ia menekankan bahwa sejarah bangsa menunjukkan peran penting kaum
terdidik dalam memperjuangkan kemerdekaan dan membangun Indonesia.
“Pendidikan adalah representasi harapan orang
tua agar anak-anaknya memiliki kehidupan yang lebih baik,” katanya.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemerintah
Provinsi Lampung telah menghapus uang komite sekolah untuk SMA negeri serta
menghadirkan program pendidikan gratis. Kebijakan ini diikuti dengan langkah
progresif membebaskan sekitar 24 ribu ijazah yang sebelumnya tertahan akibat
tunggakan biaya pendidikan.
Untuk itu, Pemprov Lampung mengalokasikan
anggaran sebesar Rp80 miliar guna memastikan para siswa dapat memperoleh hak administratif
mereka secara penuh.
“Kami ingin tidak ada lagi hambatan ekonomi
yang menghalangi anak-anak Lampung mendapatkan pendidikan,” tegas Gubernur.
Gubernur juga menargetkan pada tahun 2026 tidak
ada lagi anak putus sekolah di Lampung, seiring dengan upaya peningkatan
kualitas tenaga pengajar dan sistem pendidikan secara menyeluruh.

Kabar menggembirakan lainnya, lanjut Gubernur,
jumlah siswa Lampung yang diterima melalui jalur prestasi ke perguruan tinggi
mengalami peningkatan signifikan, hampir tiga kali lipat dibandingkan
sebelumnya. Hal ini dinilai sebagai indikator membaiknya kualitas pendidikan di
daerah.
“Ini semua kita lakukan karena kita peduli
terhadap masa depan Lampung. Daerah ini kaya, namun tanpa sumber daya manusia
yang unggul, potensi tersebut tidak akan optimal,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Provinsi
Lampung terpilih, Prof. Syafrimen, M.Ed., Ph.D., menyoroti sejumlah tantangan
pendidikan yang masih dihadapi, seperti kesenjangan akses dan mutu
antarwilayah, serta belum optimalnya keterkaitan antara dunia pendidikan dan
dunia kerja.
Ia menyebut, dari sekitar 110 ribu lulusan
SMA/SMK setiap tahun, baru sekitar 22 persen yang melanjutkan ke perguruan
tinggi. Selain itu, capaian literasi, numerasi, dan penguatan karakter juga
masih perlu ditingkatkan.
“Kami berkomitmen mendorong kebijakan berbasis
data, memperkuat kolaborasi lintas sektor, meningkatkan kualitas guru, serta
memastikan pendidikan di Lampung semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja,”
ujar Syafrimen.
Pengukuhan Dewan Pendidikan Provinsi Lampung
ini ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Nomor G/36/V.01/HK/2026. Susunan
kepengurusan dipimpin oleh Prof. Syafrimen sebagai Ketua, Dr. Asad S.A.G.,
S.Hum., M.H., M.E.C. sebagai Wakil Ketua, dan Gino, S.Pd., M.H. sebagai
Sekretaris, bersama sepuluh anggota lainnya dari berbagai latar belakang
profesional.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut,
Pemerintah Provinsi Lampung optimistis sektor pendidikan akan semakin inklusif,
berkualitas, dan mampu mencetak sumber daya manusia unggul yang siap bersaing
di tingkat nasional maupun global. [MFH/Dinas Kominfotik Provinsi Lampung]










3.jpg)