- Diduga Lakukan Kekerasan Verbal terhadap Anak, Oknum Collector OTO Finance Resmi Dilaporkan
- Operasi Pasar Minyakita Digelar Serentak pada 15 Kabupaten/Kota di Lampung
- Pesawaran Tampilkan Produk Unggulan UP2K Dalam Kunjungan Kerja TP PKK Pusat di Lampung
- Bupati Pringsewu Audiensi dengan Ombudsman Lampung Bahas Pelayanan Publik
- Lamtim Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Bupati Ela: Pertumbuhan Daerah Ada di Tangan Pelaku Usaha
- Rakor DWP Lamteng Tekankan Pelaksanaan Program Kerja dan E-Reporting
- TP PKK Provinsi Lampung Dorong Pemberdayaan Lansia dan Ketahanan Keluarga
- TP-PKK Lampung Utara Turut Berpartisipasi Dalam Bulan Bhakti Ikatan Bidan Indonesia
- TP-PKK Lampura Turut Perkuat Pengendalian Inflasi Serta Jaga Daya Beli Masyarakat
- Sampah Capai 127 Ton Per Hari, Bupati Parosil Jemput Dukungan ke Kementerian Lingkungan Hidup
Sinergitas MPAL Bangun Generasi Emas

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Demi
mewujudkan generasi muda unggul dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045,
Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL) akan bersinergi dengan berbagai pihak di
Provinsi Lampung.
Hal tersebut diungkapkan Ketua
Harian MPAL, Drs. H. Achmad Nyerupa, SH., MM dan Anggota Perwatin MPAL, Drs. M.
Bainalhuri Halim, M.Kom.I saat menjadi narasumber program siaran Sudut Pandang
TVRI Lampung, Senin (24/11/2025) lalu.
Dalam kesempatam tersebut, Achmad
Nyerupa sekilas menceritakan sejarah berdirinya MPAL.
Baca Lainnya :
- Pengusaha Pabrik Tapioka Temui Gubernur0
- Festival Seni Qasidah 2025 Digelar0
- Polda Lampung Siapkan 1.612 Personel Amankan Ijtima Ulama Dunia 20250
- Pemprov Lampung Luncurkan Aplikasi Saibara untuk Permudah Transaksi Retribusi Daerah0
- Pelangi Anak Indonesia Ceriakan Panggung Budaya Lampung Fest 20250
“MPAL berdiri sejak tahun 2004.
Setelah masa jabatan Gubernur Sjachroedin ZP selesai, MPAL sempat vakum saat
Ridho Ficardo dan Arinal Djunaidi menjabat Gubernur Lampung. Setelah itu, MPAL
menggelar Musyawarah Besar (Mubes) sesuai AD/ART untuk kembali mengukuhkan
eksistensi dan menyusun kepengurusan baru. Berdasarkan Perda No.5 Tahun 2013,
MPAL bersifat independent, kami berharap MPAL dapat lebih baik lagi ke depannya,”
ujarnya.
Masih menurut Achmad Nyerupa,
setelah Mubes tahun lalu, MPAL sudah menyusun program kerja terkait sinergitas
dalam membangun generasi emas.
“Sesuai dengan tujuan awal dan Visi
serta Misi MPAL yaitu turut membangun masyarakat yang adil, makmur dalam semua
aspek baik sosial, ekonomi, dan hukum. Komposisi Pengurus MPAL saat ini 70 persen masih
berusia muda dan 30 persen yang sudah cukup senior, kami yang sudah lebih
senior bertindak sebagai pengawas dan pemberi masukan kepada pengurus yang
lebih junior,” imbuhnya.
Lanjut Achmad Nyerupa, selain itu,
kita juga harus berterima kasih kepada Mantan Gubernur Lampung dan Duta Besar Republik
Indonesia untuk Croatia, Sjachroedin ZP
yang telah ikut serta memeriahkan
Pawai Akbar dan Tabliq Akbar yang akan dilaksanakan di Wilayah Kota Baru Lampung dan akan dihadiri
wakil dari seluruh Provinsi di Indonesia, bahkan dari manca negara pada Tanggal 29 sampai 30 November 2025, atas kerjasama Lampung Sai, MPAL, Komunitas Jeep
Willys dan Pemprov Lampung.
MPAL sesuai dengan arahan Ketua
Umum, Rycko Mendoza, berkomitmen untuk bersama-sama membangun dan mempersiapkan
generasi emas bangsa Indonesia sejak dini sesuai dengan tupoksi masing-masing,
dengan harapan generasi emas penerus bangsa kelak akan menjadi penerima estafet
kepemimpinan di masa depan, bukan saja mumpuni dalam ilmu pengetahuan, tetapi
mencintai seni budaya warisan bangsa dan berakhlak mulia.
“Dasar Negara Indonesia adalah Pancasila
yang di susun oleh para founding father negeri ini dan direstui oleh para
ulama. Tetapi sebenarnya Lampung sudah sejak lama memiliki dan menjalankan falsafah
hidup tradisional yang dipegang teguh dan menjadi acuan dalam kehidupan
sehari-hari hingga saat ini, yaitu Piil Pesenggiri, Nemui Nyimah, Nengah
Nyappur, Bejulu Be-adek, dan Sakai Sambayan. Maknanya sejalan dengan pancasila,”
urai pria yang juga Ketua Forum Komunikasi Pemerhati (FKP) LPP RRI Bandar
Lampung dan Ketua Dewan Pembina/Penasehat Portal Berita Media Faktual Hukum ini.
Hal senada disampaikan Bainalhuri
Halim yang menyampaikan bahwa pada dua puluh tahun ke depan yaitu pada 2045,
diharapkan generasi emas Indonesia akan terwujud dengan pemahaman dan memiliki
ilmu pengetahuan yang mapan dan cerdas serta bertaqwa kepada Allah SWT.
Menurut dia, dalam kontek tersebut,
MPAL akan turut memberikan pembinaan sejak awal agar generasi emas yang
dipersiapkan mencintai seni budaya bangsa yang adi luhung bekerjasama dengan semua
pihak yang memiliki kesamaan visi untuk bersama-sama mempersiapkan generasi
emas bangsa Indonesia yang berbudaya dan beriman.
“Tradisi Lampung di semua aspek
selalu berkaitan erat dengan sikap sopan santun dan tuntunan agama Islam. Ini
bisa kita saksikan dari tata gerak, serta busana tari-tarian tradisional
Lampung yang mengharuskan menutup aurat, demikian juga dengan tradisi pantun
setimbalan, isinya selalu bernuansa nasehat, dan masih banyak lagi budaya
tradisional Lampung yang sarat dengan makna dengan acuan tuntunan agama. Hal
tersebut perlu dilestarikan dan dijaga agar ter-Refleski dalam kehidupan
sehari-hari generasi muda bangsa ini,” urainya.
Dalam acara tersebut, kedua
narasumber mengakui bahwa gempuran budaya barat melalui internet khususnya
media sosial sangat massif dan sulit untuk di bendung. Tetapi sebagai “Ulun
Lampung” seyogyanya mulai menanamkan pemahaman dan memberikan motivasi kepada
calon-calon generasi emas bangsa Indonesia sejak dini untuk mencintai budaya
warisan leluhur yang sarat dengan nilai-nilai moral dan agama.
“Kami mengajak seluruh
elemen khususnya generasi muda untuk mulai menggali dan mempelajari tradisi,
seni dan budaya Lampung. MPAL akan mendorong dan mengupayakan tentunya
bekerjasama dengan dinas-dinas terkait
dalam melestarikan tradisi. MPAL mendukung sepenuhnya bahasa Lampung
kembali menjadi mata pelajaran (muatan lokal) di sekolah-sekolah, sebagai upaya
menjaga bahasa Lampung agar tetap lestari,” tutup Achmad Nyerupa yang diamini
Bainalhuri Halim. [MFH red]











3.jpg)