- Hadiri HUT Ke-64 PWRI, Wagub Jihan Ajak Purna Tugas Terus Berkontribusi untuk Lampung
- Pemprov Komitmen Selesaikan Kewajiban Iuran JKN dan Perkuat Tata Kelola Kepesertaan BPJS Kesehatan
- Pemprov Lampung dan POGI Perkuat Sinergi Tingkatkan Kesehatan Ibu dan Anak
- Pemkab Tanggamus Tegaskan Komitmen Bangun Kelautan, Koperasi, dan Generasi Emas Anak
- Wakil Bupati Agus Suranto Pimpin Rapat TPID
- Satlantas Polres Tanggamus Edukasi Warga Lewat Pembinaan Pekon Sadar Hukum di Gisting
- Satlantas Polres Tanggamus Selidiki Video Viral Mobil Plat Merah Diduga Ugal-ugalan
- Lomba Burung Berkicau Piala Bupati Cup Semarakkan HUT ke-19 Pesawaran
- Bupati Pringsewu Resmi Tutup Turnamen Sepakbola Bina Karya Cup 2026
- Umi Laila Lantik Pramuka Garuda Kwarcab Pringsewu
Wakil Bupati Agus Suranto Pimpin Rapat TPID
Tekankan Stabilitas Harga dan Pengendalian Inflasi di Tanggamus

TANGGAMUS, MFH,-- Wakil Bupati Tanggamus Agus
Suranto memimpin Rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten
Tanggamus di Ruang Rapat Kantor Wakil Bupati, Senin (27/7/2026). Rapat membahas
perkembangan inflasi, kondisi harga pangan, neraca komoditas, hingga
langkah-langkah pengendalian inflasi yang telah dilakukan pemerintah daerah
sepanjang 2026.
Hadir dalam rapat tersebut, Asiaten II Sekdakab
Tanggamus, Kadis Nakbun, Kadis Perikanan, Kadis Naker dan Perwakilan OPD.
Laporan yang disampaikan Asisten II Bidang
Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Tanggamus, Hendra Wijaya Mega,
menunjukkan inflasi nasional secara year on year (y-on-y) pada Juni 2026 tercatat
3,34 persen, sedangkan inflasi Provinsi Lampung berada di angka 2,46 persen.
Baca Lainnya :
- Satlantas Polres Tanggamus Edukasi Warga Lewat Pembinaan Pekon Sadar Hukum di Gisting0
- Satlantas Polres Tanggamus Selidiki Video Viral Mobil Plat Merah Diduga Ugal-ugalan0
- Kapolsek Talang Padang Silaturahmi dengan Ipda Sabila0
- Bupati Tanggamus Jajaki Kerja Sama Pendidikan dan Kebudayaan dengan Pemerintah Turki0
- Kapolres Tanggamus Turun Langsung Cek Penanganan Siswa Diduga Keracunan Makanan0
Dalam paparannya juga dijelaskan bahwa sejumlah
komoditas masih menjadi penyumbang inflasi, di antaranya emas perhiasan,
bensin, ikan segar dan beras di tingkat nasional. Sementara di Lampung,
kelompok makanan, minuman dan tembakau masih menjadi penyumbang utama inflasi.
Berdasarkan pemantauan harga melalui aplikasi
SIKOPP, mayoritas harga kebutuhan pokok di Kabupaten Tanggamus masih relatif
stabil. Beberapa komoditas seperti cabai merah besar, cabai rawit dan bawang
merah mengalami penurunan harga, sedangkan telur ayam ras mengalami kenaikan
tipis. Harga beras medium, gula pasir, minyak goreng, daging ayam maupun daging
sapi masih berada pada posisi stabil.
Sementara itu, neraca pangan Kabupaten
Tanggamus menunjukkan ketersediaan sejumlah komoditas utama masih jauh di atas
kebutuhan masyarakat. Ketersediaan beras mencapai 106.675 ton dengan kebutuhan
sekitar 5.297 ton, sehingga masih terdapat surplus lebih dari 101 ribu ton.
Kondisi surplus juga terjadi pada jagung, kedelai, cabai, gula pasir, minyak
goreng, daging sapi, daging ayam, hingga telur ayam ras.
Wakil Bupati Agus Suranto mengatakan
pengendalian inflasi harus terus dilakukan secara terukur melalui sinergi
seluruh perangkat daerah agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
"Pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan
sendiri. Seluruh OPD harus terus memperkuat koordinasi, memantau perkembangan
harga, memastikan ketersediaan stok pangan, serta melakukan langkah cepat
apabila terjadi gejolak harga di lapangan," ujar Agus Suranto.
Ia menegaskan berbagai program yang telah
berjalan, mulai dari pasar murah, gerakan pangan murah, penetrasi pasar, hingga
monitoring distribusi pangan harus terus dilanjutkan agar inflasi di Kabupaten
Tanggamus tetap terkendali.
"Kita ingin masyarakat memperoleh
kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan pasokan tetap tersedia. Karena itu
seluruh upaya pengendalian inflasi harus terus dijalankan secara
konsisten," tegasnya.
Sepanjang tahun 2026, Pemerintah Kabupaten
Tanggamus telah melaksanakan berbagai langkah pengendalian inflasi, di
antaranya penyusunan roadmap TPID, penyelenggaraan high level meeting, gerakan
pangan murah, bazar pasar murah, operasi pasar LPG bersubsidi, monitoring
distribusi BBM, penyusunan neraca pangan, hingga penetrasi pasar di sejumlah
kecamatan.
Melalui rapat tersebut, TPID Kabupaten
Tanggamus berkomitmen terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna menjaga
stabilitas harga, memastikan ketersediaan pasokan, serta mengantisipasi potensi
kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang momentum-momentum tertentu.
[MFH/Din/rils]











3.jpg)