- Polda Lampung Ungkap Peredaran Narkoba Jaringan Antarprovinsi
- Koramil 421-08/Pls Bersama Kecamatan Sragi Gotong Royong, Dukung Program (ABRI)
- UPT Perpajakan Palas Siap Jemput Bola Pembayaran PBB ke Tingkat Dusun
- Wabup Pesisir Barat Hadiri Fun Walk dan Aksi Bersih-Bersih Pantai Labuhan Jukung
- Ikuti Arahan Presiden Bupati Instruksikan Seluruh OPD Terapkan Gerakan Asri Gotong Royong
- Wabup Lampung Utara Pantau Lokasi Rawan Banjir
- Baru Berdiri di Lampung Utara, Kemenhaji dan Umroh Perlu Dukungan Pemerintah Daerah
- Bupati Lampung Utara Bangun Kesadaran Kolektif Pentingnya Berzakat
- Pemkab Lampung Tengah dan DPP Lampung Sai Matangkan Persiapan Blangikhan 2026
- Pemkab Lampung Tengah dan Kejari Perkuat Sinergi Perlindungan Jaminan Sosial Tenaga Kerja
Sering Jebol, Petani Keluhkan Perbaikan Tanggul Way Pisang Diduga Dikerjakan Asal-Asalan

PALAS, MFH,-- Petani di wilayah
Pematang Baru hingga Palas Aji, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, mengeluhkan dan
memberikan kritik terhadap perbaikan tanggul Way Pisang yang
dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Way Sekampung, Kamis,
(4/2/2026).
Para petani mengatakan bahwa perbaikan
yang dilakukan hanya bersifat sementara dan sering menyebabkan tanggul kembali
jebol setiap kali debit air sungai meningkat. Akibatnya lahan pertanian terendam
banjir.
Menurut salah satu petani, Jhun
metode perbaikan yang dilakukan hanya sebatas menimbun tanah cadas yang tidak
memiliki daya tahan terhadap arus sungai yang deras.
Baca Lainnya :
- Miris, Lima SPPG Beroperasi di Palas Namun Siswa SDN Belum Pernah Terima MBG0
- Dilantik di Tengah Pasar, Bupati Egi Ingatkan Pejabat soal Realitas Pengabdian0
- Puluhan Tahun Tak Tersentuh Pemerintah, Warga Perbaiki Jalan Rusak Gunakan Dana Pribadi 0
- Manasik Haji Terintegrasi Dibuka, 414 Jemaah Lamsel Bersiap Menuju Tanah Suci0
- Egi-Syaiful Hadiri Rakornas 2026, Siap Kawal Program Prioritas Presiden di Lampung Selatan0
"Pola tambal sulam yang diterapkan
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Way Sekampung saat mengerjakan perbaikan
tanggul Way Pisang membuat kami merugi
karena modal yang kami keluarkan untuk menanam mulai dari bibit hingga pupuk
hilang ketika banjir datang," ucap dia.
Petani mendesak agar pihak
berwenang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap spesifikasi material perbaikan
dan membangun infrastruktur yang lebih permanen, seperti menggunakan sistem
bronjong atau dinding penahan beton, agar mereka tidak terus-menerus mengalami
ketakutan akan banjir susulan.
"Kami berharap proyek perbaikan tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban tetapi juga mempertimbangkan manfaat bagi para petani," ungkapnya.
Sejak tahun 2025 hingga
awal 2026, tanggul Way Pisang diketahui dan tercatat sudah tiga kali jebol akibat banjir dan
diperbaiki pihak BBWS. Dan setiap kejadian selalu berujung pada kerugian
besar bagi petani akibat lahan persawahan terendam banjir.
Pada kesempatan itu, pihak terkait
juga mengusulkan untuk melakukan normalisasi di sepanjang sungai Way Pisang
karena aliran sungai telah mengalami pendangkalan yang menjadi salah satu
penyebab banjir.
Hingga kini, masyarakat masih
menunggu langkah konkrit dari pemerintah dan BBWS Way Sekampung untuk meninjau
langsung kondisi di lapangan dan memberikan solusi nyata yang berkelanjutan.
[MFH/Sriw]










3.jpg)