Sinergitas MPAL Bangun Generasi Emas

By redaksi 26 Nov 2025, 17:57:09 WIB Saburai
Sinergitas MPAL Bangun Generasi Emas

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Demi mewujudkan generasi muda unggul dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045, Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL) akan bersinergi dengan berbagai pihak di Provinsi Lampung.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Harian MPAL, Drs. H. Achmad Nyerupa, SH., MM dan Anggota Perwatin MPAL, Drs. M. Bainalhuri Halim, M.Kom.I saat menjadi narasumber program siaran Sudut Pandang TVRI Lampung, Senin (24/11/2025) lalu.

Dalam kesempatam tersebut, Achmad Nyerupa sekilas menceritakan sejarah berdirinya MPAL.

Baca Lainnya :

“MPAL berdiri sejak tahun 2004. Setelah masa jabatan Gubernur Sjachroedin ZP selesai, MPAL sempat vakum saat Ridho Ficardo dan Arinal Djunaidi menjabat Gubernur Lampung. Setelah itu, MPAL menggelar Musyawarah Besar (Mubes) sesuai AD/ART untuk kembali mengukuhkan eksistensi dan menyusun kepengurusan baru. Berdasarkan Perda No.5 Tahun 2013, MPAL bersifat independent, kami berharap MPAL dapat lebih baik lagi ke depannya,” ujarnya.

Masih menurut Achmad Nyerupa, setelah Mubes tahun lalu, MPAL sudah menyusun program kerja terkait sinergitas dalam membangun generasi emas.

“Sesuai dengan tujuan awal dan Visi serta Misi MPAL yaitu turut membangun masyarakat yang adil, makmur dalam semua aspek baik sosial, ekonomi, dan hukum.  Komposisi Pengurus MPAL saat  ini 70 persen masih berusia muda dan 30 persen yang sudah cukup senior, kami yang sudah lebih senior bertindak sebagai pengawas dan pemberi masukan kepada pengurus yang lebih junior,” imbuhnya.

Lanjut Achmad Nyerupa, selain itu, kita juga harus berterima kasih kepada Mantan Gubernur Lampung dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Croatia, Sjachroedin ZP  yang telah  ikut serta memeriahkan Pawai Akbar dan Tabliq Akbar yang akan dilaksanakan di Wilayah Kota Baru Lampung dan akan dihadiri wakil dari seluruh Provinsi di Indonesia, bahkan dari manca negara pada Tanggal 29 sampai 30 November 2025, atas kerjasama Lampung Sai, MPAL, Komunitas Jeep Willys dan Pemprov Lampung.

MPAL sesuai dengan arahan Ketua Umum, Rycko Mendoza, berkomitmen untuk bersama-sama membangun dan mempersiapkan generasi emas bangsa Indonesia sejak dini sesuai dengan tupoksi masing-masing, dengan harapan generasi emas penerus bangsa kelak akan menjadi penerima estafet kepemimpinan di masa depan, bukan saja mumpuni dalam ilmu pengetahuan, tetapi mencintai seni budaya warisan bangsa dan berakhlak mulia.

“Dasar Negara Indonesia adalah Pancasila yang di susun oleh para founding father negeri ini dan direstui oleh para ulama. Tetapi sebenarnya Lampung sudah sejak lama memiliki dan menjalankan falsafah hidup tradisional yang dipegang teguh dan menjadi acuan dalam kehidupan sehari-hari hingga saat ini, yaitu Piil Pesenggiri, Nemui Nyimah, Nengah Nyappur, Bejulu Be-adek, dan Sakai Sambayan. Maknanya sejalan dengan pancasila,” urai pria yang juga Ketua Forum Komunikasi Pemerhati (FKP) LPP RRI Bandar Lampung dan Ketua Dewan Pembina/Penasehat Portal Berita Media Faktual Hukum ini.

Hal senada disampaikan Bainalhuri Halim yang menyampaikan bahwa pada dua puluh tahun ke depan yaitu pada 2045, diharapkan generasi emas Indonesia akan terwujud dengan pemahaman dan memiliki ilmu pengetahuan yang mapan dan cerdas serta bertaqwa kepada Allah SWT.

Menurut dia, dalam kontek tersebut, MPAL akan turut memberikan pembinaan sejak awal agar generasi emas yang dipersiapkan mencintai seni budaya bangsa yang adi luhung bekerjasama dengan semua pihak yang memiliki kesamaan visi untuk bersama-sama mempersiapkan generasi emas bangsa Indonesia yang berbudaya dan beriman.

“Tradisi Lampung di semua aspek selalu berkaitan erat dengan sikap sopan santun dan tuntunan agama Islam. Ini bisa kita saksikan dari tata gerak, serta busana tari-tarian tradisional Lampung yang mengharuskan menutup aurat, demikian juga dengan tradisi pantun setimbalan, isinya selalu bernuansa nasehat, dan masih banyak lagi budaya tradisional Lampung yang sarat dengan makna dengan acuan tuntunan agama. Hal tersebut perlu dilestarikan dan dijaga agar ter-Refleski dalam kehidupan sehari-hari generasi muda bangsa ini,” urainya.

Dalam acara tersebut, kedua narasumber mengakui bahwa gempuran budaya barat melalui internet khususnya media sosial sangat massif dan sulit untuk di bendung. Tetapi sebagai “Ulun Lampung” seyogyanya mulai menanamkan pemahaman dan memberikan motivasi kepada calon-calon generasi emas bangsa Indonesia sejak dini untuk mencintai budaya warisan leluhur yang sarat dengan nilai-nilai moral dan agama.

“Kami mengajak seluruh elemen khususnya generasi muda untuk mulai menggali dan mempelajari tradisi, seni dan budaya Lampung. MPAL akan mendorong dan mengupayakan tentunya bekerjasama dengan dinas-dinas terkait  dalam melestarikan tradisi. MPAL mendukung sepenuhnya bahasa Lampung kembali menjadi mata pelajaran (muatan lokal) di sekolah-sekolah, sebagai upaya menjaga bahasa Lampung agar tetap lestari,” tutup Achmad Nyerupa yang diamini Bainalhuri Halim. [MFH red]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment