- Pemkot Metro Bergerak Pulihkan Petani Terdampak Banjir
- PDU Rejomulyo Mulai Perkuat Sistem Pemilahan Sampah
- Semarakkan HUT ke-65 Pramuka, Wabup Hadiri Perkemahan LT-II Kwarran Pesisir Utara
- Tim Penyuluh Cegah Karhutla Mabes TNI Kunjungi Polres, Perkuat Pencegahan Kebakaran di Tanggamus
- Pemprov Lampung Raih Anugerah Pembangunan Terpuji
- Festival Krakatau 2026 Hadirkan Coffee Expo dan Cup Taster Competition
- Senam Oke Gas Gelar Berbagai Perlombaan Meriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
- Kadis Koperindag Tanggamus Soroti Pengelolaan Pasar Pagi
- Gubernur Tegaskan Penguatan Satlinmas sebagai Pilar Keamanan dan Perlindungan Masyarakat Lampung
- Wulan Mirza Ajak Masyarakat Lestarikan Seruit sebagai Warisan Kuliner Lampung
PDU Rejomulyo Mulai Perkuat Sistem Pemilahan Sampah
Pemkot Metro Tegaskan Komitmen Modernisasi Persampahan

METRO, MFH,-- Aktivitas pengelolaan sampah
mulai terlihat di Pusat Daur Ulang (PDU) Rejomulyo, Kecamatan Metro Selatan,
setelah dibukanya kembali akses Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS)
Karangrejo. Kondisi tersebut menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kota Metro
dalam melakukan penataan dan penguatan sistem pengelolaan sampah dari hulu
hingga hilir.
Seiring kembali normalnya aktivitas
persampahan, PDU Rejomulyo mulai melakukan adaptasi sistem pemilahan sampah
organik dan anorganik. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah
Kota Metro mewujudkan tata kelola persampahan yang lebih terukur, efektif, dan
berorientasi pada pengurangan sampah yang berakhir di TPAS.
Plt. Kepala UPTD TPAS Karangrejo Kota Metro,
Raden Muhammad Joni Irwan, mengatakan proses pemilahan di PDU Rejomulyo sejauh
ini berjalan dengan baik. Menurutnya, sistem yang diterapkan telah disiapkan
untuk meminimalkan dampak terhadap lingkungan, termasuk kekhawatiran masyarakat
terkait munculnya aroma tidak sedap.
Baca Lainnya :
- Kota Metro Salah Satu Peraih Sertifikat KKPA 2025 di Lampung0
- Wakil Wali Kota Metro Dorong Mahasiswa Kembangkan Jiwa Kewirausahaan0
- KKP Dorong Budidaya Ikan Darat Tematik di Kota Metro, Pemkot Siapkan Lokasi0
- Wali Kota Metro Lepas Peserta OJT Reguler Batch 38 IDEA Indonesia0
- Pemkot Metro dan Forkopimda Perkuat Kolaborasi Tata TPAS Karangrejo0
“Kami pastikan bau sampah yang dikhawatirkan
itu tidak akan terjadi. Proses pemilahan sampah organik dan anorganik di PDU
Rejomulyo berjalan dengan baik dan terukur,” ujar Raden, Jumat (28/8/2026).
Untuk menjaga ritme pengelolaan dan mencegah
sampah menumpuk terlalu lama, PDU Rejomulyo mengerahkan sedikitnya 20 tenaga
kerja. Para pekerja tersebut dibagi dalam sistem kerja bergiliran atau shift
untuk melakukan pemilahan pada setiap muatan truk yang datang.
Raden menjelaskan, proses adaptasi sekaligus
pelatihan bagi para tenaga kerja telah dilakukan sejak Sabtu (22/8/2026),
sehari setelah akses TPAS Karangrejo kembali dibuka oleh Wali Kota Metro
Bambang Iman Santoso bersama masyarakat.
“Teman-teman pekerja sudah mulai kita siapkan
dan kita berikan pemahaman mengenai mekanisme pemilahan. Dengan sistem shift
ini, setiap sampah yang datang bisa langsung ditangani sehingga tidak terlalu
lama berada di lokasi,” jelasnya.
Dalam penerapannya, PDU Rejomulyo mengarahkan
sampah ke dalam tiga jalur pengelolaan. Sampah organik akan ditempatkan di
barak pengomposan untuk diolah menjadi pupuk organik.
Sementara sampah anorganik yang masih memiliki
nilai ekonomis akan dipilah dan dicacah untuk selanjutnya masuk ke dalam proses
pemanfaatan atau siklus industri daur ulang.
“Sedangkan sisanya, yang benar-benar berupa
residu kering, baru dibuang ke TPAS Karangrejo,” kata Raden.
Menurutnya, pola tersebut diharapkan dapat
mengurangi secara signifikan masuknya sampah basah ke TPAS Karangrejo.
Pengurangan sampah organik menjadi salah satu bagian penting dalam upaya menekan
potensi timbulnya bau sekaligus memperpanjang kapasitas pengelolaan TPAS.
Langkah tersebut juga berjalan beriringan
dengan upaya pembenahan kondisi gunungan sampah di TPAS Karangrejo melalui
penanganan secara mekanis.
Terkait meningkatnya aktivitas armada
pengangkut sampah menuju PDU Rejomulyo dalam beberapa hari terakhir, Raden
menjelaskan bahwa kondisi tersebut merupakan dampak dari penumpukan sampah
setelah sempat terganggunya pelayanan kebersihan selama sekitar satu pekan.
Kondisi tersebut menyebabkan sampah sempat
menumpuk di sejumlah titik di wilayah Kota Metro sehingga diperlukan
pembersihan secara intensif setelah akses TPAS kembali dibuka.
Namun demikian, Raden memastikan kondisi
tersebut bersifat sementara dan aktivitas pengangkutan sampah akan kembali
normal seiring selesainya proses penanganan sampah yang sempat menumpuk.
“Mulai besok, lalu lalang armada truk sampah
tidak akan sepadat beberapa hari ini karena kondisi kebersihan kota sudah
berangsur normal. Ke depan, kapasitas kelola PDU Rejomulyo dipastikan mampu
mengelola seluruh pasokan sampah yang diangkut oleh truk-truk sampah di Kota
Metro,” pungkasnya.
Penguatan fungsi PDU Rejomulyo menjadi bagian
dari komitmen Pemerintah Kota Metro dalam membangun sistem persampahan yang
tidak hanya berorientasi pada pembuangan akhir, tetapi juga mengedepankan
prinsip pemilahan, pengolahan, dan pemanfaatan kembali sampah.
Melalui pengelolaan dari
sumbernya, volume sampah yang masuk ke TPAS diharapkan dapat ditekan, sekaligus
menciptakan lingkungan Kota Metro yang semakin bersih, sehat, dan
berkelanjutan. [MFH/Diskominfo Metro]











3.jpg)