- MTs Baabussalaam Wonosari Gelar Pameran Aksi Hasil Karya Siswa Bertema Peduli Lingkungan
- Pemprov Perkuat Transparasi dan Akuntabilitas Lewat Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
- Pemprov Lampung Perkuat Strategi Percepatan Penanggulangan TBC di Tubaba
- Sekda Tanggamus Minta Kepala Pekon Perkuat Dukungan ILP
- Polsek Talang Padang Identifikasi Kebakaran Bangunan BTS di Gisting
- Pemprov dan Pemerintah Pusat Perkuat Sinergi Wujudkan Tata Kelola Hukum yang Berkeadilan
- Gubernur Dorong KUPS Lampung Naik Kelas Melalui Skema Blended Finance Berkelanjutan
- Bupati Tanggamus Sambut Kunjungan Kajati Lampung
- Lampung Perkuat Tata Kelola Ketahanan Pangan, Dukung Target Swasembada Nasional
- Wapres Gibran dan Wagub Jihan Pantau Pembangunan Jembatan Way Bungur
Pemprov Lampung Perkuat Strategi Percepatan Penanggulangan TBC di Tubaba

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Wakil Gubernur Lampung,
Jihan Nurlela memimpin Rapat Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB)
Provinsi Lampung yang membahas percepatan penanggulangan TBC di Kabupaten
Tulang Bawang Barat (Tubaba) secara virtual dari Ruang Kerja Wakil Gubernur,
Kamis (16/7/2026).
Dalam rapat tersebut, Wakil Gubernur menyoroti
kondisi penanggulangan TBC di Kabupaten Tulang Bawang Barat yang menunjukkan
capaian keberhasilan pengobatan sangat tinggi, namun masih menghadapi tantangan
serius dalam penemuan dan pelaporan kasus baru ke Sistem Informasi Tuberkulosis
(SITB).
Kabupaten Tulang Bawang Barat saat ini
mencatatkan Treatment Success Rate (TSR) sebesar 94 persen untuk pasien TBC
Sensitif Obat (SO) dan 100 persen untuk pasien TBC Resisten Obat (RO). Namun,
Case Notification Rate (CNR) baru mencapai 15 persen, atau sebanyak 120 kasus
yang berhasil ditemukan dari estimasi 826 kasus, sehingga menjadi salah satu
daerah dengan capaian notifikasi TBC terendah secara nasional.
Baca Lainnya :
- Pemprov dan Pemerintah Pusat Perkuat Sinergi Wujudkan Tata Kelola Hukum yang Berkeadilan0
- Gubernur Dorong KUPS Lampung Naik Kelas Melalui Skema Blended Finance Berkelanjutan0
- Lampung Perkuat Tata Kelola Ketahanan Pangan, Dukung Target Swasembada Nasional0
- Kemendagri Dorong Lima Inovasi Pelayanan Samsat untuk Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak0
- Forum Penataan Ruang Bahas Finalisasi RTRW Pesisir Barat0
Wakil Gubernur menyampaikan apresiasi atas
tingginya keberhasilan pengobatan tersebut, sekaligus menegaskan bahwa
tantangan utama saat ini adalah menemukan penderita TBC yang belum terdiagnosis
agar penularan dapat segera diputus.
"Keberhasilan pengobatan di Tubaba patut
diapresiasi. Namun, tantangan terbesar saat ini adalah menemukan masyarakat
yang belum terdiagnosis. Masih banyak penderita TBC yang belum teridentifikasi
dan belum tercatat dalam Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB), sehingga
berpotensi menjadi sumber penularan di lingkungan sekitarnya," ujar Wakil
Gubernur.
Untuk mempercepat pencapaian target eliminasi
TBC tahun 2030, Wakil Gubernur memberikan tiga arahan strategis kepada
Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat bersama Dinas Kesehatan Provinsi
Lampung.
Pertama, menyusun micro planning hingga tingkat
puskesmas guna memperkuat pelaksanaan Active Case Finding melalui pemetaan
sasaran secara rinci serta pemantauan capaian secara berkala selama periode
Juli–November 2026.
Kedua, mempercepat pembentukan Desa Siaga TBC.
Hingga saat ini Kabupaten Tulang Bawang Barat belum memiliki Surat Keputusan
Desa Siaga TBC, sementara di kabupaten/kota lain di Provinsi Lampung telah
terbentuk sebanyak 252 Desa Siaga TBC.
Ketiga, meningkatkan cakupan Terapi Pencegahan
Tuberkulosis (TPT) bagi kontak serumah penderita TBC sebagai upaya memutus
rantai penularan.
Selain itu, Wakil Gubernur menekankan
pentingnya intervensi lintas sektor melalui penyediaan rumah sehat bagi
masyarakat penderita TBC. Pada Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Provinsi Lampung
telah mengalokasikan 217 unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk
rehabilitasi rumah tidak layak huni milik masyarakat berpenghasilan rendah yang
menderita TBC.
Wakil Gubernur juga mengingatkan bahwa
penanganan TBC yang terlambat tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga
menurunkan produktivitas masyarakat dan berpotensi memperburuk kondisi ekonomi
keluarga.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten
Tulang Bawang Barat memaparkan perkembangan penanggulangan TBC melalui Rapat
Koordinasi yang dipimpin Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan
Rakyat, Untung Budiono, selaku perwakilan pimpinan daerah.
Berdasarkan laporan hingga 15 Juli 2026,
meskipun capaian penemuan kasus baru masih berada pada angka 15 persen,
Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat optimistis target pada semester kedua
tahun 2026 dapat dicapai melalui strategi pencarian kasus secara aktif,
penguatan pelacakan kontak, serta inovasi pelaksanaan program di lapangan.
Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat
menegaskan komitmennya menjadikan penanggulangan TBC sebagai salah satu
prioritas pembangunan daerah yang sejalan dengan misi peningkatan kualitas
sumber daya manusia melalui penguatan sektor kesehatan.
Optimisme tersebut didukung pengalaman
keberhasilan pemerintah daerah dalam meningkatkan capaian Program CKG yang sebelumnya
berada pada angka 5,9 persen, kemudian meningkat menjadi 23 persen pada awal
Juli dan mencapai 27 persen per 15 Juli 2026, sehingga Kabupaten Tulang Bawang
Barat berhasil masuk ke dalam Zona Hijau.
"Kami memiliki pengalaman berharga dalam
mengejar ketertinggalan pada Program CKG. Dari zona merah, kita mampu
bertransformasi menjadi zona hijau dalam waktu singkat melalui sinergi lintas
sektor. Semangat kedisiplinan, kolaborasi, dan integrasi kinerja tersebut kini
kami terapkan secara penuh dalam percepatan penanggulangan TBC," ujar
Untung Budiono.
Melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi
Lampung, Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat, fasilitas pelayanan
kesehatan, serta seluruh pemangku kepentingan, diharapkan percepatan penemuan
kasus, pengobatan, dan pencegahan TBC dapat terus ditingkatkan sebagai bagian
dari komitmen bersama mewujudkan target eliminasi Tuberkulosis di Provinsi
Lampung pada tahun 2030. [MFH/Pemerintah Provinsi Lampung]











3.jpg)