- Kakanwil Kemenag Tekankan Penguatan Pelayanan Umat Saat Kunjungan ke KUA Gisting Tanggamus
- Petani Cabai Lamsel Keluhkan Biaya Produksi Melonjak, Harga Jual Justru Anjlok Saat Panen Raya
- PTPN I Polisikan Lansia 72 Tahun Kasus Pencurian Getah Karet
- Rekam Jejak Polwan Pertama jadi Kapolsek di Polres Tanggamus, dari Reskrim Hingga Humas
- SDN 1 Tekad Raih Juara 1 Tari Kreasi dan jadi Juara Umum FLS3N Kecamatan Pulau Panggung
- Kabidkeu dan Kabid Dokkes Polda Lampung Pimpin Apel Pamatwil Polres Tanggamus
- Diduga Lakukan Kekerasan Verbal terhadap Anak, Oknum Collector OTO Finance Resmi Dilaporkan
- Operasi Pasar Minyakita Digelar Serentak pada 15 Kabupaten/Kota di Lampung
- Pesawaran Tampilkan Produk Unggulan UP2K Dalam Kunjungan Kerja TP PKK Pusat di Lampung
- Bupati Pringsewu Audiensi dengan Ombudsman Lampung Bahas Pelayanan Publik
Gubernur Resmikan Embung Kemiling
Perkuat Pengendalian Banjir dan Konservasi Air di Kawasan Permukiman

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Gubernur
Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, meresmikan Pembangunan Embung Kemiling yang
berlokasi di Kelurahan Beringin Raya, Kecamatan Kemiling, Sabtu (20/12/2025).
Proyek ini menjadi tonggak penting
dalam upaya Pemerintah Provinsi Lampung menyelaraskan pertumbuhan infrastruktur
dengan kelestarian lingkungan di kawasan permukiman yang kian padat.
Dalam sambutannya, Gubernur
menekankan bahwa pembangunan embung ini merupakan jawaban atas berbagai
tantangan yang dihadapi warga Kemiling selama bertahun-tahun, mulai dari
persoalan genangan air saat hujan deras hingga semakin berkurangnya cadangan
air tanah.
Baca Lainnya :
- Kapolda Imbau Warga Anak Tuha Duduki Lahan HGU PT BSA Kooperatif0
- 4.021 Personel Amankan Nataru 2025/2026 di Lampung0
- Galeri Raden Saleh Jadi Daya Tarik Kunjungan Industri Siswa SMKN 1 Purbolinggo ke Darmajaya0
- Antisipasi Dampak Siklon, Gubernur Tinjau Operasi Modifikasi Cuaca di Bandara Radin Inten II0
- Pemprov Lampung Gelar Gebyar Samsat 2025, Apresiasi Masyarakat yang Taat Membayar Pajak0
“Kita sadar air adalah kunci
kesejahteraan. Selama ini warga sering khawatir saat hujan turun karena air
datang tanpa permisi. Embung ini hadir agar air hujan tidak langsung terbuang
ke hilir, melainkan dikelola dengan baik agar alirannya terkendali dan
cadangannya bisa kita simpan,” ujar Gubernur.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur
juga secara khusus menyampaikan terima kasih atas kedermawanan keluarga besar
almarhum Zainal Abidin Pagaralam melalui Syafariah Widianti yang telah
menghibahkan lahan seluas 1,5 hektar untuk pembangunan Embung Kemiling. Menurut
Gubernur, kontribusi tersebut merupakan wujud nyata kepedulian sekaligus warisan
semangat pengabdian bagi pembangunan Lampung.
“Tanah ini mahal harganya, namun
keluarga beliau memberikannya dengan empati besar untuk kepentingan publik.
Kita ingin manfaatnya berlipat ganda; selain mencegah bencana, area ini juga
menjadi tempat warga bisa berolahraga, duduk menikmati sore, dan menghirup
udara segar,” tambah Gubernur.
Sejalan dengan arahan Gubernur,
Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Lampung, Budi
Darmawan, memaparkan laporan teknis terkait pelaksanaan pembangunan Embung
Kemiling.
Budi Darmawan menjelaskan bahwa
proyek yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)
Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2025 dengan nilai Rp 6,98 miliar tersebut
diselesaikan dalam waktu 120 hari kalender. Budi merinci, pekerjaan meliputi
pembangunan area genangan, checkdam, jembatan hulu, struktur penahan beton atau
dinding penahan tanah (DPT), hingga saluran pengelak yang terintegrasi.
“Embung Kemiling ini didesain
dengan kapasitas tampung mencapai 30.000.000 liter air. Selain fokus pada
fungsi teknis pengontrol debit air, kami juga membangun fasilitas pendukung
berupa jogging track dengan panjang keliling sekitar 565 meter serta pagar
pengaman. Harapannya, infrastruktur ini tidak hanya kokoh secara fungsi, tetapi
juga ramah bagi kegiatan sosial masyarakat,” papar Budi Darmawan dalam
laporannya.
Sebagai wujud nyata komitmen
terhadap pelestarian lingkungan, rangkaian peresmian Embung Kemiling juga
diwarnai dengan kegiatan penanaman pohon Sungkai. Langkah ini dilakukan untuk
mendukung fungsi konservasi sekaligus menjadikan kawasan embung lebih hijau dan
asri.
Di akhir acara, Gubernur Lampung
melakukan penandatanganan prasasti sebagai simbol bahwa fasilitas Embung
Kemiling kini resmi menjadi milik bersama masyarakat Lampung untuk dijaga dan
dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Pembangunan Embung Kemiling
diharapkan membawa manfaat yang menyeluruh bagi masyarakat di wilayah Kota
Bandar Lampung. Secara teknis, keberadaan embung ini menjadi benteng utama
dalam mengendalikan daya rusak air dengan menampung aliran hujan sehingga mampu
menekan potensi banjir di kawasan hilir.
Selain itu, fungsi konservasi air
tanah menjadi prioritas guna menjaga ketersediaan air bersih bagi permukiman
sekitar melalui peningkatan proses infiltrasi air ke dalam tanah.
Lebih dari sekadar infrastruktur
sumber daya air, kawasan Embung Kemiling kini bertransformasi menjadi ruang
publik yang inklusif. Melalui penataan lansekap yang rapi, masyarakat
memperoleh sarana olahraga baru seperti jogging track serta area terbuka hijau
yang mendukung kualitas hidup yang sehat.
Ke depan, Embung Kemiling juga
diproyeksikan sebagai media edukasi lingkungan bagi generasi muda sekaligus
destinasi rekreasi lokal yang mempercantik wajah Kota Bandar Lampung.
[MFH/Diskominfotik Prov Lampung]











3.jpg)