- Diduga Lakukan Kekerasan Verbal terhadap Anak, Oknum Collector OTO Finance Resmi Dilaporkan
- Operasi Pasar Minyakita Digelar Serentak pada 15 Kabupaten/Kota di Lampung
- Pesawaran Tampilkan Produk Unggulan UP2K Dalam Kunjungan Kerja TP PKK Pusat di Lampung
- Bupati Pringsewu Audiensi dengan Ombudsman Lampung Bahas Pelayanan Publik
- Lamtim Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Bupati Ela: Pertumbuhan Daerah Ada di Tangan Pelaku Usaha
- Rakor DWP Lamteng Tekankan Pelaksanaan Program Kerja dan E-Reporting
- TP PKK Provinsi Lampung Dorong Pemberdayaan Lansia dan Ketahanan Keluarga
- TP-PKK Lampung Utara Turut Berpartisipasi Dalam Bulan Bhakti Ikatan Bidan Indonesia
- TP-PKK Lampura Turut Perkuat Pengendalian Inflasi Serta Jaga Daya Beli Masyarakat
- Sampah Capai 127 Ton Per Hari, Bupati Parosil Jemput Dukungan ke Kementerian Lingkungan Hidup
Gubernur Mirza Dorong Kreator Muda Sebagai Agen Pelestari Budaya Melalui Karya Seni

BANDAR
LAMPUNG, MFH,-- Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal memberikan apresiasi
atas langkah Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI yang menghadirkan
sosialisasi Empat Pilar MPR—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—melalui
pendekatan seni dan budaya.
Menurutnya,
metode tersebut menjadi cara yang lebih efektif untuk menjangkau masyarakat
secara luas.
“Seni
itu cepat dipahami dan budaya itu melekat. Ketika pesan kebangsaan disampaikan
melalui pertunjukan rakyat seperti ini, yang diterima bukan hanya informasi
tetapi juga rasa kebangsaan,” ujar Gubernur saat menghadiri Pagelaran Rakyat MPR RI di Youth Center PKOR Way Halim, Bandar Lampung,
Minggu 7 Desember 2025 malam.
Baca Lainnya :
- Polda Lampung Gelar Shalat Gaib dan Doa Bersama untuk Korban Bencana Alam0
- Purnama Wulan Sari Mirza Resmi Pimpin Gimnastik Lampung0
- Gubernur Lampung Bahas Penguatan Kerja Sama Penyiapan Tenaga Kerja ke Jepang dengan JAC0
- Resmikan Desa TAPIS, Ketua TP PKK Lampung Ajak Masyarakat Ambil Peran Bangun Ketahanan Pangan0
- Polda Lampung Kirim Bantuan Logistik untuk Korban Bencana Alam di Sumatera Barat0
Ia
menyebut kegiatan Pagelaran Rakyat menjadi sarana yang tepat untuk memperkuat
kecintaan masyarakat terhadap budaya nusantara di tengah derasnya arus
digitalisasi.
Mirza
juga mengingatkan bahwa Lampung sebagai daerah dengan keberagaman suku dan
etnis merupakan cerminan miniatur Indonesia.
“Keragaman
ini bukti bahwa nilai Bhinneka Tunggal Ika hidup dan terjaga dengan baik di
Lampung,” tambahnya.
Ia
juga menyoroti pentingnya mempertahankan identitas bangsa di tengah derasnya
budaya global yang merambah ruang digital.
Ia
mendorong pegiat seni dan kreator muda Lampung agar terus melestarikan budaya
melalui karya kreatif, termasuk konten digital.
“Kalau
seni dan budaya bisa viral, kenapa Empat Pilar tidak bisa? Saya titip kepada
para pegiat kreativitas, kalian instrumen terkuat dalam menjaga budaya dan
memperkuat identitas bangsa,” tegasnya.
Sementara
itu, Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Lampung
memiliki potensi besar sebagai pusat kreativitas seni dan budaya.
Menurutnya,
energi kreatif masyarakat Lampung dapat menjadi modal melahirkan talenta
bertaraf nasional bahkan internasional.
“Korea
Selatan mendunia lewat pop culture. Kita pun punya peluang yang sama. Mungkin
yang duduk di ruangan ini suatu hari menjadi artis nasional atau bahkan dunia,”
ujar Muzani.
Ia
juga menyinggung fenomena budaya Pacu Jalur di Riau yang mendunia berkat
momentum digital dan kekuatan budaya lokal.
Menurutnya,
baik seni modern, pop maupun tradisional merupakan bagian penting dari kekuatan
identitas bangsa.
“Lampung
kaya seni. Hari ini kita hadirkan sebagian dari kekayaan itu, mulai Campursari
hingga Jaranan, dari panggung tradisional hingga ruang digital seperti TikTok
Live,” katanya.
Di
akhir acara, Muzani mengajak masyarakat menjaga semangat berkesenian dengan
rasa gembira dan optimisme, serta menyampaikan doa bagi masyarakat Aceh,
Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang tengah terdampak bencana.
Acara Pagelaran Rakyat berlangsung meriah dengan penampilan
berbagai kelompok seni daerah dan kreator digital muda. Ribuan masyarakat
memadati Youth Center dan menikmati kolaborasi suguhan seni tradisional dan
modern. [MFH/Diskominfotik Provinsi Lampung]











3.jpg)