- Pemkot Metro Bergerak Pulihkan Petani Terdampak Banjir
- PDU Rejomulyo Mulai Perkuat Sistem Pemilahan Sampah
- Semarakkan HUT ke-65 Pramuka, Wabup Hadiri Perkemahan LT-II Kwarran Pesisir Utara
- Tim Penyuluh Cegah Karhutla Mabes TNI Kunjungi Polres, Perkuat Pencegahan Kebakaran di Tanggamus
- Pemprov Lampung Raih Anugerah Pembangunan Terpuji
- Festival Krakatau 2026 Hadirkan Coffee Expo dan Cup Taster Competition
- Senam Oke Gas Gelar Berbagai Perlombaan Meriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
- Kadis Koperindag Tanggamus Soroti Pengelolaan Pasar Pagi
- Gubernur Tegaskan Penguatan Satlinmas sebagai Pilar Keamanan dan Perlindungan Masyarakat Lampung
- Wulan Mirza Ajak Masyarakat Lestarikan Seruit sebagai Warisan Kuliner Lampung
Tim Penyuluh Cegah Karhutla Mabes TNI Kunjungi Polres, Perkuat Pencegahan Kebakaran di Tanggamus


TANGGAMUS, MFH,-- Tim Penyuluh pencegahan
Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Mabes TNI melakukan kunjungan ke Polres
Tanggamus, Jumat (28/8/2026). Kunjungan tersebut dalam rangka memperkuat
sinergi dan upaya pencegahan serta penanggulangan Karhutla di wilayah Kabupaten
Tanggamus.
Tim dipimpin Kolonel Cpm Tri Handaka, S.Pd.,
M.Si., selaku Pamen Ahli Bidang Bang Org Puspomad. Tim tersebut terdiri dari
personel TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, serta
didampingi Dandim 0424/Tanggamus Letkol Inf Dwi Djunaidi Mulyono, S.E., M.I.P.
Baca Lainnya :
- Kadis Koperindag Tanggamus Soroti Pengelolaan Pasar Pagi0
- Mabes TNI Perkuat Pencegahan Karhutla di Tanggamus0
- Inafis Satreskrim Polres Tanggamus Identifikasi Kebakaran SPPG Purwosari Kelumbayan Barat0
- 14 Camat Tanggamus Resmi Serah Terima Jabatan0
- Polsek Limau Cek Dua Lokasi Karhutla di Wilayah Hukumnya, Titik Api Telah Padam0
Kedatangan tim diterima langsung Kapolres
Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H., bersama jajaran pejabat utama
Polres Tanggamus. Dalam pertemuan tersebut, Kapolres memaparkan kondisi
wilayah, kesiapan personel, hingga langkah mitigasi yang telah dilakukan
menghadapi potensi Karhutla.
Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko
menjelaskan, wilayah Kabupaten Tanggamus memiliki karakteristik geografis yang
cukup luas dengan kawasan pertanian dan perkebunan yang berpotensi mengalami
kebakaran, khususnya saat musim kemarau.
Menurutnya, Polres Tanggamus bersama Kodim
0424/Tanggamus, pemerintah daerah, BPBD, serta unsur terkait telah melakukan
berbagai langkah antisipasi. Salah satunya melalui apel gelar pasukan dan pembentukan
posko tanggap siaga bencana di lingkungan Polres Tanggamus.
“Kami sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi
berbagai kemungkinan, baik tanah longsor, banjir maupun penanganan kebakaran
hutan dan lahan. Posko ini menjadi bagian dari kesiapan kami apabila
sewaktu-waktu menerima laporan kejadian di lapangan,” kata AKBP Rahmad
Sujatmiko.
Kapolres juga menyampaikan bahwa berdasarkan
pemantauan selama sekitar dua bulan terakhir, terdapat sejumlah titik panas
yang terpantau di wilayah Kabupaten Tanggamus. Salah satu wilayah yang menjadi
perhatian adalah Kecamatan Bulok, khususnya kawasan yang berbatasan dengan
Kabupaten Pringsewu.
“Di wilayah tersebut memang terdapat potensi
karena kondisi lahan yang kering. Beberapa tahun sebelumnya juga pernah terjadi
kebakaran lahan yang cukup luas, sehingga wilayah itu menjadi salah satu
perhatian kami,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi munculnya titik api,
Polres Tanggamus telah menginstruksikan jajaran Polsek, Bhabinkamtibmas,
Babinsa, hingga aparatur pekon untuk meningkatkan pemantauan dan segera
melakukan penanganan apabila ditemukan indikasi kebakaran.
Kapolres mengatakan, berdasarkan pemantauan
titik panas melalui sistem satelit dan aplikasi pemantauan Karhutla, terdapat
sejumlah titik yang perlu mendapat perhatian. Jajaran kepolisian bersama
Forkopimcam juga telah diarahkan untuk turun langsung ke lokasi guna memastikan
kondisi di lapangan.
Selain faktor alam, pihaknya menemukan adanya
indikasi pembakaran lahan yang dilakukan secara sengaja oleh sebagian warga. Pembakaran
tersebut umumnya dilakukan untuk membersihkan sampah atau mempersiapkan lahan
untuk kegiatan berikutnya.
“Kalau memang ditemukan adanya kesengajaan,
pemilik lahan akan kami panggil dan diberikan pemahaman agar tidak mengulangi
kegiatan pembakaran lahan. Ini menjadi perhatian supaya api tidak melebar ke
lahan yang lebih luas,” tutupnya.
Sementara itu, Kolonel Cpm Tri Handaka
mengatakan, Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI berjumlah sembilan personel dan
akan melaksanakan kegiatan penyuluhan di wilayah Tanggamus dan Pringsewu.
Ia mengapresiasi langkah mitigasi yang telah
dilakukan Polres Tanggamus bersama Kodim 0424/Tanggamus dan jajaran terkait
dalam mencegah terjadinya Karhutla.
“Pada intinya, baik Polres, Kodim maupun tim
penyuluh memiliki semangat yang sama. Meskipun berbeda instansi, instruksinya
sama, yaitu mencegah kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, kita perlu
bersinergi di lapangan,” kata Kolonel Cpm Tri Handaka.
Menurutnya, langkah preventif yang dilakukan
secara berjenjang melalui Polsek hingga perangkat kewilayahan sangat penting
untuk memastikan setiap potensi kebakaran dapat segera ditangani sebelum
berkembang menjadi kejadian yang lebih besar.
Ia juga menilai bahwa kebiasaan masyarakat
dalam membakar sampah maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar perlu
menjadi perhatian bersama. Menurutnya, kebiasaan tersebut merupakan bagian dari
kultur yang harus perlahan diarahkan kepada cara-cara yang lebih aman.
“Memang ada kearifan lokal dan kebudayaan
masyarakat dalam membersihkan lahan atau sampah dengan cara dibakar. Namun,
kita berupaya agar hal tersebut tidak meluas, terutama sampai masuk ke kawasan
hutan dan menyebabkan kebakaran yang lebih besar,” ujarnya.
Kolonel Cpm Tri Handaka berharap sinergi antara
TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga
potensi Karhutla di Tanggamus dan Pringsewu dapat dicegah sejak dini.
“Harapan kami, sinergi
antara TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat terus diperkuat. Dengan
langkah pencegahan dan mitigasi yang dilakukan sejak dini, mudah-mudahan
potensi Karhutla di wilayah Tanggamus dan Pringsewu dapat kita cegah bersama
sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas,” tutupnya. [MFH/Din/rils]











3.jpg)