- Diduga Lakukan Kekerasan Verbal terhadap Anak, Oknum Collector OTO Finance Resmi Dilaporkan
- Operasi Pasar Minyakita Digelar Serentak pada 15 Kabupaten/Kota di Lampung
- Pesawaran Tampilkan Produk Unggulan UP2K Dalam Kunjungan Kerja TP PKK Pusat di Lampung
- Bupati Pringsewu Audiensi dengan Ombudsman Lampung Bahas Pelayanan Publik
- Lamtim Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Bupati Ela: Pertumbuhan Daerah Ada di Tangan Pelaku Usaha
- Rakor DWP Lamteng Tekankan Pelaksanaan Program Kerja dan E-Reporting
- TP PKK Provinsi Lampung Dorong Pemberdayaan Lansia dan Ketahanan Keluarga
- TP-PKK Lampung Utara Turut Berpartisipasi Dalam Bulan Bhakti Ikatan Bidan Indonesia
- TP-PKK Lampura Turut Perkuat Pengendalian Inflasi Serta Jaga Daya Beli Masyarakat
- Sampah Capai 127 Ton Per Hari, Bupati Parosil Jemput Dukungan ke Kementerian Lingkungan Hidup
Gubernur Mirza dan Helmi Hasan Teken MoU Strategis Kerjasama Lampung-Bengkulu

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung dan Pemerintah Provinsi Bengkulu secara resmi menandatangani
Kesepakatan Bersama (MoU) tentang Pengembangan Potensi Daerah dan Pelayanan
Publik.
Penandatanganan dilakukan oleh Gubernur Rahmat
Mirzani Djausal bersama Gubernur Bengkulu Helmi Hasan. Penandatanganan
berlangsung di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Kamis (27/11/2025).
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal
menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan momentum bersejarah untuk
memperkuat sinergi antara dua provinsi yang memiliki akar sejarah yang sama di
Sumatera bagian Selatan. Gubernur menekankan bahwa tujuan utama MoU ini adalah
mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat kedua daerah.
Baca Lainnya :
- Polda Lampung Siap Amankan Acara Keagamaan Tabligh Akbar Indonesia Berdoa 20250
- Polda Lampung Dampingi Bapanas Salurkan Bantuan Pangan di Dua Desa di Tubaba0
- Sinergitas MPAL Bangun Generasi Emas 0
- Pengusaha Pabrik Tapioka Temui Gubernur0
- Festival Seni Qasidah 2025 Digelar0
Gubernur Mirza menggarisbawahi tiga
pilar utama yang menjadi fokus kerja sama:
Peningkatan
Kualitas SDM
Gubernur Mirza menyoroti bahwa perbaikan Sumber Daya Manusia (SDM) adalah kunci
untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045. Ia menegaskan bahwa SDM yang unggul
harus didasarkan pada moral, integritas, dan nilai-nilai keagamaan, yang
pembinaannya dimulai dari lingkungan keluarga. Ia mengungkapkan keprihatinan
atas tingginya angka lulusan SMA/SMP di Lampung yang tidak melanjutkan
pendidikan sehingga menghasilkan SDM yang tidak memiliki daya saing dan berpotensi
menjadi pengangguran, yang kemudian berdampak pada isu sosial seperti tingginya
pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan tingkat perceraian.
Kemandirian
Pangan dan Ekonomi Inklusif
Kerja sama akan difokuskan pada penguatan pertumbuhan ekonomi yang inklusif,
yakni yang terintegrasi dengan masyarakat lokal. Kemandirian pangan harus
menjadi prioritas utama untuk menjamin ketersediaan pangan murah bagi
masyarakat, serta mengendalikan inflasi.
Hilirisasi
Komoditas Unggulan
Gubernur Mirza mendorong strategi hilirisasi (peningkatan nilai tambah) pada
komoditas unggulan bersama seperti kopi dan sawit. Ia secara spesifik menyebut
potensi besar kopi Bengkulu dan Lampung yang memiliki karakter kuat dan mahal,
namun selama ini diekspor dalam bentuk biji mentah (green bean) sehingga nilai
tambahnya dinikmati pihak luar. Dengan hilirisasi, potensi ekonomi kopi yang
saat ini berkisar Rp18-20 triliun per tahun diperkirakan dapat meningkat hingga
Rp35-40 triliun per tahun, yang akan meningkatkan Produk Domestik Regional
Bruto (PDRB) kedua provinsi.
Gubernur Mirza selanjutnya
menyampaikan visi strategis, yakni menjadikan Lampung dan Bengkulu sebagai
model kerja sama yang tidak hanya menyejahterakan masyarakat sendiri, tetapi
juga berupaya menjadi lumbung pangan nasional.
”Kita
buat visi baru, pak gub, bagaimana bengkulu-lampung akan memberi makan
provinsi-provinsi lain yang ada di Indonesia. Saya yakin, kalau kerja sama
dengan orang saleh akan banyak keberkahannya,” pungkas Gubernur Mirza, sembari
berharap MoU ini menjadi langkah nyata yang mengedepankan nilai-nilai religius
dan keadilan dalam mencapai kemakmuran.
Sementara itu, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan,
menegaskan bahwa Penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) dengan Pemerintah
Provinsi Lampung adalah wujud komitmen nyata untuk memperkuat kerja sama
antar-daerah guna mengakselerasi peningkatan kesejahteraan dan kebahagiaan
masyarakat.
Gubernur Helmi Hasan menekankan filosofi
pembangunan yang diusung Bengkulu, yakni “Mitigasi Langit”. Filosofi ini
berlandaskan pada prinsip kedermawanan dan memastikan bahwa pembangunan tidak
boleh mendatangkan penderitaan, melainkan menjamin hak-hak dasar rakyat.
”Mitigasi
langit adalah Tolong yang di bumi, yang di langit akan menolongmu. Kami ingin
memastikan setiap masyarakat Bengkulu dan Lampung mendapatkan hak-haknya.
Pembangunan harus menjadi alat untuk meningkatkan kebahagiaan, bukan distorsi
yang menyingkirkan masyarakat,” ujar Gubernur Helmi.
MoU ini juga disederhanakan dengan slogan
persahabatan “Makan-makan, Jalan-jalan”, sebagai upaya untuk saling
mempromosikan pariwisata. Gubernur Helmi Hasan mengundang masyarakat Lampung
untuk berwisata ke Bengkulu. [MFH/ Dinas Kominfotik Provinsi Lampung]











3.jpg)