Sering Jebol, Petani Keluhkan Perbaikan Tanggul Way Pisang Diduga Dikerjakan Asal-Asalan

By redaksi 06 Feb 2026, 10:17:35 WIB Saburai
Sering Jebol, Petani Keluhkan Perbaikan Tanggul Way Pisang Diduga Dikerjakan Asal-Asalan

PALAS, MFH,-- Petani di wilayah Pematang Baru hingga Palas Aji, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, mengeluhkan dan memberikan kritik terhadap perbaikan tanggul Way Pisang yang dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Way Sekampung, Kamis, (4/2/2026).

Para petani mengatakan bahwa perbaikan yang dilakukan hanya bersifat sementara dan sering menyebabkan tanggul kembali jebol setiap kali debit air sungai meningkat. Akibatnya lahan pertanian terendam banjir.

Menurut salah satu petani, Jhun metode perbaikan yang dilakukan hanya sebatas menimbun tanah cadas yang tidak memiliki daya tahan terhadap arus sungai yang deras.

Baca Lainnya :

"Pola tambal sulam yang diterapkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Way Sekampung saat mengerjakan perbaikan tanggul Way Pisang  membuat kami merugi karena modal yang kami keluarkan untuk menanam mulai dari bibit hingga pupuk hilang ketika banjir datang," ucap dia.

Petani mendesak agar pihak berwenang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap spesifikasi material perbaikan dan membangun infrastruktur yang lebih permanen, seperti menggunakan sistem bronjong atau dinding penahan beton, agar mereka tidak terus-menerus mengalami ketakutan akan banjir susulan.

"Kami  berharap proyek perbaikan tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban tetapi juga mempertimbangkan manfaat bagi para petani," ungkapnya.

Sejak tahun 2025 hingga awal 2026, tanggul Way Pisang diketahui dan tercatat sudah tiga kali jebol akibat banjir dan diperbaiki pihak BBWS. Dan setiap kejadian selalu berujung pada kerugian besar bagi petani akibat lahan persawahan terendam banjir.

Pada kesempatan itu, pihak terkait juga mengusulkan untuk melakukan normalisasi di sepanjang sungai Way Pisang karena aliran sungai telah mengalami pendangkalan yang menjadi salah satu penyebab banjir.

Hingga kini, masyarakat masih menunggu langkah konkrit dari pemerintah dan BBWS Way Sekampung untuk meninjau langsung kondisi di lapangan dan memberikan solusi nyata yang berkelanjutan. [MFH/Sriw]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment