- Pemprov Lampung Dukung RRI Bandar Lampung Perkuat Edukasi dan Informasi Publik
- Jalan Sehat 3,3 Kilometer Meriahkan Car Free Day dan HUT Korem 043/Gatam di Kota Metro
- Bupati Lampung Timur Lantik Lima Kepala Desa PAW
- Setelah 27 Tahun, Aset Tanah Pemkab Lamtim Berhasil Diselamatkan dan Mulai Disertifikasi
- Plt. Bupati Dukung Cek Kesehatan Gratis dan Donor Darah dalam Harlah Kejaksaan RI ke-81
- Rapat Rutin Dinas Kominfo Lampura, Tekankan Disiplin serta Evaluasi Kinerja dan Program Kerja
- Pemkab Lampura Bersama Forkopimda Bahas Aturan Pembatasan Waktu dan Ketertiban Orgen Tunggal
- Kapolres Pimpin Renovasi Jembatan Gantung Penghubung Pekon Tanjung Raja dan Tanjung Jati
- Polres Tanggamus Raih Peringkat Satu Penginputan Sisdivkum dan Peringkat Tiga Penyuluhan Hukum
- Pemprov Lampung Siap Dukung Porprov ke-X, Jadi Ajang Persiapan Menuju PON 2028
Kapolres Pimpin Renovasi Jembatan Gantung Penghubung Pekon Tanjung Raja dan Tanjung Jati


TANGGAMUS, MFH,-- Kapolres Tanggamus AKBP
Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H., memimpin langsung kegiatan renovasi Jembatan
Gantung Merah Putih yang menghubungkan Pekon Tanjung Raja dan Pekon Tanjung
Jati, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, Selasa (1/9/2026).
Perjalanan menuju lokasi dimulai dari Mapolres
Tanggamus, Kapolres didampingi Wakapolres Kompol Fredy Aprisa Putra, S.H.,
M.H., para Kabag, para Kasat dan Kapolsek Limau serta Cukuh Balak.
Baca Lainnya :
- Polres Tanggamus Raih Peringkat Satu Penginputan Sisdivkum dan Peringkat Tiga Penyuluhan Hukum0
- Polsek Talang Padang Tangkap Tersangka Pencuri Sepeda Motor di Masjid Gunung Alip0
- Polsek Kota Agung Tangkap Pembobol Gudang Besi Bekas Pabrik Pasar Madang0
- Tim Penyuluh Cegah Karhutla Mabes TNI Kunjungi Polres, Perkuat Pencegahan Kebakaran di Tanggamus0
- Kadis Koperindag Tanggamus Soroti Pengelolaan Pasar Pagi0
Renovasi jembatan tersebut dilakukan sebagai
bentuk kepedulian dan tindak lanjut perhatian pimpinan terhadap kondisi
jembatan yang telah digunakan masyarakat selama sekitar 25 tahun dan sekitar 4
tahun lantai papan mengalami kerusakan.
Kegiatan dilaksanakan secara gotong royong
dengan melibatkan personel Polri, TNI, pemerintah daerah, unsur Forkopimcam,
relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta masyarakat setempat dengan
pemasangan lantai papan serta pengecatan tiang maupun seling baja pengait jembatan.
Di lokasi, Kapolres Tanggamus bersama personel
dan unsur terkait membagi tugas, mulai dari mengangkat material hingga
menyiapkan peralatan yang dibutuhkan dalam proses perbaikan.

Selain renovasi jembatan, Kapolres juga
memberikan bantuan penerangan berupa dua unit lampu tenaga surya atau solar
panel. Lampu tersebut diharapkan dapat membantu menerangi jembatan pada malam
hari.
Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko
mengatakan, renovasi dilakukan untuk memastikan jembatan tersebut kembali aman
dan dapat digunakan masyarakat dengan lebih baik.
“Hari ini kita melaksanakan renovasi Jembatan
Merah Putih di Pekon Tanjung Raja, Kecamatan Cukuh Balak. Ini merupakan perdana
kita melaksanakan renovasi jembatan dan kita bersama-sama bergotong royong
untuk membangun serta memperbaiki jembatan ini,” kata AKBP Rahmad Sujatmiko.
Ia menegaskan, kekuatan dan ketahanan jembatan
menjadi perhatian utama dalam proses renovasi. Material yang dinilai tidak
layak atau tidak cukup kuat akan diganti agar jembatan dapat digunakan dalam
jangka panjang.
“Untuk mandor ataupun tukangnya benar-benar
dipastikan pekerjaannya kuat dan tahan lama. Kalau ada material yang tidak
kuat, nanti kita ganti. Karena memang jembatan ini sempat viral dan beberapa
tahun lalu juga pernah ada korban yang jatuh di jembatan tersebut,” ujarnya.
Kapolres menjelaskan, jembatan gantung tersebut
menjadi akses penghubung bagi masyarakat Pekon Tanjung Raja dan Pekon Tanjung
Jati. Diperkirakan sekitar 200 kepala keluarga menggunakan akses tersebut dalam
aktivitas sehari-hari.
Selain menjadi akses antarpekon, jembatan juga
menghubungkan masyarakat dengan fasilitas pendidikan, termasuk sekolah dasar
(SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
“Jembatan ini menghubungkan Pekon Tanjung Jati
dengan Tanjung Raja. Penggunanya warga sekitar, kurang lebih 200 KK, dan juga
menghubungkan ke sekolah, ada SD dan SMP,” jelasnya.
Kapolres mengungkapkan, saat ini belum terdapat
jembatan yang dapat dilalui kendaraan roda empat sebagai akses utama kedua
wilayah tersebut. Masyarakat memiliki akses melalui bagian bawah sungai, namun
kondisi tersebut menjadi kendala ketika musim hujan atau terjadi banjir. “Kalau
musim hujan atau banjir, jembatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat,”
ungkapnya.
Terkait bantuan lampu panel surya, Kapolres
berharap bantuan tersebut dapat membantu menerangi jembatan pada malam hari.
“Mudah-mudahan bisa bermanfaat. Ada dua unit
lampu solar panel, sehingga pada saat malam hari bisa tetap terang. Namun
masyarakat tetap harus berhati-hati dalam berkendara maupun saat melintas di
jembatan,” pungkasnya.
Kepala Pekon Tanjung Jati, Kecamatan Cukuh
Balak, Irwansyah, mewakili masyarakat menyampaikan terima kasih kepada Kapolres
Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko yang telah memberikan perhatian dan bantuan
terhadap kondisi jembatan gantung yang menghubungkan Pekon Tanjung Jati dengan
Pekon Tanjung Raja.
“Saya sebagai Kepala Pekon Tanjung Jati,
mewakili masyarakat, mengucapkan terima kasih yang sangat-sangat luar biasa
kepada Bapak Kapolres Tanggamus yang telah memberikan bantuan dan perhatian
terhadap jembatan gantung ini. Semoga ke depannya dapat memberikan manfaat yang
sangat luar biasa bagi masyarakat, khususnya masyarakat Pekon Tanjung Jati,”
kata Irwansyah.
Irwansyah menyebut, jembatan tersebut mengalami
kerusakan sekitar empat hingga lima tahun terakhir. Selama kondisi rusak,
masyarakat tetap menggunakan jembatan tersebut karena menjadi salah satu akses
utama penghubung kedua pekon.
Menurutnya, warga selama ini juga melakukan
perbaikan secara swadaya agar jembatan tetap dapat dilalui. Namun, kondisi
tersebut membuat masyarakat harus menghadapi risiko keselamatan saat melintas
dalam situasi banjir.
“Selama rusak ini warga tetap melintas di
jembatan. Kadang mencari celah karena memang jalan satu-satunya harus dilewati
ketika banjir. Mau tidak mau tetap menggunakan jembatan ini,” katanya.
Ia mengungkapkan, kondisi jembatan yang rusak
juga pernah menyebabkan warga terjatuh saat melintas. Meski tidak ada korban
jiwa, sejumlah warga mengalami luka hingga patah tulang.
“Kalau korban jiwa tidak ada, tetapi korban
luka dan patah sudah pernah ada. Kalau diingat-ingat, mungkin sudah sekitar 10
kali,” ungkapnya.
Setelah direnovasi dan kembali dapat digunakan
secara layak, Irwansyah memperkirakan aktivitas masyarakat yang melintas di
jembatan tersebut dapat mencapai sekitar 700 orang per hari.
“Kalau nanti sudah aktif lagi, perkiraannya
sekitar 700-an yang lalu-lalang setiap hari. Pengguna jembatan bukan hanya
berasal dari Pekon Tanjung Jati dan Pekon Tanjung Raja, tetapi juga masyarakat
dari luar kedua pekon, termasuk warga dari arah Kelumbayan dan beberapa
kecamatan lainnya yang menggunakan akses tersebut,” tutupnya.
Senada dengan Kakon Tanjung Jati, Kepala Pekon
Tanjung Raja, Kecamatan Cukuh Balak, Karnilas Farontaka juga menyampaikan
ucapan terima kasih kepada Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko beserta
rombongan yang telah hadir dan memberikan bantuan dalam rangka renovasi
jembatan gantung penghubung Pekon Tanjung Raja dan Pekon Tanjung Jati.
“Kami selaku masyarakat Pekon Tanjung Raja
mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Kapolres Tanggamus
beserta rombongan yang telah hadir dalam rangka renovasi jembatan gantung ini,”
kata Karnilas.
Ia menyebut, jembatan tersebut bukan hanya
menjadi penghubung antara Pekon Tanjung Raja dan Pekon Tanjung Jati, tetapi
juga merupakan jalur lintas yang digunakan masyarakat umum dari berbagai
daerah.
“Jembatan ini bukan hanya penghubung Tanjung
Raja dan Tanjung Jati saja, melainkan penghubung antarkawasan karena ini jalur
lintas khusus. Jadi penggunanya umum, dari berbagai daerah banyak yang melewati
jembatan ini,” ujarnya.
Karnilas juga mengungkapkan, kondisi jembatan
gantung selama ini cukup membahayakan warga. Beberapa kali masyarakat mengalami
kecelakaan saat melintas, mulai dari keseleo, luka-luka hingga patah tulang.
“Pernah warga jatuh di sini, bahkan cukup
sering. Ada yang keseleo, ada yang luka, bahkan ada yang patah. Kadang sampai
jatuh ke bawah sungai. Namun sampai saat ini belum ada yang meninggal,”
jelasnya.
Terkait bangunan dasar jembatan yang berada di
sekitar lokasi, Karnilas menyebut terdapat rencana pembangunan jembatan
permanen pada tahun ini. Ia berharap rencana tersebut dapat segera
direalisasikan pemerintah, terutama menjelang musim hujan yang berpotensi
membuat akses kendaraan semakin sulit.
“Terkait dasar pancang jembatan ini memang ada
rencana tahun ini, Insya Allah mau dibangun. Kami selaku masyarakat sangat
berharap sekali, apalagi akan menghadapi musim hujan. Tentunya mobil tidak bisa
lewat ketika banjir. Harapan kami mudah-mudahan tahun ini terealisasi jembatan
beton,” harapnya.
Terpisah, seorang pedagang ikan keliling asal
Pekon Tanjung Jati, Helmi, mengaku selama jembatan belum rusak ia memang rutin
menggunakan jembatan gantung tersebut dalam aktivitas sehari-hari untuk
berdagang.
“Biasanya saya lewat sini setiap hari. Sebelum
rusak sering sekali lewat jembatan ini. Tapi semenjak rusak, saya tidak pernah
lagi lewat sini dan memilih lewat jalur air,” kata Helmi.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi kendala
terutama ketika terjadi banjir. Pasalnya, tidak ada pilihan akses lain yang
dapat digunakan masyarakat untuk beraktivitas.
“Kalau banjir bukan pernah lagi, jadi kalau
banjir lewat mana lagi? Tidak ada jalan lagi,” ujarnya.
Helmi menyambut baik renovasi jembatan yang
dilakukan Polres Tanggamus. Ia berharap setelah diperbaiki, jembatan tersebut
kembali dapat digunakan masyarakat, khususnya ketika akses lain terdampak
banjir.
“Terima kasih kepada Polres Tanggamus yang
sudah memperbaiki jembatan ini,” tandasnya. [MFH/Din/rils]











3.jpg)