- Diduga Lakukan Kekerasan Verbal terhadap Anak, Oknum Collector OTO Finance Resmi Dilaporkan
- Operasi Pasar Minyakita Digelar Serentak pada 15 Kabupaten/Kota di Lampung
- Pesawaran Tampilkan Produk Unggulan UP2K Dalam Kunjungan Kerja TP PKK Pusat di Lampung
- Bupati Pringsewu Audiensi dengan Ombudsman Lampung Bahas Pelayanan Publik
- Lamtim Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Bupati Ela: Pertumbuhan Daerah Ada di Tangan Pelaku Usaha
- Rakor DWP Lamteng Tekankan Pelaksanaan Program Kerja dan E-Reporting
- TP PKK Provinsi Lampung Dorong Pemberdayaan Lansia dan Ketahanan Keluarga
- TP-PKK Lampung Utara Turut Berpartisipasi Dalam Bulan Bhakti Ikatan Bidan Indonesia
- TP-PKK Lampura Turut Perkuat Pengendalian Inflasi Serta Jaga Daya Beli Masyarakat
- Sampah Capai 127 Ton Per Hari, Bupati Parosil Jemput Dukungan ke Kementerian Lingkungan Hidup
Lampung Komitmen Wujudkan Swasembada Pangan Lewat Peningkatan Produksi Jagung

LAMPUNG SELATAN, MFH,-- Gubernur Lampung
Rahmat Mirzani Djausal menegaskan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan
nasional melalui penguatan produksi jagung.
Hal itu diungkapkannya dalam acara Tanam
Raya Serentak Kuartal IV dalam rangka mendukung Swasembada Pangan tahun 2025
secara virtual di Gudang Ketahanan Pangan, Desa Purwotani, Kecamatan Jati
Agung, Lampung Selatan, Rabu (8/10/2025).
Gubernur Mirza menyampaikan bahwa Lampung
siap berperan lebih besar dalam mendukung program Swasembada Pangan 2025 yang
tengah digalakkan oleh pemerintah pusat.
Baca Lainnya :
- Dukung Pengembangan Agro Eduwisata, 100 Pelaku UMKM di Latih Digitalisasi Usaha0
- Komisi III DPRD Lamsel Laksanakan Monitoring di Kecamatan Palas0
- BAZNAS Lamsel Roadshow Sosialisasikan dan Bimtek UPZ Desa di Kecamatan Palas0
- Polisi Tangkap Pencuri Motor di Parkiran Supermarket0
- Bupati Lampung Selatan Serahkan SK PPPK 215 Pegawai Teknis Dinsos0
“Kami di Provinsi Lampung terus
berkolaborasi dengan Polda Lampung dalam pencapaian target beras dan jagung. Ke
depan, kami akan mendorong petani untuk bermigrasi dari singkong ke jagung agar
hasil pertanian lebih produktif,” ujarnya.
Ia menambahkan Pemerintah Provinsi bersama
Bank Lampung, Bulog dan sejumlah pabrik pakan telah menyiapkan skema dukungan
bagi petani yang ingin beralih komoditas.
Menurutnya, langkah migrasi tersebut
penting untuk menjaga stabilitas ekonomi petani pasca penurunan harga singkong
yang sempat mengguncang pasar lokal.
“Kami memahami guncangan harga singkong
kemarin sangat memukul petani. Karena itu, kami akan mendukung sepenuh hati
agar peralihan ke jagung bisa memperbaiki kesejahteraan mereka,” ucapnya.
Acara Tanam Raya Serentak Kuartal Keempat
yang digelar secara nasional tersebut juga dihadiri Wakil Presiden RI Gibran
Rakabuming Raka dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka
dalam arahannya menegaskan pentingnya kerja bersama lintas sektor untuk
mewujudkan cita-cita Presiden Prabowo Subianto yaitu swasembada pangan
nasional.
Menurutnya, peningkatan produksi jagung
yang masif di berbagai daerah merupakan hasil nyata dari sinergi antara
pemerintah pusat, daerah, Polri, TNI, Bulog, Kementerian Pertanian, hingga
masyarakat.
“Ini harus kita teruskan, harus kita
tambah lagi, untuk mewujudkan cita-cita Bapak Presiden, yaitu swasembada
pangan. Kerja bersama, kerja kolaboratif lintas sektor, dan lintas instansi
adalah kuncinya,” ujarnya.
Gibran mengapresiasi peran aktif berbagai
pihak dalam memperluas area tanam dan meningkatkan produktivitas.
Ia mencontohkan keberhasilan panen jagung
di berbagai provinsi yang melibatkan pesantren, perguruan tinggi, dan kelompok
tani.
Hal ini menunjukkan bahwa program
ketahanan pangan tidak hanya menyentuh aspek produksi, tetapi juga mendorong
partisipasi sosial dan pendidikan.
Lebih jauh, Wapres Gibran menekankan
pentingnya memperkuat rantai pascapanen. Ia menyoroti masalah off-taker, kadar
air, serta kadar aflatoksin pada hasil panen yang masih menjadi kendala di
lapangan.
Ia mendorong Bulog dan koperasi tani agar
lebih aktif melakukan inovasi untuk meningkatkan serapan hasil panen.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo
Sigit Prabowo melaporkan capaian signifikan dari Program Ketahanan Pangan Polri
yang telah berjalan sejak awal tahun.
Hingga September 2025, Polri berhasil
mengelola lebih dari 554 ribu hektare lahan dengan total produksi mencapai 2,83
juta ton jagung, berkontribusi langsung pada peningkatan produksi nasional
hingga 11,42 juta ton.
“Tahun 2025 menjadi momentum penting
karena Indonesia berhasil mencapai kondisi tanpa impor jagung pakan ternak. Ini
hasil nyata dari kerja sama antara Polri, pemerintah daerah, Kementerian
Pertanian, dan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Program Ketahanan Pangan Polri melibatkan
lebih dari 602 ribu petani dari 30 ribu kelompok tani di seluruh Indonesia.
Selain itu, Polri telah membangun 18 unit
gudang ketahanan pangan di 12 provinsi dengan kapasitas total 18 ribu ton,
serta terus memperluas jaringan penyerapan hasil panen melalui kerja sama
dengan Bulog dan industri pakan ternak.
Sementara itu, Kapolda Lampung Irjen Pol.
Helmy Santika melaporkan bahwa Lampung turut aktif mendukung program ketahanan
pangan melalui pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polda Lampung di Desa
Purwotani, Kabupaten Lampung Selatan.
“Gudang ini berdiri di atas lahan seluas
7.000 meter persegi dan mampu menampung sekitar 1.400 ton jagung. Fasilitasnya
sudah dilengkapi empat alat pengering, empat mesin pemipil jagung mobile, dan
empat hand tractor untuk masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa gudang tersebut saat
ini sudah menampung sekitar 30 ton jagung hasil serapan dari Bulog maupun
masyarakat sekitar.
Helmy juga melaporkan pelaksanaan
penanaman jagung serentak di lahan seluas 1.054 hektare yang tersebar di
seluruh Provinsi Lampung.
“Kegiatan ini kami lakukan sebagai bentuk
dukungan terhadap pencapaian target produksi jagung nasional hingga Desember
2025,” jelasnya.
Selain itu, Helmy juga menyampaikan bahwa
serapan gabah di Provinsi Lampung telah melampaui target hingga 111 persen.
Seluruh hasil gabah sudah terserap oleh Bulog, bahkan sebagian disalurkan untuk
membantu provinsi lain atas kebijakan Gubernur Lampung.
“Capaian ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara jajaran Polda, Pemerintah Provinsi Lampung, Bulog, serta para petani di lapangan,” tegasnya. [MFH/Admin]











3.jpg)