- Dilantik di Tengah Pasar, Bupati Egi Ingatkan Pejabat soal Realitas Pengabdian
- Siswa SMK PGRI 1 Semaka Tampilkan Tari Kreasi Adat Lampung di Musrenbang
- BPRS Diminta Tingkatkan Inovasi Program
- Laksanakan Musrenbang Hybrid, Bupati Tegaskan Akses Menuju Lokasi Pendidikan jadi Skala Perioritas
- Pemprov Lampung Tegaskan Jembatan Way Bungur akan Dibangun Ulang
- Hadiri Rakornas 2026, Bupati–Wakil Bupati Lambar Tegaskan Siap Jalankan Arahan Presiden
- Sekda Lampung Barat Tegaskan SPPG Harus Sajikan Makanan Layak Konsumsi
- Pemkab Lamteng Evaluasi Belanja Produk Dalam Negeri Tahun 2025
- Pemkab Bahas Kesepakatan PBJT Tenaga Listrik dengan PT PLN (Persero)
- Bupati dan Wakil Bupati Tanggamus Hadiri Rapat Koordinasi Nasional di Bogor
Istighosah dan Doa Bersama jadi Pamungkas Peringatan Harlah ke-100 NU di Sidomulyo

SIDOMULYO, MFH,-- Semarak
peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama ke-100 Masehi di Kecamatan
Sidomulyo terus berlanjut. Usai digetarkan dengan gema 50 grup hadroh, jalanan
protokol Sidomulyo kini berubah menjadi "Ijo Royo-Royo" melalui
gelaran pawai karnaval yang diikuti oleh puluhan lembaga pendidikan, Sabtu
(31/1/2026).
Kegiatan ini melibatkan lebih dari
20 lembaga yang terdiri dari TPA, TPQ, hingga Pondok Pesantren se-Kecamatan
Sidomulyo. Tak hanya para santri, pawai ini juga diramaikan oleh iring-iringan
kendaraan wali santri serta jajaran pengurus Badan Otonom (Banom) NU yang
berbaris rapi mengikuti rute yang telah ditentukan.
Prosesi pelepasan (flag-off)
peserta pawai dilakukan secara simbolis di halaman belakang Kantor MWC NU
Sidomulyo. Pemilihan titik pelepasan di bagian belakang kantor ini dilakukan
secara sengaja agar mobilisasi massa dan kendaraan peserta tidak mengganggu
kelancaran arus lalu lintas di jalan raya depan kantor.
Baca Lainnya :
- Lakukan Aksi di Empat Kecamatan, Dua Pelaku Curanmor Berakhir di Tangan Tim Reserse Polsek Palas 0
- Untuk Pertama Kali SPPG Tiga Saudara Palas Pasemah Salurkan MBG Kelompok B30
- Puskesmas Rawat Jalan Palas Layani Pengaktipan BPJS Sekala Prioritas Satu0
- KH RM Soleh Bajuri Wujudkan Amanat Sanadz, Bangun Gedung Kholwat di Lamsel0
- Imigrasi Kalianda Cetak Kinerja Positif, Terbitkan 14.000 Paspor 0
Ketua MWCNU Sidomulyo, Ust.
Giyarno, melepas peserta dengan mengangkat bendera NU, didampingi jajaran
Syuriyah yang mengangkat bendera Merah Putih sebagai simbol tegaknya komitmen
kebangsaan dan keagamaan.
Dalam sambutannya, Ust. Giyarno
menekankan bahwa kehadiran para santri dalam pawai ini adalah cerminan masa
depan NU di abad kedua. "Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim,
pawai ini dilepas. Harapannya, generasi santri ini kelak menjadi benteng ajaran
Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di masa depan," tegas beliau sebelum
mengangkat bendera start.
Kelancaran arus lalu lintas dan
ketertiban barisan sepanjang rute mulai dari Lapangan Sidorejo hingga melintasi
Pasar Sidomulyo menjadi prioritas utama. Personil Banser disiagakan penuh, baik
yang berjaga di titik pusat Kantor MWCNU maupun yang melakukan pengawalan
bergerak (mobile).
Menariknya, Sekretaris MWCNU
Sidomulyo, Irfan Prasetya, menunjukkan dedikasi tinggi dengan turun langsung ke
jalan. Mengendarai kendaraan roda dua, ia memimpin koordinasi personil Banser
di sepanjang rute untuk memastikan barisan mobil dan motor peserta tetap tertib
dan tidak mengganggu pengguna jalan umum.
Hadirnya seluruh pucuk pimpinan PAC
Banom, mulai dari GP Ansor, Muslimat NU, Fatayat NU, hingga IPNU-IPPNU
Sidomulyo beserta jajarannya, mempertegas soliditas struktural yang kuat dalam
menyambut satu abad masehi ini. Pawai ini menjadi bukti nyata bahwa NU di Sidomulyo
memiliki basis kaderisasi yang mengakar kuat di tingkat TPA dan Pesantren.
Rangkaian Harlah NU ke-100 Masehi
di Sidomulyo ini dijadwalkan akan mencapai puncaknya pada malam nanti melalui
agenda Istighosah dan Doa Bersama yang akan dihadiri oleh para Kyai sepuh dan
ribuan jamaah warga Nahdliyyin. [MFH/Sriw]











3.jpg)