- Polsek Kota Agung Identifikasi Kebakaran di Kelurahan Kuripan
- Pemkab Tanggamus Gelar Rakor Pengendalian Inflasi
- Wakapolres Tanggamus Sosialisasikan Aplikasi Andorid Siger Lampung Presisi
- Sekda Tedi Zadmiko Nobar Bersama Masyarakat Pesisir Barat
- Kominfo Lambar Paparkan Penguatan Layanan Digital dan Aplikasi Bakas
- Wakil Bupati Buka Bimtek Diseminasi Kebijakan Pendidikan 2026
- Wakil Bupati Serahkan Donasi untuk Pembangunan Kembali TPA Sunan Bonang
- Bupati Hamartoni Resmikan Masjid Al-Mursin Tuah
- Sekda Ahmad Hariyanto Dorong Penguatan Statistik Sektoral yang Berkualitas
- Triana Aprisia Tekankan Akuntabilitas Keuangan dan Optimalisasi Aset Daerah
Triana Aprisia Tekankan Akuntabilitas Keuangan dan Optimalisasi Aset Daerah

METRO, MFH, --Asisten Wali Kota Metro Bidang
Administrasi Umum, Triana Aprisia, memimpin apel pagi Pemerintah Kota Metro
yang berlangsung di halaman Kantor Wali Kota Metro, Senin (20/7/2026). Apel
awal pekan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen aparatur sipil
negara (ASN) terhadap nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK sekaligus
mengonsolidasikan pelaksanaan tugas pemerintahan.
Dalam amanatnya, Triana menegaskan bahwa
sebagai pelayan masyarakat, ASN dituntut memiliki dedikasi tinggi, integritas,
profesionalisme, serta kedisiplinan dalam menjalankan tugas sebagai abdi
negara. Pada apel tersebut, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD)
Kota Metro bertindak sebagai petugas apel.
Ia menyampaikan bahwa momentum apel pagi
menjadi waktu yang tepat untuk kembali mengingatkan seluruh perangkat daerah
mengenai pentingnya pengelolaan keuangan dan manajemen aset daerah sebagai
fondasi utama dalam mendukung pembangunan Kota Metro.
Baca Lainnya :
- 2.300 Pelajar SD dan SMP Kota Metro Meriahkan Karnaval Sehat Hari Anak Nasional ke-420
- Kota Metro jadi Magnet Atlet Renang Nasional 0
- Pemkot Metro Dorong Pembentukan Perpustakaan Khusus 0
- HUT ke-64 PWRI Metro Bagikan 1.500 Nasi Kotak dan Gelar Senam Bersama0
- Pemkot Metro Tegaskan Komitmen Benahi TPAS Karangrejo0
“Perlu kita sadari bersama bahwa setiap rupiah
yang terdapat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) merupakan
amanat rakyat. Oleh karena itu, tata kelola keuangan daerah harus dilaksanakan
berdasarkan prinsip efisiensi, efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas,” ujar
Triana.
Menurutnya, keberhasilan pengelolaan anggaran
tidak hanya diukur dari tingginya tingkat penyerapan anggaran, tetapi juga dari
sejauh mana anggaran tersebut mampu menghasilkan manfaat nyata (outcome) bagi
masyarakat serta mendukung pencapaian target pembangunan daerah.
Dalam kesempatan itu, Triana menyampaikan tiga
penekanan utama yang harus menjadi perhatian seluruh kepala perangkat daerah
beserta jajaran pengelola keuangan.
Penekanan pertama adalah penguatan
akuntabilitas dalam proses pengelolaan keuangan, khususnya pada verifikasi
Surat Perintah Membayar (SPM). Ia meminta seluruh Pengguna Anggaran (PA) dan
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di setiap organisasi perangkat daerah (OPD)
meningkatkan ketelitian, kecermatan, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang
berlaku.
Menurutnya, verifikasi dokumen dan kelengkapan
administrasi belanja harus dilakukan secara cermat guna meminimalkan kesalahan
administrasi maupun substansi. Selain itu, setiap pengeluaran daerah wajib
memiliki dasar hukum yang jelas dan didukung bukti pertanggungjawaban yang sah
serta lengkap.
Penekanan kedua berkaitan dengan optimalisasi
pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD). Triana menegaskan bahwa pengelolaan aset
tidak hanya sebatas pencatatan administratif, tetapi juga mencakup perencanaan
yang akurat, pemanfaatan secara optimal, pengamanan legalitas, hingga proses
penghapusan aset sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Ia menginstruksikan seluruh perangkat daerah
selaku pengguna barang agar segera melakukan inventarisasi sekaligus pengamanan
terhadap seluruh aset yang berada di bawah penguasaannya.
Sementara itu, penekanan ketiga berkaitan
dengan pelaksanaan subkegiatan prioritas di tengah keterbatasan kemampuan
keuangan daerah. Triana mengingatkan bahwa dengan pagu anggaran yang relatif
terbatas, setiap kegiatan harus difokuskan pada output utama yang memberikan
dampak langsung terhadap pencapaian target kinerja daerah, sekaligus mengurangi
belanja pendukung yang tidak bersifat mendesak.
Ia juga meminta seluruh penanggung jawab
kegiatan untuk berkoordinasi secara aktif dengan fungsi perbendaharaan sebelum
mengajukan dokumen pencairan anggaran. Pelaksanaan kegiatan harus disesuaikan
secara bertahap mengikuti jadwal pencairan guna menjaga stabilitas dan
likuiditas kas daerah, mengingat kondisi ketersediaan dana daerah saat ini
masih terbatas.
Menghadapi kondisi tersebut, Triana mengajak
seluruh jajaran Pemerintah Kota Metro untuk tetap bersabar, bijaksana, serta
menjaga semangat kerja. Menurutnya, penyesuaian jadwal pelaksanaan kegiatan
maupun keterlambatan pencairan anggaran bukanlah hambatan, melainkan langkah
strategis dalam menjaga keseimbangan dan kesehatan pengelolaan keuangan daerah.
Ia berharap seluruh perangkat daerah tetap
memperkuat sinergi, menjaga komitmen, dan bekerja secara optimal agar seluruh
program prioritas Pemerintah Kota Metro dapat terlaksana dengan baik meskipun
dihadapkan pada berbagai keterbatasan.
Mengakhiri amanatnya,
Triana menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN atas dedikasi dan pengabdian
yang terus diberikan dalam mendukung pembangunan daerah. Ia mengajak seluruh
aparatur untuk terus menyatukan tekad dan langkah dalam mewujudkan tata kelola
pemerintahan yang baik serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai visi
dan misi Pemerintah Kota Metro. [MFH/Diskominfo Kota Metro]











3.jpg)