- Diduga Lakukan Kekerasan Verbal terhadap Anak, Oknum Collector OTO Finance Resmi Dilaporkan
- Operasi Pasar Minyakita Digelar Serentak pada 15 Kabupaten/Kota di Lampung
- Pesawaran Tampilkan Produk Unggulan UP2K Dalam Kunjungan Kerja TP PKK Pusat di Lampung
- Bupati Pringsewu Audiensi dengan Ombudsman Lampung Bahas Pelayanan Publik
- Lamtim Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Bupati Ela: Pertumbuhan Daerah Ada di Tangan Pelaku Usaha
- Rakor DWP Lamteng Tekankan Pelaksanaan Program Kerja dan E-Reporting
- TP PKK Provinsi Lampung Dorong Pemberdayaan Lansia dan Ketahanan Keluarga
- TP-PKK Lampung Utara Turut Berpartisipasi Dalam Bulan Bhakti Ikatan Bidan Indonesia
- TP-PKK Lampura Turut Perkuat Pengendalian Inflasi Serta Jaga Daya Beli Masyarakat
- Sampah Capai 127 Ton Per Hari, Bupati Parosil Jemput Dukungan ke Kementerian Lingkungan Hidup
Antisipasi Dampak Siklon, Gubernur Tinjau Operasi Modifikasi Cuaca di Bandara Radin Inten II

LAMPUNG SELATAN, MFH,-- Gubernur
Rahmat Mirzani Djausal, meninjau langsung Posko Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)
di Bandara Radin Inten II, Kamis (17/12/25). Kunjungan ini dilakukan untuk
memastikan kesiapan tim gabungan dalam mengantisipasi potensi bencana
hidrometeorologi akibat dampak siklon tropis di wilayah Provinsi Lampung.
Dalam peninjauan tersebut, Kepala
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung, Rudy Sjawal,
menjelaskan bahwa operasi ini telah dimulai sejak 14 Desember 2025. Langkah ini
diambil merespons munculnya bibit siklon baru (92S) serta dampak dari Siklon
91S (Siklon Bakung) yang ekor siklonnya sempat mencapai wilayah pesisir
Lampung.
”BNPB
merespons status waspada cuaca di Lampung dengan mengirimkan tim OMC bersama
BMKG Pusat. Fokus utama kita adalah melakukan penyemaian terhadap awan-awan
penghujan yang terbentuk di perairan wilayah Barat Lampung agar tidak masuk dan
berkumpul di daratan,” ujar Rudy Sjawal.
Baca Lainnya :
- Pemprov Lampung Gelar Gebyar Samsat 2025, Apresiasi Masyarakat yang Taat Membayar Pajak0
- Pengurus Paguyuban Pedagang Kuliner Pasar Mambo Periode 2026 -2030 Resmi Terbentuk0
- Polisi Tangkap Dua Pelaku Pembunuhan Pasutri Lansia di Tanggamus0
- Pemprov Lampung Perkuat Mitigasi Bencana Hidrometeorologi, Fokus Prioritaskan Keselamatan Warga0
- Kapolda Lampung Buka Ujian Sabuk Hitam Karate Inkanas Regional Zona I 20250
Rudy memaparkan, strategi penyemaian
awan (cloud seeding) dilakukan untuk memicu hujan jatuh di laut sebelum
mencapai daratan. Hal ini krusial untuk mencegah potensi hujan lebat dan banjir
di kabupaten rawan seperti Pesisir Barat, Lampung Barat, dan Tanggamus.
”Alhamdulillah,
pada hari ini (17/12) tim sudah melakukan lima kali penerbangan. Laporan
terkini menyebutkan Siklon Bakung sudah mengarah menjauh, namun awan-awan
konvektif besar di wilayah Barat masih perlu kitaurai,” tambahnya.
Terkait keberlanjutan operasi, Rudy
mengungkapkan bahwa tahap pertama OMC dijadwalkan berakhir esok hari. Namun,
melihat pertumbuhan awan yang masih masif di Laut Barat Lampung, operasi
kemungkinan akan diperpanjang dengan strategi baru.
”Kami
berencana membentuk posko bayangan di Bandara Taufik Kiemas, Krui. Hal ini
diperlukan karena jangkauan awan target cukup jauh dari Bandara Radin Inten II.
Jika tidak disemai, kumpulan awan tersebut berpotensi menimbulkan curah hujan
ekstrem,” jelas Rudy.
Untuk mendukung operasi ini,
Pemerintah melalui BNPB telah menyiapkan logistik yang memadai. Stok bahan
semai yang tersedia saat ini mencakup 10 hingga 15 ton garam (NaCl) dan 5 ton
kapur tohor, dengan kapasitas angkut pesawat mencapai 1 ton per satu kali
penerbangan.
Pemerintah Provinsi Lampung mengimbau
masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem namun tidak
perlu panik, mengingat langkah mitigasi bencana melalui teknologi modifikasi
cuaca terus dioptimalkan oleh pemerintah daerah bersama pemerintah pusat.
[MFH/Diskominfo Provinsi Lampung]











3.jpg)