- Gubernur Dorong ASN Optimalkan Lampung In untuk Percepat Layanan Publik Digital
- Rumah Sakit Hewan Segera Beroperasi di Provinsi Lampung
- Gubernur Apresiasi Panji Sewu Gelar Tradisi Suran dan Jamasan Pusaka
- Sekda Nukman Resmikan Ponpes Miftahurrohmah II, Dorong Santri Punya Ijazah Formal
- Peringati 1 Muharam 1448 H, Bupati Parosil Ajak Warga Perkuat Iman dan Dukung Program Pemerintah
- Peringati Harganas ke-33, Wabup Ajak PLKB Perkuat Peran Wujudkan Generasi Emas
- Festival Budaya Sekappung Limo Migo II Meriah Digelar
- Polsek Pugung Tangkap Residivis, Pelaku Pencurian Mesin Pompa Air Milik Warga
- Ari-Azad Juara Pertama Turnamen Gaple Kapolres Tanggamus Cup 2026
- Pemkab Turut Meriahkan Jalan Sehat Hari Bhayangkara ke-80 Bersama Polres Pesisir Barat
Hadiri Pagelaran Budaya Karo, Gubernur Mirza Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya

BANDAR
LAMPUNG, MFH,-- Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menghadiri Pagelaran
Budaya Karo yang diselenggarakan Perpulungen Marga Tambar Malem beserta Anak
Beru dan Anak Beru Menteri se-Provinsi Lampung, bertempat di Gedung Cio-Cio
Merga Silima Tanjung Senang, Jumat (3/10/25).
Pagelaran
yang berlangsung pada 3–4 Oktober 2025 ini mengusung tema “Bersama Melestarikan
Budaya Karo di Era Digitalisasi”. Acara dihadiri keluarga besar masyarakat Karo
di Lampung serta sejumlah tokoh adat dan tokoh masyarakat, termasuk Ketua Umum
Karo Foundation Letjen (Purn.) Musa Bangun dan Ketua Persatuan Batak Karo
Lampung (Perbakal) Sopian Sitepu.
Gubernur
Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan bahwa Provinsi Lampung adalah miniatur
Indonesia dengan keberagaman suku, agama, dan budaya yang hidup berdampingan
secara harmonis.
Baca Lainnya :
- Gubernur Lampung Tinjau SPPG Rajabasa0
- Kontingen Pornas XVII Korpri Lampung Dibiayai Iuran Anggota0
- Pemprov Lampung Targetkan 90 Persen Jalan Provinsi Mantap 20280
- Kepala BKD Lampung Pantau Langsung Pelantikan 1.082 PPPK Tahap II0
- Pejabat Utama Polda Lampung Jadi Irup SMA, SMK, MAN di Bandar Lampung0
“Lampung
ini memang unik. Letaknya di ujung selatan Sumatera, tapi isinya seperti
miniatur Indonesia. Ada masyarakat adat Lampung dengan falsafah piil
pesenggiri, ada Jawa, Sunda, Bali, Minang, Bugis, Tionghoa, dan tentu juga ada
saudara-saudara saya dari Karo. Semua sudah menjadi bagian keluarga besar
Provinsi Lampung dan bersama-sama membangun Lampung,” ujar Gubernur.
Gubernur
menegaskan bahwa keberagaman budaya merupakan modal persatuan bangsa yang
memperkokoh Pancasila. Menurutnya, salah satu kekuatan Lampung adalah toleransi
dan rasa persaudaraan yang tinggi antar etnis, meskipun masyarakat adat Lampung
hanya berjumlah sekitar 16 persen dari total penduduk.
“Hampir
tidak pernah ada konflik horizontal, antar suku maupun antar agama di Provinsi
Lampung. Karena di Lampung ada sifat bahwa orang Karo adalah saudara, orang
Jawa adalah saudara, dan siapa pun yang datang merasa menjadi bagian dari
Lampung,” kata Gubernur.
Lebih
lanjut, Gubernur berharap identitas budaya Karo dapat terus diperkuat,
khususnya bagi generasi muda. Menurut Gubernur, budaya harus dijaga agar
menjadi kebanggaan dan perekat persaudaraan
“Anak-anak
muda kita, terutama yang berasal dari budaya Karo, jangan pernah meninggalkan
identitasnya,” ucap Gubernur.
Kepada
seluruh keluarga besar Karo di Lampung, Gubernur berpesan agar pagelaran budaya
ini dapat menjadi semangat baru, memperkuat rasa persaudaraan, dan menambah
rasa bangga terhadap identitas budaya bangsa.
Sementara
itu, Ketua Umum Karo Foundation Letjen (Purn.) Musa Bangun menyampaikan
apresiasi atas kehadiran Gubernur Lampung dalam kegiatan tersebut. Ia
menegaskan bahwa masyarakat Karo yang bermukim di Lampung harus pandai
menyesuaikan diri dan menjadi bagian dari masyarakat Lampung.
“Kehadiran
Bapak Gubernur semakin mempererat persaudaraan kita. Kami, suku Karo yang ada
di Lampung, siap menjadi bagian dari masyarakat Lampung dalam membangun daerah
ini untuk kemajuan Lampung, bangsa, dan negara,” ujarnya. [MFH / Diskominfotik
Lampung]











3.jpg)