- Polsek Kota Agung Identifikasi Kebakaran di Kelurahan Kuripan
- Pemkab Tanggamus Gelar Rakor Pengendalian Inflasi
- Wakapolres Tanggamus Sosialisasikan Aplikasi Andorid Siger Lampung Presisi
- Sekda Tedi Zadmiko Nobar Bersama Masyarakat Pesisir Barat
- Kominfo Lambar Paparkan Penguatan Layanan Digital dan Aplikasi Bakas
- Wakil Bupati Buka Bimtek Diseminasi Kebijakan Pendidikan 2026
- Wakil Bupati Serahkan Donasi untuk Pembangunan Kembali TPA Sunan Bonang
- Bupati Hamartoni Resmikan Masjid Al-Mursin Tuah
- Sekda Ahmad Hariyanto Dorong Penguatan Statistik Sektoral yang Berkualitas
- Triana Aprisia Tekankan Akuntabilitas Keuangan dan Optimalisasi Aset Daerah
Wabup Azwar Hadi Pacu Percepatan Penurunan Stunting
Targetkan Angka Turun hingga 4 Persen pada 2026

SUKADANA, MFH,-- Pemerintah Kabupaten Lampung
Timur terus memperkuat komitmen dalam menekan angka stunting melalui kolaborasi
lintas sektor. Hal itu ditegaskan Wakil Bupati Lampung Timur, Azwar Hadi, saat
memimpin Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Triwulan II
Tahun 2026 di Aula Bappeda Lampung Timur, Senin (20/7/2026).
Rakor tersebut menjadi forum evaluasi sekaligus
penyusunan langkah strategis untuk memastikan seluruh program percepatan
penurunan stunting berjalan efektif, terukur, dan tepat sasaran.
Hadir dalam kegiatan itu Asisten Bidang
Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Ahmad Zainuddin, Kepala Kantor
Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur Marwansyah, Kepala Dinas Komunikasi
dan Informatika Dany Samantha, Kepala Bappeda Verzanita Hasan, Plt Kepala Dinas
Peternakan dan Perikanan Dwi Giyarti, Plt Kepala Dinas Kesehatan dr. Ekawaty
Apryandari, Kepala Dinas P3AP2KB Suwanto, serta jajaran kepala perangkat daerah
yang tergabung dalam TPPS.
Baca Lainnya :
- Wakil Bupati Azwar Hadi Pimpin Rapat Persiapan HUT ke-81 RI0
- Pemkab Gandeng Bapas Metro, Perkuat Pembinaan Humanis bagi Anak 0
- Bupati Ela: Tak Boleh Ada Warga Kelaparan0
- Wapres Gibran dan Wagub Jihan Pantau Pembangunan Jembatan Way Bungur0
- Wapres Gibran Serap Aspirasi Petani Singkong Lampung Timur0
Dalam arahannya, Azwar Hadi menegaskan bahwa
percepatan penurunan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor
kesehatan, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh organisasi
perangkat daerah serta dukungan berbagai pemangku kepentingan.
Menurutnya, meskipun tren prevalensi stunting
di Lampung Timur terus menunjukkan penurunan dalam beberapa tahun terakhir,
hasil tersebut harus terus ditingkatkan agar memberikan dampak yang lebih nyata
bagi kualitas sumber daya manusia.
"Kita sudah bekerja maksimal sejak
beberapa tahun terakhir. Angka stunting memang terus menurun, tetapi masih
sedikit. Harapan saya tahun ini penurunannya bisa lebih signifikan, minimal
tiga sampai empat persen," ujar Azwar.
Ia juga menegaskan bahwa program penanganan
stunting harus tetap menjadi prioritas meskipun pemerintah sedang menerapkan
efisiensi anggaran. Menurutnya, investasi pada pemenuhan gizi dan kesehatan
anak merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan daerah.
Selain itu, Azwar memberikan perhatian khusus
terhadap upaya pencegahan pernikahan usia dini yang dinilai menjadi salah satu
faktor penyebab tingginya risiko stunting. Ia meminta Kementerian Agama terus
mengintensifkan edukasi kepada calon pengantin agar memahami pentingnya
kesiapan usia dan kesehatan sebelum membangun keluarga.
"Kita harus memperkuat pencegahan
sejak awal. Edukasi kepada calon pengantin sangat penting agar mereka memahami
risiko pernikahan dini terhadap kesehatan ibu dan anak," katanya.
Azwar juga menginstruksikan Dinas Kesehatan
untuk memperkuat pengawasan terhadap kinerja bidan desa, terutama dalam
pendataan ibu hamil, balita, dan keluarga berisiko stunting. Ia menekankan
bahwa akurasi data menjadi kunci dalam menentukan keberhasilan intervensi
pemerintah.
"Keberhasilan program ini sangat
ditentukan oleh validitas data. Jangan sampai laporan tidak sesuai kondisi di
lapangan karena akan berpengaruh terhadap evaluasi pemerintah pusat,"
tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten
Lampung Timur, Suwanto, menjelaskan bahwa Rapat Koordinasi TPPS Triwulan II
bertujuan mengevaluasi capaian program, memetakan kembali sasaran intervensi,
mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan, sekaligus memperkuat konvergensi
program lintas sektor.
"Melalui rakor ini kami meninjau capaian
intervensi stunting, mengidentifikasi kendala terutama terkait data keluarga
berisiko stunting, serta memperkuat kolaborasi agar intervensi spesifik maupun
sensitif dapat berjalan lebih optimal," jelas Suwanto.
Ia menambahkan, lokus percepatan penurunan
stunting Kabupaten Lampung Timur Tahun 2026 tersebar di sepuluh desa, yakni
Desa Purbosambodo, Kibang, Margototo, Sumber Agung, dan Jayaasri di Kecamatan
Metro Kibang; Desa Pakuan Aji di Kecamatan Sukadana; Desa Sidorejo di Kecamatan
Sekampung Udik; Desa Tritunggal di Kecamatan Waway Karya; Desa Nibung di
Kecamatan Gunung Pelindung; serta Desa Buana Sakti di Kecamatan Batanghari.
Suwanto berharap seluruh perangkat daerah dapat
terus memperkuat koordinasi dan menjalankan perannya masing-masing sehingga
target percepatan penurunan stunting pada tahun 2026 dapat tercapai secara
optimal.
Melalui penguatan sinergi, validitas data,
serta intervensi yang tepat sasaran, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur
optimistis upaya percepatan penurunan stunting akan semakin efektif dalam
mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas sebagai fondasi
pembangunan daerah di masa depan. [MFH/Komdigi Lampung Timur]











3.jpg)